Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kekhawatiran Musim Dingin

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 08:50 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kekhawatiran Musim Dingin
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia turun karena perkiraan untuk musim dingin Amerika yang hangat mengerem reli yang sempat mendorong harga ke level tertinggi tiga tahun di atas USD86 per barel pada awal sesi, dipicu pasokan yang ketat dan krisis energi global.

Mengutip CNBC, Jumat (22/10/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,21 menjadi USD84,61 per barel, setelah menyentuh USD86,10 pada sesi itu, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 92 sen menjadi USD82,50 per barel.

Harga reli pada sesi Rabu ketika Badan Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar yang lebih ketat, dengan stok minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, jatuh ke level terendah tiga tahun.

Cuaca musim dingin di sebagian besar Amerika Serikat diperkirakan lebih hangat dari rata-rata, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, yang dirilis Kamis pagi.

"Laporan itu, menunjukkan kondisi yang lebih kering dan lebih hangat di seluruh Amerika bagian selatan dan timur, memberikan tekanan pada kompleks energi tersebut," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

"Pedagang yang telah menetapkan USD86 sebagai ambang penjualan mereka mengambil kesempatan untuk mengantongi beberapa keuntungan," kata Louise Dickson, analis Rystad Energy.

Harga Brent melambung lebih dari 60 persen tahun ini, didukung peningkatan pasokan yang lambat oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya yang dikenal secara kolektif sebagai OPEC Plus, serta krisis batu bara dan gas global yang mendorong pembangkit listrik untuk beralih ke minyak mentah.

Minyak juga mendapat tekanan dari penurunan harga batu bara dan gas alam. Di China, batu bara anjlok 11 persen memperpanjang kerugian pekan ini sejak Beijing mengisyaratkan akan melakukan intervensi untuk mendinginkan pasar.

baca juga

Namun, beberapa analis memperkirakan minyak akan reli lebih lanjut karena OPEC Plus kemungkinan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi secara bertahap, kendati permintaan diprediksi mencapai tingkat pra-pandemi.

Rystad mengatakan prospeknya tetap  bullish  untuk sisa tahun ini dan Giovanni Staunovo, analis UBS, memperkirakan Brent akan diperdagangkan di USD90 pada Desember dan Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persediaan Migas AS Makin Tipis, Harga Minyak Naik Drastis

Persediaan Migas AS Makin Tipis, Harga Minyak Naik Drastis

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Stok Bahan Bakar Nasional Turun, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Stok Bahan Bakar Nasional Turun, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:28 WIB

Harga Minyak Dunia Melorot Usai Catatkan Rekor Tertingginya Karena Hal Ini

Harga Minyak Dunia Melorot Usai Catatkan Rekor Tertingginya Karena Hal Ini

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:34 WIB

Terkini

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

×