Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BRISyariah Bagikan 640 Gram Logam Mulia ke 193 Pemenang Program Hujan Emas

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 13:52 WIB
BRISyariah Bagikan 640 Gram Logam Mulia ke 193 Pemenang Program Hujan Emas
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah meluncurkan Program Hujan Emas BRIsyariah 2020 pada Mei lalu, BRIsyariah mengumumkan nasabah yang beruntung mendapatkan logam mulia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam laman resmi BRIsyariah, www.brisyariah.co.id.

“Penarikan pemenang secara acak program Hujan Emas BRIsyariah 2020 Nasional dan Hujan Emas BRIsyariah 2020 khusus Provinsi Aceh periode I telah dilakukan. Dalam penarikan pemenang secara acak didapat 193 pemenang,” ujar Kokok Alun Akbar, Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah.

Para pemenang yang beruntung tersebut mendapat logam mulia. Mereka adalah nasabah setia Tabungan Faedah BRIsyariah.

Mereka mendapat poin yang dihitung berdasarkan pembukaan awal rekening, meningkatkan Saldo Rata-Rata Harian (SRH) tabungan, dan transaksi e-channel pembayaran dan pembelian. Poin peningkatan SRH mulai dihitung, apabila SRH bulan bersangkutan pada rekening Tabungan Faedah BRISyariah iB telah mencapai minimal Rp 500.000 dan setiap peningkatan SRH kelipatan Rp 500.000 mendapatkan 5 poin.

“Artinya, makin banyak transaksi yang dilakukan lewat BRIsyariah, maka bertambah pula poin dan peluang memenangkan logam mulia,” jelas Alun.

Bagi nasabah BRIsyariah yang belum beruntung pada periode I, masih dapat mengikuti Program Hujan Emas Nasional BRIsyariah periode II yang dilangsungkan hingga 31 Desember 2020.

“Hujan Emas BRIsyariah 2020 ini, kami adakan agar masyarakat tertarik untuk menabung, khususnya membuka Tabungan Faedah BRIsyariah iB. Beragam manfaat bisa didapatkan dengan menabung di Tabungan Faedah BRIsyariah iB. Selain kesempatan mengikuti Hujan Emas BRIsyariah 2020, dengan menabung di Tabungan Faedah BRIsyariah iB nasabah dapat bertransaksi secara aman dan nyaman lewat aplikasi mobile banking BRIS Online. Di tengah pandemi Covid-19, BRIS Online memungkinkan nasabah bertransaksi kapan pun, di mana pun,” lanjut Alun.

Program Hujan Emas BRIsyariah 2020 dinilai efektif meningkatkan jumlah nasabah Tabungan Faedah.

“Sepanjang Mei-Juli 2020 kami melihat ada tren peningkatan jumlah nasabah yang menabung di Tabungan Faedah BRIsyariah sebesar 11 persen. Peningkatan ini kami pandang cukup positif di tengah pandemi covid-19. Untuk terus menarik minat masyarakat membuka Tabungan Faedah, program Hujan Emas BRIsyariah 2020 akan terus kami buka hingga bulan Desember 2020,” tambahnya.

baca juga

Di Hujan Emas BRIsyariah 2020 Nasional periode II, BRIsyariah menawarkan hadiah total 340 gram emas untuk 133 pemenang dan grand prize 250 gram emas untuk 1 pemenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjlok Rp 7.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.012.000 per Gram

Anjlok Rp 7.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.012.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 09:52 WIB

Naik Rp 8.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.019.000 per Gram

Naik Rp 8.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.019.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2020 | 09:38 WIB

BRIsyariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Perumahan 2.000 Unit

BRIsyariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Perumahan 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2020 | 16:04 WIB

Emas Masih Jadi Primadona Investasi di Masa Pandemi

Emas Masih Jadi Primadona Investasi di Masa Pandemi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2020 | 14:33 WIB

AS-China Akur, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

AS-China Akur, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2020 | 07:09 WIB

Turun Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp 1.021.000 per Gram

Turun Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp 1.021.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2020 | 10:03 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB