Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi Disarankan Diperketat, Agar Tepat Sasaran

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 11 Februari 2022 | 06:22 WIB
Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi Disarankan Diperketat, Agar Tepat Sasaran
SPBU Pertamina melayani BBM bersubsidi. Sebagai ilustrasi [Suara.com].

Suara.com - Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus pengamat ekonomi Aceh Dr Mukhlis Yunus menyarankan pemerintah dan Pertamina memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran dan terhindar dari permainan pihak tertentu. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Pengawasan penyaluran BBM bersubsidi harus diperketat. Kalau perlu Satpol PP juga harus mengawasi apakah kebijakan BBM subsidi ini sudah dinikmati yang berhak atau tidak," kata Dr Mukhlis Yunus, di Banda Aceh, Kamis (10/2).

Mukhlis mengatakan, pada dasarnya setiap kebijakan pemerintah pasti ada sisi positif dan negatifnya, bahkan terkadang pemerintah mengorbankan kepentingan jangka pendek demi kepentingan jangka panjang. Seperti melakukan perubahan pada Perpres 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Mukhlis mengatakan, pada dasarnya BBM di Indonesia tidak mahal, hanya saja daya beli masyarakat yang masih lemah. Karena jika dibandingkan dengan beberapa negara lain harga BBM di Indonesia justru paling murah.

Namun, Mukhlis sangat menyesalkan selama ini BBM bersubsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat itu banyak dinikmati oleh kelompok lain yang tidak berhak.

"Jadi bukan salah kebijakan pemerintah, tetapi lemahnya pengawasan dan pengendalian, dan moral terlanggar orang kaya suka yang subsidi," ujarnya.

Mukhlis menyebutkan, sejauh ini solar bersubsidi sangat dibutuhkan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan transportasi, tetapi juga menunjang kegiatan ekonomi.

Karena itu, semua elemen seharusnya ikut serta menjaga kebijakan pemerintah dan Pertamina dalam pendistribusian BBM subsidi tersebut agar tetap sasaran seperti yang diharapkan.

"Kita boleh cek apakah yang isi solar bersubsidi mereka yang berhak, sudahkah pemerintah daerah sudah melihat bahwa kebijakan pemerintah pusat dalam mengalokasi BBM subsidi itu sudah tepat sasaran atau tidak. Itu masalah, maka harus diawasi lebih ketat," katanya.

baca juga

Menurut Mukhlis, jika penyaluran BBM bersubsidi tidak tepat sasaran, maka harapan dari kebijakan pemerintah tidak akan pernah tercapai. Karena pada pelaksanaan tidak mampu melakukan pengawasan secara baik.

Selain pengawasan, Mukhlis juga berharap masyarakat harus sadar bahwa BBM bersubsidi diperuntukkan kepada yang berhak, karenanya jangan mengambil yang bukan haknya.

"Sehingga output dari Perpres Nomor 117 tahun 2021 tersebut benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan, tidak oleh para cukong-cukong," kata Dr Mukhlis. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Mendagri Tegaskan Pengawalan Regulasi Daerah agar Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Pengawalan Regulasi Daerah agar Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Harga Bahan Bakar Melonjak Pasar Mobil Listrik Kembali Bergairah

Harga Bahan Bakar Melonjak Pasar Mobil Listrik Kembali Bergairah

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:15 WIB

PENGUMUMAN Harga BBM Naik 7 Oktober Besok Rp 3.000-an Per Liter, ESDM Afsel Beberkan Alasannya

PENGUMUMAN Harga BBM Naik 7 Oktober Besok Rp 3.000-an Per Liter, ESDM Afsel Beberkan Alasannya

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

Pajero Modifikasi Tampung 700 Liter BBM Subsidi, Bahlil Geram

Pajero Modifikasi Tampung 700 Liter BBM Subsidi, Bahlil Geram

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:18 WIB

Menteri Keuangan Mau Turunkan Harga BBM, Keluarkan Senjata Pamungkas Kurangi Beban Rakyat Thailand

Menteri Keuangan Mau Turunkan Harga BBM, Keluarkan Senjata Pamungkas Kurangi Beban Rakyat Thailand

News | Senin, 21 September 2026 | 15:50 WIB

Bahlil Diperintahkan Prabowo Siapkan Peta Jalan Mandatori E50

Bahlil Diperintahkan Prabowo Siapkan Peta Jalan Mandatori E50

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:11 WIB

Terkini

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

Banten | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award

Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Erick Thohir Singgung Sanksi Pengurangan Poin Usai Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor

Erick Thohir Singgung Sanksi Pengurangan Poin Usai Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Kisah-Kisah Tengah Malam: Menelusuri Teror dan Kegelapan Jiwa Manusia

Kisah-Kisah Tengah Malam: Menelusuri Teror dan Kegelapan Jiwa Manusia

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:27 WIB

×