Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kurang Efisien, Laba Indosat Anjlok 30 Persen Sepanjang Tahun 2022

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 13 Februari 2023 | 12:32 WIB
Kurang Efisien, Laba Indosat Anjlok 30 Persen Sepanjang Tahun 2022
Kinerja keuangan kurang memuaskan harus dialami PT Indosat Tbk (ISAT), pasalnya emiten telekomunikasi ini membukukan penurunan laba bersih yang signifikan sepanjang 2022.

Suara.com - Kinerja keuangan kurang memuaskan harus dialami PT Indosat Tbk (ISAT), pasalnya emiten telekomunikasi ini membukukan penurunan laba bersih yang signifikan sepanjang 2022.

Mengutip keterangan perseroan yang dimuat pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/2/2023) ISAT membukukan laba bersih sebesar Rp4,723 triliun ditahun 2022, atau turun 30 persen dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp6,75 triliun.

ISAT beralasan penurunan laba itu dipicu oleh pembengkakkan beban operasional, beban depresiasi dan amortisasi, serta biaya finansial, sebagai dampak dari penggabungan dua perusahaan, yang diimbangi oleh peningkatan pendapatan.

Secara rinci pendapatan ISAT tercatat sebesar Rp46,752 triliun naik sebesar 48,9 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp31,388 triliun. Rincinya, pendapatan selular meningkat sebesar 58,4 persen menjadi Rp40,242 triliun yang ditopang peningkatan pendapatan Data, Jasa Nilai Tambah dan Interkoneksi yang diimbangi penurunan pendapatan Telepon, SMS dan Sewa Menara.

Sedangkan pendapatan MIDI (Multimedia, Komunikasi Data, Internet) tumbuh sebesar 5,7 persen menjadi Rp5,725 triliun, yang didorong peningkatan pendapatan Layanan IT dan Internet Tetap.

Lalu, Pendapatan Telekomunikasi Tetap meningkat sebesar 36,3 persen menjadi Rp783,6 miliar yang dikontribusi oleh kenaikan pendapatan Telepon Internasional dan pendapatan Jaringan tetap.

Sayangnya, beban penyelenggaraan jasa bengkak 55,7 persen menjadi Rp21,149 triliun. Senasib, penyusutan dan amortisasi bengkak menjadi Rp13,703 triliun. Demikian juga dengan beban karyawan yang bengkak 72,4 persen menjadi Rp3,782 triliun.

Terlebih perseroan tidak lagi membukukan keuntungan bersih dari jual dan sewa balik menara. Pos ini pada tahun 2021 tercatat untung Rp6,017 triliun.

Selain itu, biaya keuangan bengkak 44,8 persen menjadi Rp4,345 triliun.Kian tertekan dengan beban pajak penghasilan yang naik 80,2 persen menjadi Rp1,165 triliun. Akibatnya, laba tahun berjalan amblas 21,7 persen menjadi Rp1,165 triliun.

baca juga

Sementara itu, Total utang sebesar Rp21, 323 triliun. Sedangkan posisi kas sebesar Rp9,507 triliun. Sehingga utang bersih sebesar Rp11, 815 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harta Low Tuck Kwong Terancam Tergerus Gegara Harga Batu Bara

Harta Low Tuck Kwong Terancam Tergerus Gegara Harga Batu Bara

Bisnis | Senin, 13 Februari 2023 | 11:24 WIB

Apes, Gautam Adani Terdepak dari Jajaran 10 Orang Terkaya Dunia

Apes, Gautam Adani Terdepak dari Jajaran 10 Orang Terkaya Dunia

Bisnis | Senin, 13 Februari 2023 | 11:22 WIB

Penjualan Jamu Lesu, Laba Emiten Sido Muncul Ambles 12,3 Persen

Penjualan Jamu Lesu, Laba Emiten Sido Muncul Ambles 12,3 Persen

Bisnis | Jum'at, 10 Februari 2023 | 13:44 WIB

Terkini

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB