facebook

Jokowi: 85 Juta Penduduk Asia Pasifik Kembali Masuk Jurang Kemiskinan Ekstrem

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani
Jokowi: 85 Juta Penduduk Asia Pasifik Kembali Masuk Jurang Kemiskinan Ekstrem
Presiden Jokowi (suara.com/rico barino)

"Pertama, ekonomi sejumlah negara Asia Pasifik belum pulih, masih di bawah tingkat pra pandemi 70 persen dari total pengangguran baru terjadi di kawasan kita," kata Jokowi.

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengatakan kondisi ekonomi di sejumlah negara Asia Pasifik saat ini masih belum pulih dan berada di bawah tingkat pra-pandemi. Sebanyak 85 juta penduduk di negara kawasan tersebut kembali masuk ke jurang kemiskinan ekstrem.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam pembukaan sidang komisi ke-78 United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific atau UNESCAP seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/5/2022).

"Pertama, ekonomi sejumlah negara Asia Pasifik belum pulih, masih di bawah tingkat pra pandemi 70 persen dari total pengangguran baru terjadi di kawasan kita. Dan 85 juta penduduk kembali masuk ke jurang kemiskinan ekstrem," kata Jokowi.

Yang kedua adalah soal pertumbuhan ekonomi kawasan, sebagaimana prediksi IMF yang memperkirakan akan adanya penurunan sebesar 0,5 persen menjadi 4,9 persen. "Begitu juga dengan inflasi diperkirakan mencapai 8,7 persen, naik 2,8 persen dari perkiraan semula," ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Segera Turunkan Harga Minyak Goreng, Politisi PKS Tidak Percaya: Jangan Buat Janji Kepada Masyarakat

Yang ketiga, pencapaian program SDGs yang akan semakin tertunda dan jauh lebih lama. "Kawasan kita diperkirakan baru dapat mencapai SDGs paling cepat pada tahun 2065," katanya.

Tak hanya itu, menurut Global Climate Rise Index, 6 dari 10 negara paling terdampak perubahan iklim dalam jangka panjang ada di Asia Pasifik. Untuk menjawab tantangan dirinya pun mendukung sepenuhnya upaya UNESCAP memajukan A Common Agenda to Advance Sustainable Development.

Komentar