Gerakan #MakanTanpaSisa Targetkan Kelola 14 Ton Sampah Makanan Untuk Dijadikan Kompos

Vania Rossa

Selasa, 27 September 2022 | 18:00 WIB
Gerakan #MakanTanpaSisa Targetkan Kelola 14 Ton Sampah Makanan Untuk Dijadikan Kompos
Gerakan #MakanTanpaSisa. (Dok. Bank DBS)

Suara.com - PT Bank DBS Indonesia (DBS) kembali menyelenggarakan gerakan #MakanTanpaSisa berkolaborasi dengan PT Waste4Change Alam Indonesia (Waste4Change). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah makanan dengan lebih bijak.

Sebagai penanda dimulainya program ini, Festival #MakanTanpaSisa bertajuk “Kurangi & Kelola Sampah Makanan untuk Jaga Masa Depan” digelar di Perumahan Vida Bekasi, Minggu (25 September 2022).

Berdasarkan atas laporan kajian Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia oleh BAPPENAS RI dan Waste4Change tahun 2021, pada rentang 2000-2019, FLW atau sampah makanan di Indonesia mendominasi sekitar 44% sampah nasional yaitu setara 23-48 juta ton sampah per tahun.

Sementara itu, berdasarkan data bulan Juli 2022, total 2.000 kepala keluarga yang menghuni perumahan Vida Bekasi telah menghasilkan sekitar 47,5 ton timbulan sampah organik. Jika tidak dikelola dengan optimal, timbulan sampah ini dapat menimbulkan efek negatif bagi lingkungan. Maka dari itu, diperlukan tindakan kolaboratif dari berbagai pihak untuk mewujudkan pengelolaan sampah makanan yang bertanggung jawab.

Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan positif (purpose-driven), Bank DBS Indonesia menjalankan bisnis lebih dari sekadar mencari keuntungan, namun juga menciptakan dampak positif sejalan dengan salah satu pilar sustainability Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, gerakan #MakanTanpaSisa hadir sejak tahun 2020 sebagai bagian dari kampanye Towards Zero Food Waste. Tahun ini, Bank DBS Indonesia menargetkan penyelamatan sampah makanan sebesar 26 ton melalui berbagai kegiatan, termasuk kerja sama dengan Waste4Change sebagai salah satu wirausaha sosial yang dibina oleh DBS Foundation.

“Bank DBS Indonesia berharap kolaborasi dengan Waste4Change dan Vida Bekasi dapat berdampak positif dan signifikan bagi perubahan perilaku warga Vida untuk konsisten mengompos sebagian sampah organik yang mereka hasilkan. Hal ini sejalan dengan semangat kami untuk mengedukasi masyarakat untuk mengompos sisa makanan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) agar dapat mewujudkan zero to landfill,” ujar Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia.

Program #MakanTanpaSisa nantinya akan berjalan selama tiga bulan dengan berisikan tiga kegiatan. Alurnya terdiri dari:

  1. Festival #MakanTanpaSisa, berupa kegiatan pembuka yang berisi kompetisi memasak antar perwakilan cluster serta workshop edukasi tentang mengompos.
  2. Composting Challenge, menjadi poin utama yang bertujuan membuat warga terbiasa mengompos sampah sisa makanan di rumah.
  3. Campaign Edukasi, berisi kegiatan pemberian edukasi seputar sampah organik dan cara pengelolaannya. Diharapkan sekitar 90 warga Vida khususnya anggota Bank Sampah Vida dapat konsisten menerapkan kegiatan mengompos dalam keseharian.

Waste4Change sebagai perusahaan penyedia layanan pengelolaan sampah yang holistik mendukung upaya berbagai pihak dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah. Rumah Pemulihan Material Waste4Change mengelola sampah organik melalui dua cara, di antaranya dikompos melalui teknik open windrow juga dikelola menjadi pakan untuk budidaya larva Black Soldier Fly (BSF).

baca juga

Larva BSF bagus dijadikan pakan alami ternak dan ikan karena proteinnya yang tinggi serta dapat diproduksi secara lokal, dekat dengan sumber limbah. Sampah organik dari Perumahan Vida Bekasi juga dikelola oleh Waste4Change.

“Indonesia di tahun 2021 ditetapkan sebagai kontributor sampah makanan terbesar di dunia dan terbukti bahwa salah satu akar masalah persampahan di Indonesia adalah food waste yang setiap tahun jumlahnya hampir selalu mendominasi total sampah nasional. Program #MakanTanpaSisa ini diharapkan pesannya dapat tersampaikan ke masyarakat luas, bahwa sampah organik seperti sisa makanan dan dapur, harus semaksimal mungkin dikelola sejak dari hulu,” ujar Adhitya Prayoga, Head of Strategic Services Waste4Change, dalam keterangan tertulis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswi Indonesia Temukan Ide Brilian Perangi Sampah Makanan

Mahasiswi Indonesia Temukan Ide Brilian Perangi Sampah Makanan

Bisnis | Jum'at, 16 September 2022 | 09:31 WIB

Tekan Sampah Makanan, Kemenparekraf dan Surplus Indonesia Luncurkan Sustainable Food Tourism

Tekan Sampah Makanan, Kemenparekraf dan Surplus Indonesia Luncurkan Sustainable Food Tourism

Metro | Selasa, 23 Agustus 2022 | 11:53 WIB

Boleh Ditiru! Cara Olah Bahan Masakan Agar Tidak Jadi Sampah ala Chef Ragil

Boleh Ditiru! Cara Olah Bahan Masakan Agar Tidak Jadi Sampah ala Chef Ragil

Lifestyle | Senin, 22 Agustus 2022 | 00:05 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×