Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Diteriaki Tukang Korupsi, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Diam

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 28 November 2022 | 14:22 WIB
Diteriaki Tukang Korupsi, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Diam
Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI, Heru Pambudi.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI, Heru Pambudi menemui para ribuan pendemo yang menolak kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) pada 2023 di depan halaman kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Heru Pambudi baru menemui para pendemo setelah sebelumnya menerima perwakilan pengunjuk rasa untuk diajak berdialog di dalam kantornya. Tak kurang sekitar 2 jam pihak Kementerian Keuangan dan perwakilan petani tembakau melakukan negosiasi.

Heru Pambudi mengatakan pihaknya telah mendengar dan mencatat semua aspirasi dari petani tembakau. Tuntutan para unjuk rasa mulai dari meminta kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) dibatalkan, membatasi impor tembakau, hingga sulitnya subsidi pupuk untuk petani tembakau.

Ketika sedang memaparkan hasil pertemuannya tersebut dihadapkan para petani tembakau yang berdemo, tiba-tiba Heru Pambudi langsung diam ketika diteriaki oleh salah satu pendemo.

Pendemo tersebut mengatakan dalam bahasa Jawa. "Tukang korupsi koe cocot wae, tukang korupsi petani," teriak salah satu pendemo tersebut.

Sontak teriakan petani tersebut membuat Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi langsung diam. Lantas salah satu perwakilan petani yang melakukan pertemuan tersebut mencoba menengahi dengan cara membentak. "Hei-hei tenang-tenang. Kita damai," katanya.

Usai sedikit tenang, Heru Pambudi pun melanjutkan hasil pertemuannya tersebut dengan mengatakan berbagai tuntutan yang disampaikan petani tembakau akan ditindak lanjuti namun perlu melibatkan Kementerian dan Lembaga (K/L) yang lainnya.

Untuk itu, akan dilakukan rapat lanjutan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) guna membicarakan aspirasi yang disampaikan hari ini.

"Aspirasi tadi kami catat karena sebagian tanggung jawab Kemenkeu, tetapi sebagian ada tanggung jawab kementerian yang lain. Supaya aspirasi didengarkan secara menyeluruh, akan diundang rapat lanjutan oleh KSP langsung konkret," tuturnya.

Sebelumnya, ribuan petani tembakau pagi ini Senin (28/11/2022) berunjuk rasa menuntut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membatalkan kenaikan tarif cukai rokok yang baru saja dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu.

Para petani tembakau yang datang ini merupakan petani yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Diperkirakan jumlahnya mencapai 1.300 orang.

Dalam tuntunannya mereka meminta kepada Sri Mulyani untuk segera membatalkan kenaikan tarif cukai ini.

"Ini kebijakan yang gagal, brutal dan menyesengsarakan petani," ucap orator aksi.

Menurut orator aksi tersebut, kebijakan kenaikan tarif cukai ini benar-benar merugikan para petani, karena melanggar undang-undang dan konstitusi karena membuat susah petani tembakau.

"Ini merupakan kebijakan yang melanggar undang-undang. Bikin petani susah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Cukai Naik, Pendemo: Sri Mulyani Tega, Kami Tambah Kejepit

Tarif Cukai Naik, Pendemo: Sri Mulyani Tega, Kami Tambah Kejepit

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 13:01 WIB

Kantor Sri Mulyani Dilempari Botol Air Mineral, Tolak Kenaikan Cukai Tembakau

Kantor Sri Mulyani Dilempari Botol Air Mineral, Tolak Kenaikan Cukai Tembakau

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 10:27 WIB

Pagi-pagi Kantor Sri Mulyani Digruduk Ribuan Petani Tembakau, Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Pagi-pagi Kantor Sri Mulyani Digruduk Ribuan Petani Tembakau, Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB