Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

4 Negara Ini Warganya Malas Berhubungan Seks

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Minggu, 05 Februari 2023 | 14:17 WIB
4 Negara Ini Warganya Malas Berhubungan Seks
Ilustrasi warga Jepang. (Philip FONG / AFP)

Suara.com - Tidak hanya mengalami keterpurukan ekonomi, berbagai masalah sosial juga dihadapi banyak negara. Salah satunya, alami masalah resesi seks, di mana warganya enggan punya anak.

Sehingga, kondisi ini membuat ketidakseimbangan yang mempengaruhi kestabilan negaranya.

Berdasarkan laporan World Economic Forum, rendahnya angka kelahiran membuat kelompok usia tua mendominasi suatu negara.

Kondisi itu, membuat masalah perkeonomian, salah satunya  meningkatnya biaya perawatan kesehatan dan tenaga kerja global yang lebih kecil.  Dengan diisi kaum usia tua, maka produktivitas suatu negara menurun.

Berikut negara-negara yang mengalami resesi seks:

1. Jepang

Jepang jadi negara paling tinggi dengan jumlah populasi yang tidak mau berhubungan seks, apalagi punya anak. Berdasarkan, laporan The Oriental Economist, masyarakat Jepang Total  melakukan hubungan seksual sebanyak 45 kali per tahun, tapi hanya 24% yang mengaku senang.

Survei lain yang dilakukan pada 2011 menunjukkan penduduk Jepang itu tidak merasa senang terhadap kegiatan seksual.

"30% pria Jepang mengaku malas 'ngeseks' karena alasan capek di tempat kerja. Akibatnya mereka tidak memiliki tendensi lebih untuk melakukan seks," tulis laporan The Guardian dikutip Jumat (5/3/2023).

baca juga

2. Amerika Serikat

Menurut Data Institutes for Family Studies mencatat warga Amerika serikat berumur 25 hingga 34 tahun malas berhubungan seks. Wanita jadi yang dominan enggan melakukan berhubungan badan, terlebih wanita yang berpendidikan.

Data tersebut juga mengungkapkan, wanita AS berpendidikan lebih mungkin menjomblo selama 4-10 tahun, alasannya karena karier.

3. Korea Selatan

Tidak hanya Amerika Serikat, wanita berpendidikan di Korea Selatan juga tidak tertarik dengan seks bahkan, memiliki anak.

Menurut Data N-IUSSP mengungkapkan, bahwa perempuan berpendidikan tinggi populasinya lebih banyak dibanding pria di Korea Selatan, 76% berbanding 64%.

4. Singapura

Negara tetangga Singapura juga warganya malas berhubungan seks. Hal ini dibuktikan dengan Angka kelahiran di Singapura yang hanya 1,12 pada 2021.

Kondisi ini, membuat pemerintah Singapura memperbolehkan satu wanita untuk membekukan sel telurnya.

"Beberapa perempuan menunda kehamilan karena merasa belum bertemu dengan pria yang tepat. Tapi, sebagian mengaku masih ma hamil, makanya memutuskan membekukan sel telur," imbuh Prime Minister Singapore Lee Hsien Loong, dikutip dari World Today News. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Ekonomi Masih Suram, Calon Emiten Ini Pede Mau IPO

Meski Ekonomi Masih Suram, Calon Emiten Ini Pede Mau IPO

Bisnis | Jum'at, 03 Februari 2023 | 12:52 WIB

Biar Tak Tertinggal Ekonomi, RUU Daerah Kepulaun Upaya Selamatkan Pulau Kecil di Indonesia

Biar Tak Tertinggal Ekonomi, RUU Daerah Kepulaun Upaya Selamatkan Pulau Kecil di Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2023 | 11:50 WIB

Perkuat Ekonomi Nasional, Pengamat Dukung Menteri Bahlil Terus Tingkatkan Investasi EBT

Perkuat Ekonomi Nasional, Pengamat Dukung Menteri Bahlil Terus Tingkatkan Investasi EBT

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2023 | 16:37 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB