Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tips Meraih Cuan dari Investasi Obligasi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 27 Agustus 2020 | 07:00 WIB
Tips Meraih Cuan dari Investasi Obligasi
Ilustrasi cuan. (Sumber : https://unsplash.com/photos/QqAkoMIN5Jk)

Suara.com - Salah satu cara meningkatkan aset yang dimiliki adalah melalui investasi di pasar modal. Namun, banyak yang menganggap bahwa investasi di pasar modal hanya berkaitan dengan saham. Padahal, berinvestasi di pasar modal tidak melulu hanya saham tetapi juga bisa melalui instrumen obligasi atau surat utang.

Berbeda dengan investasi saham, instrumen obligasi tidak mengenal kepemilikan. Obligasi merupakan pinjaman yang diberikan oleh investor kepada suatu perusahaan atau pemerintah sebagai penerbit surat utang. Dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Meski memiliki tanggal jatuh tempo, obligasi tetap bisa diperjualbelikan melalui pasar obligasi.

Imbal hasil investasi obligasi yang berada di atas deposito membuat instrumen ini menjadi pilihan yang menarik. Dengan tingkat keamanan yang tinggi terutama untuk obligasi negara, kamu bisa mendapatkan pokok investasi dan kupon (bunga) yang akan diterima secara berkala. Selain itu kamu bisa mendapatkan imbal hasil (capital gain) melalui perdagangan obligasi di pasar sekunder.

Adanya imbal hasil dan pendapatan tetap melalui kupon yang diterima secara berkala membuat obligasi menjadi instrumen investasi yang stabil dan menjanjikan. Kamu jadi bisa membuat perencanaan keuangan secara matang untuk berbagai kebutuhan seperti untuk dana pendidikan, liburan dan belanja barang impian.

Agar mendapatkan manfaat maksimal dan meraih lebih banyak cuan dari berinvestasi obligasi, kamu bisa mempraktekkan beberapa tips berikut.
1. Pilih waktu tepat untuk bertransaksi
Investasi obligasi di pasar sekunder memberi kesempatan pada kamu untuk melakukan transaksi jual dan beli obligasi kapan saja dan di mana saja. Kamu bisa mengatur sendiri kapan harus membeli dan kapan harus menjual obligasi yang dipegang. Investasi obligasi memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang disebut sebagai capital gain dari transaksi di pasar sekunder.

Sebagai contoh, kamu membeli obligasi di pasar perdana senilai Rp 5 juta dengan harga 100%. Kemudian, kamu menjual obligasi tersebut di pasar sekunder dengan harga 105% persen. Keuntungan tersebut bisa terus digandakan apalagi kamu bisa melakukan transaksi jual dan beli dengan perhitungan yang tepat. Namun, bila menginginkan keuntungan yang stabil kamu bisa menyimpan obligasi tersebut untuk mendapatkan pendapatan tetap dari kupon (bunga).

2. Ikuti rate suku bunga
Saat berinvestasi obligasi, kamu harus ingat bahwa harga obligasi selalu berbanding terbalik dengan nilai suku bunga dan imbal hasil (yield) obligasi. Harga obligasi bisa naik dan turun karena berbagai faktor seperti suku bunga.

Ketika suku bunga naik harga obligasi turun, demikian sebaliknya. Karena itu kamu perlu menentukan waktu yang tepat dalam melakukan transaksi jual beli obligasi di pasar sekunder. Perubahan suku bunga biasanya juga akan berpengaruh terhadap imbal hasil atau yield.Maka, apabila harga obligasi turun maka yield obligasi akan meningkat.

3. Pilih penerbit terpercaya
Obligasi atau surat utang bisa saja diterbitkan oleh perusahaan atau juga pemerintah melalui Surat Utang Negara. Dibanding obligasi korporasi, obligasi yang dikeluarkan pemerintah relatif lebih aman karena dijamin oleh Undang-Undang. Obligasi pemerintah juga menjanjikan imbal hasil yang tinggi dengan suku bunga yang kompetitif.

baca juga

Ada beberapa jenis obligasi yang dikeluarkan oleh negara yaitu obligasi konvensional seperti Obligasi Negara Ritel atau ORI dan obligasi syariah yang dikenal dengan SUKUK. ORI dan SUKUK merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada perseorangan Warga Negara Indonesia. Dana yang terkumpul melalui penjualan ORI biasanya digunakan untuk pembiayaan proyek pembangunan atau proyek strategis pemerintah dan menutup defisit anggaran tahun berjalan.

4. Lakukan investasi online
Untuk memudahkan dan berinvestasi obligasi, kamu bisa memanfaatkan layanan transaksi obligasi online seperti fitur obligasi pasar sekunder yang disediakan oleh digibank by DBS. Layanan obligasi pasar sekunder memberi kamu kesempatan untuk memesan, membayar, dan membuat Single Investor Identification (SID) yang dibutuhkan untuk investasi, mengecek profil risiko, dan menjual surat berharga yang kamu miliki secara online.

Investasi obligasi melalui aplikasi digibank by DBS memungkinkan kamu melakukan transaksi di mana dan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu. Bagi kamu yang belum memiliki aplikasi, segeralah download dan login di aplikasi digibank by DBS. Setelah mengisi data pribadi dan mendapatkan SID kami selanjutnya sudah bisa melakukan pemesanan SBN dan menjualnya kapanpun kamu mau.

Investasi Obligasi Mudah dan Praktis dengan digibank by DBS
Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan pembelian SBN di Aplikasi digibank by DBS. Selain mudah dan menghemat waktu, kamu hanya butuh satu Aplikasi digibank by DBS untuk melakukan rangkaian pemesanan, pembelian, dan pencairan Obligasi.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi yang akurat dan tepat mengenai berbagai jenis seri SBN yang tersedia. Kamu bisa mengecek periode dan imbal hasil yang dijanjikan untuk setiap seri obligasi dari fact sheet website atau Memorandum Informasi sebelum membeli produk SBN yang diinginkan.

Di digibank by DBS kamu bisa melakukan investasi minimal dengan keuntungan maksimal mulai dari Rp 1 juta untuk seri FR dan minimal USD100 untuk seri INDON. FR merupakan seri obligasi Negara dengan mata uang IDR Konvensional seperti FR 64, FR 72, dan FR 79. Sedangkan INDON merupakan seri Obligasi Negara dengan mata uang USD seperti seri INDON 43, INDON 47N, INDON 49N, dan INDON 50 N.

Segala kemudahan dan kenyamanan berinvestasi obligasi akan kamu dapatkan dengan memaksimalkan fitur investasi obligasi pasar sekunder yang ada di aplikasi digibank by DBS. Bagaimana, apakah masih ragu untuk mulai berinvestasi obligasi? Yuk mari berinvestasi untuk masa depan lebih pasti. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Daftar Emiten Unggulan di Masa Pandemi Versi Warta Ekonomi

Ini Daftar Emiten Unggulan di Masa Pandemi Versi Warta Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 14:04 WIB

Phintraco Sekuritas Tetap Berkembang di Masa Pandemi

Phintraco Sekuritas Tetap Berkembang di Masa Pandemi

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:16 WIB

Sepanjang Pekan Ini, IHSG Naik 2,02 Persen

Sepanjang Pekan Ini, IHSG Naik 2,02 Persen

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2020 | 08:27 WIB

Sandiaga Uno Sebut Pasar Modal dan UMKM Bisa Selamatkan RI dari Resesi

Sandiaga Uno Sebut Pasar Modal dan UMKM Bisa Selamatkan RI dari Resesi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:45 WIB

Bos OJK Sebut Kondisi Pasar Modal Belum Sepenuhnya Bangkit

Bos OJK Sebut Kondisi Pasar Modal Belum Sepenuhnya Bangkit

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:18 WIB

IHSG Naik 1,31 Persen dalam Sepekan Terakhir

IHSG Naik 1,31 Persen dalam Sepekan Terakhir

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2020 | 09:46 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB