facebook

Kelola Dana JHT Sendiri dengan Manfaatkan Reksa Dana, Begini Tips Melakoninya

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kelola Dana JHT Sendiri dengan Manfaatkan Reksa Dana, Begini Tips Melakoninya
Ilustrasi investasi dana pensiun. (Envato)

Pilihlah jenis reksa dana dengan potensi imbal hasil tinggi.

Suara.com - Belum lama lalu, aturan baru terkait pencairan dana JHT atau Jaminan Hari Tua yang hanya boleh dilakukan saat peserta menginjak umur 56 tahun sempat menuai polemik. Tak sedikit pihak merasa keberatan akibat adanya aturan tersebut. Namun, beberapa pihak lainnya mengungkapkan aturan tersebut selaras dengan manfaatnya untuk menjamin kebutuhan hidup di hari tua.

Bagi yang tidak setuju dengan aturan baru tersebut, tak sedikit yang memiliki ide untuk mengelola sendiri dana JHT. Hal tersebut sebenarnya bisa saja dilakukan melalui instrumen investasi serta pengelolaan yang tepat. Salah satunya, melalui reksa dana.

Bahkan, tak sedikit orang telah memanfaatkan instrumen investasi satu ini untuk menyiapkan dana JHT atau investasi berjangka panjang lainnya. Lalu, bagaimana tips mengelola dana JHT sendiri dengan memanfaatkan reksa dana? Berikut penjelasannya.

1. Pilih Jenis Reksa Dana dengan Potensi Imbal Hasil Tinggi

Baca Juga: BNI Asset Management Terbitkan Reksa Dana Berbasis Indeks Obligasi

Saat berencana untuk mengumpulkan dana JHT, asumsi dasarnya adalah menyiapkan dana dengan jangka waktu selama paling tidak 20 tahun. Karena termasuk sebagai investasi jangka panjang, memilih reksa dana dengan potensi imbal hasil yang tinggi seperti memilih reksa dana saham tentu menjadi pilihan yang paling optimal.

Semakin lama durasi investasi pada reksa dana saham, peluang imbal hasil yang bisa didapatkan akan menjadi lebih besar. Satu hal yang terpenting adalah tetapkan niat untuk berinvestasi jangka panjang dan tak begitu mempedulikan fluktuasi jangka pendek. Dengan begitu, saat nilai investasi menurun, Anda tak akan terlalu mengambil pusing dan tetap mampu menanam modal secara rutin.

2. Tetap Lakukan Diversifikasi ke Jenis Reksa Dana Lain

Tergantung dari profil risiko dan jangka waktu investasi, Anda mungkin tetap perlu melakukan diversifikasi ke jenis reksa dana lain yang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Beberapa contohnya adalah membagi sebagian dana investasi ke reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, atau campuran. Meski begitu, reksa dana saham tetap memiliki porsi investasi yang paling besar dengan menyesuaikan profil risiko.

Karena investasi berlangsung dalam jangka panjang, semakin besar porsi investasi di reksa dana saham, peluang imbal hasilnya akan lebih optimal. Terlebih saat menggunakan metode investasi dollar cost averaging atau rutin dilakukan setiap bulan, return investasi akan menjadi lebih maksimal.

Baca Juga: Tutorial Investasi Reksa Dana

3. Selektif Memilih Produk Reksa Dana

Komentar