Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Rupiah Jinakkan Lagi Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp15.583

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Desember 2022 | 19:50 WIB
Rupiah Jinakkan Lagi Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp15.583
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot mempertahankan keunggulan hingga akhir perdagangan pekan ini, Jumat (9/12/2022) dengan menguat di level Rp15.583 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah spot menguat 0,24 persen dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp15.621 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di Asia.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS kembali melemah karena investor bersiap terhadap pembacaan inflasi AS yang akan datang.

Selain itu, sentimen juga datang dari optimisme China atas pembukaan kembali ekonomi di negara tersebut.

"Indeks harga produsen AS, yang akan dirilis pada hari Jumat, diharapkan menunjukkan bahwa inflasi yang dihadapi oleh sektor manufaktur menurun lebih jauh di bulan November," kata Ibrahim dalam analisanya.

Angka tersebut juga diperkirakan akan menunjukkan tren serupa dalam indeks harga konsumen yang diawasi lebih ketat, yang akan dirilis minggu depan.

Pasar khawatir bahwa inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengundang lebih banyak kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, mengingat bahwa bank tersebut telah memberi sinyal bahwa sikapnya terhadap kebijakan moneter sebagian besar akan didorong oleh jalur inflasi.

Selain itu, China mengurangi beberapa pembatasan gerakan anti-Covid-19 dan tindakan pengujian minggu ini, di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap kebijakan nol-Covid yang ketat.

"Langkah tersebut meningkatkan taruhan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan pulih dengan tajam di tengah berkurangnya gangguan akibat Covid," katanya.

baca juga

Tetapi analis memperingatkan lonjakan tajam infeksi Covid setelah pembalikan. Pembacaan ekonomi yang lemah untuk bulan November juga menunjukkan bahwa perekonomian memiliki jalan panjang menuju pemulihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Baik Mata Uang Garuda Hari Ini, Menguat di Rp15.621

Nasib Baik Mata Uang Garuda Hari Ini, Menguat di Rp15.621

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2022 | 19:21 WIB

Rupiah Digital Bisa Digunakan di Metaverse, Makin Mirip Kripto?

Rupiah Digital Bisa Digunakan di Metaverse, Makin Mirip Kripto?

Bisnis | Senin, 05 Desember 2022 | 14:58 WIB

Kurs Rupiah Diprediksi Terus Menguat Efek Pengenduran Suku Bunga The Fed

Kurs Rupiah Diprediksi Terus Menguat Efek Pengenduran Suku Bunga The Fed

Bisnis | Senin, 05 Desember 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB