Pemerintah Bakal Impor Alat Pengecekan Virus Corona dari China

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pemerintah Bakal Impor Alat Pengecekan Virus Corona dari China
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)

Alat tersebut seperti alat tes kehamilan. Sehingga, untuk memastikan positif atau negatif virus corona bisa ditentukan secara cepat.

Suara.com - Kementerian BUMN bakal mengimpor alat pengecekan virus Covid-19 atau Virus Corona. Rencananya, lewat PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI akan mengimpor alat tersebut dari China.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga mengatakan, alat tersebut seperti alat tes kehamilan. Sehingga, untuk memastikan positif atau negatif virus corona bisa ditentukan secara cepat.

"RNI lagi kerja sama dari China itu masuk produksi rapid test covid-19. Ini kerja sama dengan pabrik China. Kami sedang pesan sekitar 500 ribu. Jadi, hasilnya bisa keluar hanya berapa menit 15 menit maksimal 3 jam," ujar Arya kepada wartawan lewat teleconfernce di Jakarta, Rabu (17/3/2020).

Kendati begitu, tutur Arya, RNI saat ini sedang menunggu izin dari Kementerian Kesehatan untuk mengedarkan alat tersebut. Nantinya, alat tersebut bakal didistribusikan ke Rumah Sakit.

"Kalau dikasih izin oleh Kemenkes kami bisa kirim pakai Garuda dari hangzhou jadi kebutuhan kita ini bisa dicukupi dengan cepat," jelas dia.

Menurut Arya, alat ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi Pandemi Virus Corona. Karena biasanya untuk mengetahui positif atau tidaknya perlu melalui pengecekan swab dan hasilnya harus menunggu hingga 3 hari.

"Kalau kita bisa bikin rapid tes dengan cepat dikasih izin permasalahan yang selama ini jadi kendala itu bisa terselasaikan walaupun rapid test itu bukan tes terakhir, karena kalau dilihat positif ia melangkah lebih jauh ke tes lab yang dua hari itu," pungkas Arya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS