Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

6.000 Hektar Sawah di Sigi Kekeringan, Petani Harapkan Bantuan Pemerintah

M Nurhadi

Jum'at, 18 Februari 2022 | 11:17 WIB
6.000 Hektar Sawah di Sigi Kekeringan, Petani Harapkan Bantuan Pemerintah
Sawah di Sigi kekeringan (Antara)

Suara.com - Diperkirakan, 6.000 hektare lahan potensial pertanian di Kabupaten Sigi kering karena kesulitan air akibat kerusakan irigasi sebagai sumber utama pemasok air pertanian.

"Area pelayanan irigasi Gumbasa untuk wilayah Kabupaten Sigi kurang lebih 8.000 hektare lahan pertanian, saat ini sehubungan dengan perbaikan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah maka kurang lebih 1.200 hektare lahan pertanian sudah diairi air dari irigasi," kata Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi Rahmat Iqbal, dalam dialog bertajuk bincang asyik (bisik), di Sigi, Kamis (18/2/2022).

Daerah Irigasi Gumbasa terletak di area lembah Palu yang memanjang dari kaki hulu Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi, mengalir hingga Sungai Kawatuna di Kota Palu.

Irigasi ini rusak total karena terdampak gempa dan likuefaksi pada 28 September 2018, yang membuat masyarakat petani kehilangan sumber utama penyuplai air ke lahan-lahan pertanian.

Ia menambahkan, irigasi itu untuk pelayanan khusus di Kabupaten Sigi mencakup 8.000 hektare lahan pertanian. 

Dari total area pelayanan itu, saat ini 1.200 lahan pertanian telah diari oleh air irigasi, masih terdapat kurang lebih 6.000 hektare lebih yang belum terairi.

Pemerintah lewat Kementerian PUPR mulai melakukan pembangunan kembali irigasi sejak tahun 2019 dimulai dari Desa Pandere Kecamatan Gumbasa. Saat ini, irigasi itu telah mengairi air hingga di Desa Kalawara Kecamatan Gumbasa dan beberapa desa di Kecamatan Tanambulava.

Sebagian wilayah yang belum terairi air irigasi, petani di wilayah itu menggunakan sumur dalam dan sumur dangkal, yang dibantu dengan sarana alkon, demi mendapatkan air pertanian. Namun, petani harus beralih dari menanam padi, ke tanaman hortikultura.

"Pascabencana 28 September 2018, petani menggunakan air dari sumur dalam dan sumur dangkal, yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, NGO dan relawan," katanya.

baca juga

"Sehingga lahan pertanian yang belum terairi air dari irigasi, dapat kembali difungsikan dengan mengandalkan air sumur dangkal dan air sumur dalam," ujarnya.

Pemkab Sigi melalui Dinas Pertanian, kata Rahmat telah mengajukan usulan ke pemerintah pusat terkait dengan rehabilitasi lahan pertanian, dan pembangunan sumur-sumur pertanian, dengan harapan nantinya dapat diberikan untuk dimanfaatkan oleh petani di Sigi.

Kesulitan itu untuk menghidupkan kembali lahan pertanian, membuat petani di wilayah itu harus beralih profesi dari petani ke buruh kasar.

"Untuk petani yang beralih profesi kami tidak memiliki data yang pasti, namun untuk Kabupaten Sigi 80 persen masyarakatnya bergantung dari sektor pertanian. Tentu, di beberapa titik wilayah yang belum terairi air irigasi, maka mereka pasti belum mampu untuk melakukan kegiatan bercocok tanam, maka ada intervensi dari pemerintah pusat dan daerah, dibantu oleh NGO dan relawan, agar petani dapat kembali mengolah lahan pertanian," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-emak Baru Belajar Nyetir, Eh Malah Nyungsep ke Sawah

Emak-emak Baru Belajar Nyetir, Eh Malah Nyungsep ke Sawah

Video | Kamis, 17 Februari 2022 | 18:30 WIB

Jangan Sampai Vagina Kering, Begini Cara Meningkatkan Hidrasi Organ Intim Wanita

Jangan Sampai Vagina Kering, Begini Cara Meningkatkan Hidrasi Organ Intim Wanita

Health | Kamis, 17 Februari 2022 | 20:30 WIB

Waduh! Baru Belajar Nyetir, Mobil Emak-emak Ini Malah Nyungsep ke Sawah

Waduh! Baru Belajar Nyetir, Mobil Emak-emak Ini Malah Nyungsep ke Sawah

Tekno | Kamis, 17 Februari 2022 | 12:07 WIB

Plt Wali Kota Bandung Sebut Kenaikan Harga Kedelai Imbas dari Gagal Panen di Brazil

Plt Wali Kota Bandung Sebut Kenaikan Harga Kedelai Imbas dari Gagal Panen di Brazil

Jabar | Rabu, 16 Februari 2022 | 12:36 WIB

Viral Dua Bocah Boncengan Naik Motor Berakhir Masuk Sawah, Warganet: Siap-siap Dimarahi Emak

Viral Dua Bocah Boncengan Naik Motor Berakhir Masuk Sawah, Warganet: Siap-siap Dimarahi Emak

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 08:17 WIB

Menilik Perjuangan Kelas dalam Kumpulan Cerita Pendek "Orang-orangan Sawah" Yeh Shengtao

Menilik Perjuangan Kelas dalam Kumpulan Cerita Pendek "Orang-orangan Sawah" Yeh Shengtao

Your Say | Selasa, 15 Februari 2022 | 19:57 WIB

Terkini

Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen

Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:10 WIB

LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan

LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan

Surakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:10 WIB

Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump

Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:08 WIB

Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar

Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:06 WIB

Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart

Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:04 WIB

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:59 WIB

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi,  Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

×