Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam

Iwan Supriyatna

Selasa, 16 November 2021 | 08:07 WIB
Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi 9 nelayan binaan dari kelompok Kimasea, Loktuan, Bontang Utara.

Suara.com - Optimalkan program terumbu buatan di perairan Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi 9 nelayan binaan dari kelompok Kimasea, Loktuan, Bontang Utara.

Kegiatan berlangsung selama 4 hari, mulai 9-13 November 2021, bekerjasama dengan Profesional Association of Diving Instructor (PADI) dari Bali.

VP CSR PKT Anggono Wijaya, mengatakan pelatihan dan sertifikasi menyelam dilaksanakan untuk mendukung perluasan program terumbu buatan PKT, khususnya monitoring berkala yang melibatkan nelayan binaan dari Kelompok Kimasea.

Hal ini merupakan bagian dari peningkatan kompetensi dan kemampuan nelayan binaan, sehingga optimalisasi program dapat tercapai secara maksimal.

Melalui bekal pelatihan dan sertifikasi, nelayan binaan didorong untuk mampu melakukan pemantauan sederhana dan monitoring perkembangan terumbu buatan dengan baik, sehingga potensi kerusakan terumbu oleh beragam faktor bisa diantisipasi.

Apalagi dengan perluasan penurunan terumbu setiap tahun, kemampuan nelayan binaan untuk melakukan perawatan hingga monitoring perlu ditingkatkan agar kesinambungan ekosistem perairan Bontang semakin terjaga.

“Menyelam perlu bekal serta pengetahuan khusus yang wajib dipenuhi. Untuk itu, pelatihan dan sertifikasi perlu dilakukan bagi nelayan binaan,” tutur Anggono ditulis Selasa (16/11/2021).

Dari pelatihan ini, nelayan binaan diharap bisa melakukan aktivitas penyelaman sesuai ketentuan, serta memperhatikan aspek keselamatan agar tidak menimbulkan risiko dalam memantau perkembangan terumbu buatan.

Selain itu, kemampuan yang dimiliki bisa dimanfaatkan dalam menjaga ekosistem perairan Bontang, baik dari sampah maupun faktor lain yang ditemukan saat aktivitas penyelaman.

baca juga

“Goals dari pelatihan ini tak hanya difokuskan untuk mendukung program terumbu buatan PKT saja, tapi juga hal lain yang sifatnya positif terhadap ekosistem perairan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Anggono.

Instruktur PADI I Ketut Tarma, menyampaikan pelatihan mencakup dasar teori hingga pengenalan alat, termasuk tata cara dan metode yang wajib dilakukan para penyelam, untuk selanjutnya diterapkan melalui praktik.

Setelah para peserta mampu memahami teori dan praktik secara benar, baru dilakukan sertifikasi dengan melihat kemampuan para penyelam mengimplementasikan materi dengan baik.

Selain untuk implementasi tata cara menyelam dengan benar, pelatihan dan sertifikasi juga upaya untuk meningkatkan aspek keselamatan dengan saling menjaga antar sesama penyelam selama melakukan aktivitas di bawah air.

“Jadi sertifikasi tidak hanya untuk mencapai aspek keselamatan bagi diri selama penyelaman saja, tapi juga mendorong kesadaran para penyelam untuk saling menjaga saat beraktivitas di bawah air,” kata I Ketut Tarma.

Khoirul Anam, salah satu nelayan binaan Kelompok Kimasea yang ikut pelatihan dan sertifikasi mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat baginya, khususnya terkait implementasi metode serta tata cara penyelaman dengan baik dan benar.

Dirinya mengakui bekal pengetahuan dan sertifikasi dibutuhkan untuk aktivitas penyelaman, karena kegiatan di bawah air tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa keterampilan yang mumpuni.

“Dengan bekal ini, kami akan terus berupaya maksimal mendukung program terumbu buatan PKT, khususnya untuk monitoring perkembangan terumbu secara berkala. Kami berterima kasih telah diberdayakan pada program ini, sehingga turut berkontribusi menjaga ekosistem perairan Bontang agar bermanfaat bagi masyarakat,” papar Anam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Mampu Menghemat Hingga Rp 60 Miliar Berkat Inovasi Talenta Perusahaan

Pupuk Kaltim Mampu Menghemat Hingga Rp 60 Miliar Berkat Inovasi Talenta Perusahaan

Bisnis | Kamis, 11 November 2021 | 20:52 WIB

47 Peserta Ikuti Program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021

47 Peserta Ikuti Program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021

Bisnis | Selasa, 09 November 2021 | 14:48 WIB

Pupuk Kaltim Terus Fasilitasi Penggunaan Tanda SNI ke Produk UMKM Mitra Binaannya

Pupuk Kaltim Terus Fasilitasi Penggunaan Tanda SNI ke Produk UMKM Mitra Binaannya

Bisnis | Senin, 08 November 2021 | 06:11 WIB

Terkini

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:31 WIB

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

×