Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Tips Meraih Cuan dari Investasi Obligasi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2020 | 07:00 WIB
Tips Meraih Cuan dari Investasi Obligasi
Ilustrasi cuan. (Sumber : https://unsplash.com/photos/QqAkoMIN5Jk)

Suara.com - Salah satu cara meningkatkan aset yang dimiliki adalah melalui investasi di pasar modal. Namun, banyak yang menganggap bahwa investasi di pasar modal hanya berkaitan dengan saham. Padahal, berinvestasi di pasar modal tidak melulu hanya saham tetapi juga bisa melalui instrumen obligasi atau surat utang.

Berbeda dengan investasi saham, instrumen obligasi tidak mengenal kepemilikan. Obligasi merupakan pinjaman yang diberikan oleh investor kepada suatu perusahaan atau pemerintah sebagai penerbit surat utang. Dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Meski memiliki tanggal jatuh tempo, obligasi tetap bisa diperjualbelikan melalui pasar obligasi.

Imbal hasil investasi obligasi yang berada di atas deposito membuat instrumen ini menjadi pilihan yang menarik. Dengan tingkat keamanan yang tinggi terutama untuk obligasi negara, kamu bisa mendapatkan pokok investasi dan kupon (bunga) yang akan diterima secara berkala. Selain itu kamu bisa mendapatkan imbal hasil (capital gain) melalui perdagangan obligasi di pasar sekunder.

Adanya imbal hasil dan pendapatan tetap melalui kupon yang diterima secara berkala membuat obligasi menjadi instrumen investasi yang stabil dan menjanjikan. Kamu jadi bisa membuat perencanaan keuangan secara matang untuk berbagai kebutuhan seperti untuk dana pendidikan, liburan dan belanja barang impian.

Agar mendapatkan manfaat maksimal dan meraih lebih banyak cuan dari berinvestasi obligasi, kamu bisa mempraktekkan beberapa tips berikut.
1. Pilih waktu tepat untuk bertransaksi
Investasi obligasi di pasar sekunder memberi kesempatan pada kamu untuk melakukan transaksi jual dan beli obligasi kapan saja dan di mana saja. Kamu bisa mengatur sendiri kapan harus membeli dan kapan harus menjual obligasi yang dipegang. Investasi obligasi memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang disebut sebagai capital gain dari transaksi di pasar sekunder.

Sebagai contoh, kamu membeli obligasi di pasar perdana senilai Rp 5 juta dengan harga 100%. Kemudian, kamu menjual obligasi tersebut di pasar sekunder dengan harga 105% persen. Keuntungan tersebut bisa terus digandakan apalagi kamu bisa melakukan transaksi jual dan beli dengan perhitungan yang tepat. Namun, bila menginginkan keuntungan yang stabil kamu bisa menyimpan obligasi tersebut untuk mendapatkan pendapatan tetap dari kupon (bunga).

2. Ikuti rate suku bunga
Saat berinvestasi obligasi, kamu harus ingat bahwa harga obligasi selalu berbanding terbalik dengan nilai suku bunga dan imbal hasil (yield) obligasi. Harga obligasi bisa naik dan turun karena berbagai faktor seperti suku bunga.

Ketika suku bunga naik harga obligasi turun, demikian sebaliknya. Karena itu kamu perlu menentukan waktu yang tepat dalam melakukan transaksi jual beli obligasi di pasar sekunder. Perubahan suku bunga biasanya juga akan berpengaruh terhadap imbal hasil atau yield.Maka, apabila harga obligasi turun maka yield obligasi akan meningkat.

3. Pilih penerbit terpercaya
Obligasi atau surat utang bisa saja diterbitkan oleh perusahaan atau juga pemerintah melalui Surat Utang Negara. Dibanding obligasi korporasi, obligasi yang dikeluarkan pemerintah relatif lebih aman karena dijamin oleh Undang-Undang. Obligasi pemerintah juga menjanjikan imbal hasil yang tinggi dengan suku bunga yang kompetitif.

Ada beberapa jenis obligasi yang dikeluarkan oleh negara yaitu obligasi konvensional seperti Obligasi Negara Ritel atau ORI dan obligasi syariah yang dikenal dengan SUKUK. ORI dan SUKUK merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada perseorangan Warga Negara Indonesia. Dana yang terkumpul melalui penjualan ORI biasanya digunakan untuk pembiayaan proyek pembangunan atau proyek strategis pemerintah dan menutup defisit anggaran tahun berjalan.

4. Lakukan investasi online
Untuk memudahkan dan berinvestasi obligasi, kamu bisa memanfaatkan layanan transaksi obligasi online seperti fitur obligasi pasar sekunder yang disediakan oleh digibank by DBS. Layanan obligasi pasar sekunder memberi kamu kesempatan untuk memesan, membayar, dan membuat Single Investor Identification (SID) yang dibutuhkan untuk investasi, mengecek profil risiko, dan menjual surat berharga yang kamu miliki secara online.

Investasi obligasi melalui aplikasi digibank by DBS memungkinkan kamu melakukan transaksi di mana dan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu. Bagi kamu yang belum memiliki aplikasi, segeralah download dan login di aplikasi digibank by DBS. Setelah mengisi data pribadi dan mendapatkan SID kami selanjutnya sudah bisa melakukan pemesanan SBN dan menjualnya kapanpun kamu mau.

Investasi Obligasi Mudah dan Praktis dengan digibank by DBS
Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan pembelian SBN di Aplikasi digibank by DBS. Selain mudah dan menghemat waktu, kamu hanya butuh satu Aplikasi digibank by DBS untuk melakukan rangkaian pemesanan, pembelian, dan pencairan Obligasi.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi yang akurat dan tepat mengenai berbagai jenis seri SBN yang tersedia. Kamu bisa mengecek periode dan imbal hasil yang dijanjikan untuk setiap seri obligasi dari fact sheet website atau Memorandum Informasi sebelum membeli produk SBN yang diinginkan.

Di digibank by DBS kamu bisa melakukan investasi minimal dengan keuntungan maksimal mulai dari Rp 1 juta untuk seri FR dan minimal USD100 untuk seri INDON. FR merupakan seri obligasi Negara dengan mata uang IDR Konvensional seperti FR 64, FR 72, dan FR 79. Sedangkan INDON merupakan seri Obligasi Negara dengan mata uang USD seperti seri INDON 43, INDON 47N, INDON 49N, dan INDON 50 N.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Daftar Emiten Unggulan di Masa Pandemi Versi Warta Ekonomi

Ini Daftar Emiten Unggulan di Masa Pandemi Versi Warta Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 14:04 WIB

Phintraco Sekuritas Tetap Berkembang di Masa Pandemi

Phintraco Sekuritas Tetap Berkembang di Masa Pandemi

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:16 WIB

Sepanjang Pekan Ini, IHSG Naik 2,02 Persen

Sepanjang Pekan Ini, IHSG Naik 2,02 Persen

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2020 | 08:27 WIB

Sandiaga Uno Sebut Pasar Modal dan UMKM Bisa Selamatkan RI dari Resesi

Sandiaga Uno Sebut Pasar Modal dan UMKM Bisa Selamatkan RI dari Resesi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:45 WIB

Bos OJK Sebut Kondisi Pasar Modal Belum Sepenuhnya Bangkit

Bos OJK Sebut Kondisi Pasar Modal Belum Sepenuhnya Bangkit

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:18 WIB

IHSG Naik 1,31 Persen dalam Sepekan Terakhir

IHSG Naik 1,31 Persen dalam Sepekan Terakhir

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2020 | 09:46 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB