Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Harga Bitcoin Diprediksi Capai US$15.000 Tahun 2023, Lebih Parah dari 2022?

M Nurhadi

Jum'at, 20 Januari 2023 | 18:40 WIB
Harga Bitcoin Diprediksi Capai US$15.000 Tahun 2023, Lebih Parah dari 2022?
Kumpulan token bitcoin (mata uang virtual) ditampilkan dalam ilustrasi gambar ini diambil 8 Desember 2017. [Dok.Antara]

Suara.com - Bitcoin berpotensi anjlok ke harga US$15 ribu. Eks CEO Bursa BitMEX, Arthur Hayes beralasan, hal ini tidak lepas dari faktor risiko kripto tersebut berkaitan dengan The Fed yang berpaling dari pengetatan kuantitatif.

“Reli Bitcoin saat ini seharusnya tidak dianggap sebagai awal dari bull run baru,” kata Hayes melalui blog miliknya, dikutip via Cointelegraph.

Ia menyebut, harga Bitcoin sangat berpotensi anjlok jika The Fed memilih kebijakan yang liberal. Dengan kelonggaran inflasi AS, pengamat akan kembali memanas menantikan keputusan The Fed.

Pengetatan kuantitatif (QT) dan kenaikan suku bunga akan lebih banyak menarik perhatian, ditambah dengan penurunan suku bunga hingga potensi kuantitatif pelonggaran (QE).

Ia sendiri meyakini, penguatan harga Bitcoin yang sempat terjadi pada tahun 2020 hingga 2021 sulit kembali tercapai dalam waktu dekat.

“Jika penghapusan setengah triliun dolar pada tahun 2022 menciptakan kinerja obligasi dan saham terburuk dalam beberapa ratus tahun, bayangkan apa yang akan terjadi jika dua kali lipat dari jumlah itu dihapus pada tahun 2023,” kata dia.

Ia juga memperingatan The Fed agar kembali mempertimbangkan konsekuensi yang dihasilkan jika terus menarik likuiditas.

Hayes Optimis The Fed Bertindak

Pasar kredit yang tidak stabil, kata Hayes, membuatnya semakin yakin The Fed segera bertindak. Dia menambahkan, dalam tanggapan yang mirip dengan tindakan yang diambil pada Maret 2020, The Fed mengadakan konferensi pers darurat dan menghentikan QT, memangkas suku bunga secara signifikan, dan memulai kembali Pelonggaran Kuantitatif (QE) dengan kembali membeli obligasi.

baca juga

“Obligasi, ekuitas, dan setiap crypto di bawah tekanan semuanya dihisap," kata dia.

Cointelegraph menyebut, sejumlah pengamat bertaruh, titik terendah makro baru masih sangat mungkin mucnul kembali.

"Skenario saat ini tidak ideal karena untuk setiap orang yang memiliki aset berisiko akan bersiap untuk penarikan besar-besaran. Tahun 2023 bisa sama buruknya dengan 2022,” tulis Hayes.

“Bitcoin menghadapi penurunan hingga US$15.000 atau bahkan lebih rendah yang menjadi bagian dari kapitulasi aset berisiko massal,” sambung dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin dan Ethereum Jadi Kripto Paling Dipercaya Investor Indonesia

Bitcoin dan Ethereum Jadi Kripto Paling Dipercaya Investor Indonesia

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2023 | 11:24 WIB

Tren Crypto 2023 yang Perlu Diperhatikan, Teknologi Zero Knowledge dan Layer 2 ETH Terus Meningkat

Tren Crypto 2023 yang Perlu Diperhatikan, Teknologi Zero Knowledge dan Layer 2 ETH Terus Meningkat

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2023 | 06:21 WIB

Aset Digital Bangkit Lagi, Bitcoin Terbang 25 Persen Awal Tahun Ini

Aset Digital Bangkit Lagi, Bitcoin Terbang 25 Persen Awal Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2023 | 06:32 WIB

Harga Bitcoin Bertahan di Atas US$21.000, Diprediksi Melemah Tipis

Harga Bitcoin Bertahan di Atas US$21.000, Diprediksi Melemah Tipis

Bisnis | Senin, 16 Januari 2023 | 10:54 WIB

Kemelut PO Haryanto! Rian Mahendra Blak-blakan Emoh Balik Lagi, Bukan Sakit Hati Tapi Karena Alasan Ini

Kemelut PO Haryanto! Rian Mahendra Blak-blakan Emoh Balik Lagi, Bukan Sakit Hati Tapi Karena Alasan Ini

Selebtek | Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:29 WIB

Mayoritas Kripto Menguat Hari Ini, DOGE Jadi Terfavorit

Mayoritas Kripto Menguat Hari Ini, DOGE Jadi Terfavorit

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2023 | 16:44 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB