Menilik Prospek Saham Bank Buku IV Ditengah Pandemi Corona

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Menilik Prospek Saham Bank Buku IV Ditengah Pandemi Corona
Ilustrasi grafik pergerakan saham [Shutterstock]

Bank buku IV memiliki modal yang tertinggi dibanding dengan bank buku yang lain yakni memiliki modal inti di atas Rp 30 Triliun.

Suara.com - Prospek saham perbankan khususnya saham buku IV masih memiliki banyak tantangan sejalan dengan perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus corona atau Covid-19.

Meski begitu keuntungan untuk meraup cuan masih terbuka lebar dalam kondisi saat ini.

Seperti diketahui, bank buku IV memiliki modal yang tertinggi dibanding dengan bank buku yang lain yakni memiliki modal inti di atas Rp 30 Triliun.

Sedangkan bank buku I modal inti kurang dari Rp 1 Triliun, bank buku II modal inti kurang dari Rp 5 Triliun, dan bank buku III modal inti kurang dari Rp 30 Triliun.

Namun sebelum bicara untung kita harus siap dengan risiko yang terjadi saat berinvestasi di musim yang penuh tantangan ini.

Praktisi Saham dari May Institute, Ellen May mengatakan, jika berbicara saham perbankan dampak dari merebaknya virus corona ini bisa dilihat dari kinerja non performing loan (NPL) alias kredit macet yang bakal meningkat dalam jangka pendek.

Meski begitu, perbankan juga sedikit diringankan dengan kebijakan relaksasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai respons atas Covid-19.

Investor juga perlu memperhatikan suku bunga acuan terbaru yang mana Bank Indonesia (BI) telah kembali memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,5 persen pada Kamis (19/3/2020) lalu.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi perlambatan kredit akibat dampak kian meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19).

Sayangnya, penurunan suku bunga ini baru akan terasa dalam jangka panjang. Sedangkan BI masih berpotensi untuk menurunkan suku bunga kembali.

Dari sektor perbankan Ellen May Institute Research Team merekomendasikan cicil beli pada saham BBCA, BBRI, BMRI atau BBNI.

"Anda boleh pilih 1 atau maksimal 2 saham saja yang sesuai dengan kondisi atau karakter investasi Anda untuk menghindari risiko sektoral. Market masih dalam trend bearish, jangan terburu-buru masuk besar, perjalanan masih panjang," tutur Ellen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS