Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

4 Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah Capai Rp16.000 per Dolar AS

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2022 | 17:58 WIB
4 Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah Capai Rp16.000 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah (Foto: antara)

Suara.com - Ancaman resesi global 2023 berpengaruh pada nilai tukar rupiah terhadap dolar yang semakin melemah. Pada Selasa (18/10/2022) rupiah berada di angka Rp15.453 per dolar Amerika. Namun, apakah rupiah akan tembus ke Rp16.000 per dolar?

Pelemahan nilai rupiah bisa saja terjadi tergantung dari kondisi ekonomi yang ada. Peluang pelemahan rupiah masih terus ada. Apalagi angka Rp16.000 tidak terlalu jauh dari nilai tukar saat ini. Melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan pelemahan nilai rupiah sebagai berikut. 

1. Turunnya Supply Dolar Amerika Serikat

Dikutip dari Big Alpha, nilai tukar rupiah turun karena faktor supply yang berkurang. Pengurangan supply terjadi karena investor asing menarik diri dari Indonesia guna mengurangi risiko. Apalagi Indonesia sempat dinilai sebagai negara yang tak becus menangani pandemi Covid-19. Hal ini dapat terlihat dari Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh dan menurunnya minat beli investor. Jika terus dibiarkan, akan banyak investor asing yang memilih untuk keluar sehingga supply dolar semakin berkurang dan dapat menyebabkan kenaikan harga. 

2. Turunnya Harga Komoditas Ekspor

Menurunnya permintaan barang ekspor tentu saja berdampak pada neraca perdagangan. Ekspor sangat penting bagi sebuah negara karena jika ekspor turun, maka rupiah akan semakin melemah. 

3. Tingginya Tingkat Impor

Tentu saja nilai ekspor berbanding terbalik dengan impor. Semakin rendahnya nilai impor, maka nilai rupiah akan meningkat. Alasan inilah yang melatarbelakangi masyarakat seharusnya memilih menggunakan produk dalam negeri. Memiliki pola pikir bahwa kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar tentu saja akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal.

4. Perekonomian Amerika Serikat Yang Menguat

Faktor perekonomian Amerika Serikat yang semakin menguat tentu saja menjadi hal yang berpengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah. Semakin kuat ekonomi Amerika Serikat, akan semakin melemah nilai tukar rupiah.

Terlebih, semenjak Amerika Serikat memberlakukan kebijakan ekonominya yaitu tapering off sebagai langkah pengurangan quantitative easing atau meningkatkan suku bunga negara sehingga suplai dolar berkurang. Indonesia sebagai negara berkembang pun mudah terdepresiasi dengan pengaruh mata uang asing yang terus menekannya.

Meski banyak faktor bisa melemahkan rupiah, masyarakat sebenarnya dapat berkontribusi dalam menjaga nilai mata uang dalam negeri. Hal yang paling mudah yang dapat dilakukan antara lain dengan membeli produk dalam negeri dan berinvestasi di negeri sendiri. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IMF Minta Negara di Asia Waspada Penurunan Nilai Tukar Mata Uang: Perketat Kebijakan Moneter!

IMF Minta Negara di Asia Waspada Penurunan Nilai Tukar Mata Uang: Perketat Kebijakan Moneter!

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:46 WIB

Sumsel Sepekan: Petani di Sumsel Kesulitan BBM, Tawuran Remaja Bawa Sajam di Palembang

Sumsel Sepekan: Petani di Sumsel Kesulitan BBM, Tawuran Remaja Bawa Sajam di Palembang

Sumsel | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:18 WIB

Kurs Rupiah Melemah Lagi, Pengamat Optimis Penguatan Tipis Hari Ini

Kurs Rupiah Melemah Lagi, Pengamat Optimis Penguatan Tipis Hari Ini

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:25 WIB

Menguat 0,31%, Rupiah Pagi INi Naik ke Posisi Rp15.200

Menguat 0,31%, Rupiah Pagi INi Naik ke Posisi Rp15.200

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:42 WIB

Ikut Rupiah, IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 35 Poin

Ikut Rupiah, IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 35 Poin

| Selasa, 04 Oktober 2022 | 11:01 WIB

Rupiah Selasa pagi menguat 15 poin ke Posisi Rp15.288 per Dolar AS

Rupiah Selasa pagi menguat 15 poin ke Posisi Rp15.288 per Dolar AS

| Selasa, 04 Oktober 2022 | 09:22 WIB

Terkini

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:02 WIB

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:56 WIB

Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026

Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:48 WIB

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB