Naiknya Harga Cabai dan Bawang Jadi Penyebab Inflasi di Oktober 2020

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 02 November 2020 | 15:00 WIB
Naiknya Harga Cabai dan Bawang Jadi Penyebab Inflasi di Oktober 2020
Penjual cabai merah di Padang Pariaman. [Klik Positif]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang Oktober 2020, hasilnya pada bulan tersebut terjadi inflasi sebesar 0,07 persen.

Laju inflasi ini dipicu naiknya sejumlah harga komoditas seperti cabai merah, bawang merah hingga minyak goreng dari 90 Kota IHK yang dipantau BPS.

Hal tersebut dikatakan Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/11/2020).

"Kalau kita lihat pemicu inflasi sebesar 0,07 persen karena naiknya harga dari kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Yang pertama cabai merah yang memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen, bawang merah 0,02 persen dan satu lagi minyak goreng sebesar 0,09 persen," papar Kecuk.

Kecuk menjelaskan untuk komoditas cabai merah telah terjadi kenaikan di 82 Kota IHK yang di pantau BPS, dimana kenaikan tertinggi di wilayah Bulukumba sebesar 85 persen, Padang Sidempuan dan Tegal dengan kenaikan hampir 76 persen.

Sementara untuk bawang merah terjadi kenaikan harga di 70 Kota IHK, dimana kenaikan tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 33 persen.

"Itu yang menyebabkan kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dan memberikan andil 0,07 persen" ucapnya.

Itu berarti sepanjang tahun kalender ini laju inflasi sudah mencapai 0,95 persen, sementara secara tahunan sudah mencapai 1,44 persen.

Dari 90 kota IHK yang dipantau BPS ada 66 kota yang mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi, inflasi tertinggi terjadi di Sibolga yaitu sebesar 1,04 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Jakarta, Cirebon, Bekasi dan Jember masing-masing sebesar 0,01 persen.

baca juga

Sebaliknya deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,81 persen dan inflasi terendah terjadi di Surabaya yaitu minus 0,02 persen.

Ini merupakan laju inflasi pertama sejak 3 bulan berturut-turut mengalami deflasi dari bulan Juli, Agustus dan September akibat lemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Kecuk menjelaskan, dari 11 kelompok pengeluaran 6 diantaranya mengalami inflasi sementara 5 kelompok pengeluaran mengalami deflasi.

Dimana inflasi tertinggi untuk kelompok makanan dan minuman, tembakau yang sebesar 0,29 persen, kemudian penyediaan makanan dan minumana penyedia restoran sebesar 0,19 persen dan kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,15 persen.

Sementara untuk deflasi terjadi pada kelompok pengeluaran perumahan, perlengkapan pemeliharaan rutin rumah tangga, transportasi, informasi dan komunikasi dan kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia September 2020 Capai 153 Ribu

Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia September 2020 Capai 153 Ribu

News | Senin, 02 November 2020 | 12:33 WIB

Daya Beli Masyarakat Mulai Pulih, Inflasi Oktober 0,07 Persen

Daya Beli Masyarakat Mulai Pulih, Inflasi Oktober 0,07 Persen

Bisnis | Senin, 02 November 2020 | 11:27 WIB

Apa Sih Bedanya UMR, UMP, UMK dan UMS? Berikut Penjelasannya

Apa Sih Bedanya UMR, UMP, UMK dan UMS? Berikut Penjelasannya

Banten | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 11:11 WIB

Terkini

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Video | Kamis, 24 September 2026 | 21:10 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB

×