Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Penyintas Talasemia : Hidup Saya Bergantung pada JKN KIS

Fabiola Febrinastri

Senin, 30 November 2020 | 11:12 WIB
Penyintas Talasemia : Hidup Saya Bergantung pada JKN  KIS
Suasana kantor BPJS Kesehatan di Matraman, Jakarta, Selasa (5/12).

Suara.com - Memiliki penyakit yang tidak bisa sembuh, tentu menjadi permasalahan pelik bagi penderita. Seseorang harus memiliki dana yang tak terbatas, karena biaya pengobatannya akan sangat besar.

Kondisi inilah yang dialami Theo Ivan Widianto (24). Ia mengalami talasemia.

Theo yang didiagnosa menderita talasemia sejak kecil ini menceritakan bahwa awal diketahui menderita taalasemia adalah saat berusia 2 tahun, ketika ia mengalami panas demam yang terus-menerus. Dari pemeriksaan awal, dokter mendiagnosa sebagai anemia, namun setelah dilakukan transfusi darah, ia masih panas dan demam.

“Dari situ kemudian dilakukan cek darah lengkap. Baru ketahuan bahwa saya menderita talasemia. Sejak saat itulah, orang tua saya terus melakukan berbagai cara untuk kesembuhan saya,” ungkap Theo.

Theo Ivan Widianto (24), penderita Thalasemia. (Dok : BPJS Kesehatan)
Theo Ivan Widianto (24), penderita Talasemia. (Dok : BPJS Kesehatan)

Talasemia sendiri merupakan penyakit kelainan darah yang merupakan penyakit keturunan, yaitu mutasi genetik yang diwariskan dalam keluarga. Seseorang bisa mengidap Talasemia, jika salah satu atau kedua orangtuanya juga mengidap penyakit ini.

Selain itu, ras dan etnis tertentu juga meningkatkan risiko penyakit ini. Talasemia disebabkan oleh mutasi DNA pembuat hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

“Informasi yang kami terima saat itu, penyakit ini terjadi akibat kelainan pada faktor genetika, tetapi penyebab pasti mutasi gen bisa terjadi belum diketahui. Awalnya, orangtua saya mengobati saya di rumah sakit (RS) swasta dengan biaya yang tidak sedikit. Bahkan untuk biaya, orang tua saya menjual aset dan barang-barang yang dimiliki keluarga karena pengobatan thalasemia cukup mahal,” ujar Theo.

Dari RS swasta, lanjut Theo, akhirnya dokternya menyarankan kepada orang tua saya untuk berobat rutin ke RS Dr. Soetomo saja, karena biayanya relatif lebih rendah dari RS swasta. 

“Baru sekitar tahun 2014 atau 2015, dokter yang merawat saya di RS Soetomo menyarankan untuk mendaftar sebagai peserta Program JKN - KIS dari pemerintah, agar pengobatan saya dapat dijamin penuh, karena penyakit ini akan bersama saya terus sepanjang hidup,” terang Theo.

baca juga

Sejak saat itu, orangtua Theo menjadi lebih lega dan tenang, karena seluruh biaya pengobatan dan perawatan Theo ditanggung BPJS Kesehatan. Saat ini, Theo terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemkot Surabaya.

“Ya ibaratnya, hidup saya tergantung pada BPJS Kesehatan, karena penderita Talasemia harus melakukan pengobatan seumur hidup. Sejauh ini, pelayanan yang saya terima baik-baik saja, tidak ada diskriminasi sama sekali dan tidak dipersulit,” ungkap Theo.

Theo juga menyampaikan bahwa ia sangat terbantu dengan adanya Program JKN - KIS dari pemerintah, karena untuk pengobatan yang dilakukan setiap sebulan sekali, perkiraan biaya yang harus dikeluarkan rata-rata sekitar Rp 1,5 juta untuk perawatan dan sekitar Rp 6 juta buat obat. Sebelum ini, ia melakukan kontrol rawat jalan sebulan tiga kali.

“Jadi bisa dibayangkan kalau tidak ada Program JKN - KIS yang menjamin biaya pengobatan saya. Tentu saya tidak dapat bertahan lebih lama, karena kami mungkin telah kehabisan biaya untuk berobat. Terima kasih JKN – KIS!” pungkas Theo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kanal Digital Kini Jadi Favorit Masyarakat untuk Akses Layanan Kesehatan

Kanal Digital Kini Jadi Favorit Masyarakat untuk Akses Layanan Kesehatan

Bisnis | Minggu, 29 November 2020 | 16:32 WIB

BPJS Kesehatan Apresiasi Anggota KORPRI dalam Penerapan Protokol Kesehatan

BPJS Kesehatan Apresiasi Anggota KORPRI dalam Penerapan Protokol Kesehatan

Bisnis | Minggu, 29 November 2020 | 16:13 WIB

Dua Kali Operasi karena Saraf Terjepit, Elma: Untung Jadi Peserta JKN - KIS

Dua Kali Operasi karena Saraf Terjepit, Elma: Untung Jadi Peserta JKN - KIS

Bisnis | Jum'at, 27 November 2020 | 11:08 WIB

Reni Etipa : Jalani Kuretase, Sepenuhnya Ditanggung JKN - KIS

Reni Etipa : Jalani Kuretase, Sepenuhnya Ditanggung JKN - KIS

Bisnis | Jum'at, 27 November 2020 | 10:49 WIB

Urusan JKN-KIS Semakin Praktis dengan Mobile JKN

Urusan JKN-KIS Semakin Praktis dengan Mobile JKN

Bisnis | Kamis, 26 November 2020 | 13:57 WIB

Dengan JKN-KIS, Semuanya Menjadi Lebih Mudah

Dengan JKN-KIS, Semuanya Menjadi Lebih Mudah

Bisnis | Kamis, 26 November 2020 | 13:49 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB