Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kemnaker Apresiasi Pegiat LSM yang Peduli pada Para Pekerja Anak

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2020 | 20:49 WIB
Kemnaker Apresiasi Pegiat LSM yang Peduli pada Para Pekerja Anak
Penyerahan penghargaan oleh Menaker, Ida Fauziyah, di Gedung Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Penghargaan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati pekerja anak merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kepada pegiat LSM yang memiliki kepedulian atau perhatian terhadap isu pekerja anak.

Hal ini menjadi alasan Kemnaker memberikan penghargaan kepada 23 LSM pemerhati anak. Penyerahan penghargaan dilakukan di Gedung Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

"Dalam upaya pengentasan pekerja anak, semua pihak harus bersinergi. Pemerintah tidak dapat melakukan secara sendirian, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama lintas sektor, serta peran aktif civil society. Di sinilah peran penting LSM dan partisipasi seluruh masyarakat," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah.

Kemnaker juga menyerahkan bantuan berupa paket peralatan sekolah bagi 9000 pekerja anak.

Prosesi pemberian penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Ida kepada Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia dan Jaringan LSM Penanggulangan Pekerja Anak. Sementara bantuan paket peralatan sekolah diserahkan kepada perwakilan 2 pekerja anak, yakni Valdo (14), binaan Rumah Kita (RK) dan Siti Ayuni (16), binaan Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI).

Ida mengatakan, melakukan pendampingan terhadap tumbuh kembang pekerja anak merupakan sebuah kebahagiaan, terlebih jika dapat mengantarkan pekerja anak meraih cita-citanya.

"Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain menyaksikan anak-anak yang kita dampingi menjadi anak-anak yang sukses," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pendampingan pekerja anak juga harus dilakukan, karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi anak-anak saat ini. Merekalah yang akan meneruskan sejarah bangsa Indonesia dan membawa Indonesia menjadi negara maju.

"Jadi begitu luar biasanya karena kita menaruhkan masa depan Indonesia kepada anak-anak kita hari ini," ucapnya.

Untuk itu, ia menegaskan, hal yang harus dilakukan oleh semua pihak, ialah memastikan anak-anak mendapatkan tumbuh kembang yang baik, yakni tumbuh secara optimal, baik fisik, mental, sosial, maupun intelektualnya. 

"Impossible kita bisa mencapai keinginan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, kalau kita tidak siapkan anak-anak kita dengan baik," jelasnya.

Hadir pada acara tersebut Dirjen Binwasnaker, Haiyani Rumondang; Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kemnaker; Direktur Eksekutif Jaringan LSM Penanggulangan Pekerja Anak, Ahmad Marzuki; dan Ketua YPSI, Titin Kustini.

Sebagai informasi, sejak program PPA-PKH digulirkan, yakni 2008 sampai 2019, terdapat 134.456 pekerja anak yang mendapatkan manfaat program tersebut. Adapun dari 134.456 pekerja, lebih dari 50 persen yang melanjutkan pendidikan, bahkan ratusan pekerja anak di antaranya mampu melanjutkan pendidikan menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker Tulis Surat Terbuka untuk Pekerja, Ini Isinya...

Menaker Tulis Surat Terbuka untuk Pekerja, Ini Isinya...

News | Selasa, 06 Oktober 2020 | 08:25 WIB

Sahat Sinurat Resmi Jabat Ketua Umum AMHI

Sahat Sinurat Resmi Jabat Ketua Umum AMHI

News | Minggu, 04 Oktober 2020 | 18:55 WIB

Jembatani Pekerja dan Pengusaha, Menaker Minta Instansi Dukung Mediator

Jembatani Pekerja dan Pengusaha, Menaker Minta Instansi Dukung Mediator

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 20:18 WIB

Kemnaker : Kemasan Bisa Jadi Nilai Tambah Produk yang Dihasilkan

Kemnaker : Kemasan Bisa Jadi Nilai Tambah Produk yang Dihasilkan

Bisnis | Rabu, 30 September 2020 | 16:02 WIB

Menaker Pastikan Subsidi Upah Tahap IV Tepat Sasaran

Menaker Pastikan Subsidi Upah Tahap IV Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 11:00 WIB

Kemnaker akan Siapkan 23 Ribu Tenaga Kerja Kompeten untuk KEK Galang Batang

Kemnaker akan Siapkan 23 Ribu Tenaga Kerja Kompeten untuk KEK Galang Batang

Bisnis | Sabtu, 26 September 2020 | 20:42 WIB

Terkini

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:39 WIB

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:34 WIB

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 WIB

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:17 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB