Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Pandemi dan Fintech Jadi Tantangan Berat Perbankan Konvensional

Dythia Novianty | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 16 Agustus 2020 | 09:29 WIB
Pandemi dan Fintech Jadi Tantangan Berat Perbankan Konvensional
Ilustrasi Bank CIMB Niaga. (Shutterstock)

Suara.com - Teknologi berhasil mengubah wajah industri dan peradaban manusia tak terkecuali sektor perbankan.

Meskipun sudah banyak layanan perbankan yang memanfaatkan layanan digital, tapi bank menghadapi tantangan dengan hadirnya financial technology (fintech). Apalagi saat ini terjadi pandemi virus corona atau Covid-19, yang mengharuskan interaksi sosial masyarakat dibatasi, sehingga kehadiran teknologi sangat membantu.

Mantan CEO Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, tantangan utama yang dihadapi industri perbankan tak hanya berasal dari fintech tetapi juga dari neobank atau the challenger bank.

Neobank adalah bank yang beroperasi penuh secara digital, tanpa kehadiran kantor cabang. Neobank lahir dari aplikasi teknologi chatting atau aplikasi sosial media lainnya.

"Seperti Kakao Bank di Korea yang lahir dari KakaoTalk, Klarna Bank di Swedia yang lahir dari Shopping Apps ShopNowPayLater, WeBank di Tiongkok yang lahir dari WeChat. Bayangkan, betapa dahsyatnya jika Whatsapps yang memiliki dua miliar active users mendirikan neobank," kata Rasyid dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Kata dia, penerapan layanan digital memang menguntungkan bank, tetapi juga memiliki sejumlah tantangan yang harus siap dihadapkan oleh para pelaku usaha.

Salah satu produk digital legacy dan pionir CIMB Niaga di era Rasyid adalah Rekening Ponsel—sebuah dompet digital (e-wallet) perbankan pertama di Indonesia bahkan Asia yang menggunakan Nomor Ponsel sebagai Nomor Rekening.

"Artinya, melalui Rekening Ponsel seseorang dapat melakukan transaksi perbankan seperti: pembelian, pembayaran, transfer, tarik tunai di ATM—tanpa harus memiliki rekening di bank," katanya.

Namun, menjadi yang pertama ternyata tidak serta merta menjadi yang terbesar. Dompet digital yang kini menguasai pasar “digital payment” ternyata tak ada satu pun yang dimiliki perbankan, namun dimiliki oleh perusahaan Fintech. Sebut saja Gopay, DANA, dan OVO.

Tak hanya mengalahkan dompet digital milik perbankan, Fintech P2P Lending juga mulai berhasil meraih kepercayaan masyarakat melalui berbagai kemudahan dan kecepatan proses pengajuan pinjaman dan persetujuan yang diberikan.

Semua dimungkinkan dengan bantuan teknologi digital. Meski saat ini jumlah dana yang disalurkan melalui Fintech P2P Lending ini masih kecil, di bawah 1 persen dibanding total kredit yang disalurkan perbankan, tapi soal waktu saja Fintech P2P Lending tersebut meraih kepercayaan dan menjadi pilihan alternatif masyarakat dalam mendapatkan pinjaman selain dari perbankan.

"Meski penetrasi layanan Fintech di Indonesia baru 5 persen, namun di berbagai negara cukup tinggi: China 67%l persen, Hong Kong 57 perse , New Zealand 54 persen, India 39 persen dan Australia 17 persen," paparnya.

Data-data global memberikan optimisme, antara lain Alipay dan WeChatPay di China, memecahkan rekor volum transaksi pembayaran digital senilai 12,8 triliun dolar AS (Jan-Oct 2019) jauh melampaui volum transaksi digital payment di AS yang nilainya 49,3 miliar dolar AS di periode yang sama.

Begitu pula, total penyaluran dana Fintech P2P Lending di seluruh dunia mencapai 312 Milyar dolar AS atau Rp 4586,4 Triliun. Tumbuh 25 persen pertahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebijakan Publik dalam Sektor Keuangan dan Perbankan Selama Pandemi

Kebijakan Publik dalam Sektor Keuangan dan Perbankan Selama Pandemi

Your Say | Senin, 20 Juli 2020 | 17:01 WIB

Pertumbuhan Kredit Perbankan Diramalkan Bakal di Bawah 5 Persen

Pertumbuhan Kredit Perbankan Diramalkan Bakal di Bawah 5 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2020 | 20:16 WIB

Pasok Likuiditas, Ekonom Sebut LPS Harus Punya Strategi Cegah Risiko Modal

Pasok Likuiditas, Ekonom Sebut LPS Harus Punya Strategi Cegah Risiko Modal

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2020 | 20:07 WIB

Jokowi Siapkan Bansos Khusus UMKM yang Tak Tersentuh Perbankan

Jokowi Siapkan Bansos Khusus UMKM yang Tak Tersentuh Perbankan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2020 | 19:35 WIB

Digital Banking Marak, Siap-siap Kantor Cabang Bank Bakal Mati

Digital Banking Marak, Siap-siap Kantor Cabang Bank Bakal Mati

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:43 WIB

Ekonomi Lagi Sulit, Menteri Luhut Minta Perbankan Permudah UMKM Dapat Modal

Ekonomi Lagi Sulit, Menteri Luhut Minta Perbankan Permudah UMKM Dapat Modal

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:40 WIB

Terkini

Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia

Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:45 WIB

Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali

Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:32 WIB

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:28 WIB

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!

Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:58 WIB

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:33 WIB

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:23 WIB

BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun

BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 09:35 WIB

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:41 WIB