Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Sri Mulyani Optimis Pendapatan Negara Tahun Ini Lebihi 100%

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Juli 2023 | 17:43 WIB
Sri Mulyani Optimis Pendapatan Negara Tahun Ini Lebihi 100%
Ilustrasi. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan optimisme pemerintah untuk mencapai postur outlook APBN 2023.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati optimis pendapatan negara pada tahun ini akan melebihi 100%. 

Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR yang beragendakan Pembahasan Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2023, Senin (10/7/2023).

Sri Mulyani menjelaskan, pendapatan negara diperkirakan realisasinya mencapai Rp2.637 triliun atau sebesar 107,1%, atau tumbuh 7% di atas target.

Penerimaan pajak diperkirakan mencapai Rp1.818,2 triliun atau 105,8% dari target atau 5,9% pertumbuhannya, penerimaan kepabeanan dan cukai Rp300 triliun atau 99% dari target, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp515,8 atau 116,9% dari target atau tumbuh 13,4%.

“Jangan lupa, tahun lalu pertumbuhan karena harga-harga komoditas yang luar biasa terjadi. Jadi ini adalah suatu prestasi untuk bisa menjaga walaupun harga komoditas mengalami penurunan dan pelemahan ekonomi global,” ungkap Menkeu di Jakarta, Senin (10/7/2023).

Di sisi belanja, Menkeu mengungkapkan, akan melebihi dari target atau yang dialokasikan. Belanja K/L direncanakan mencapai Rp1.085,5 triliun.

Sementara belanja non-KL diperkirakan sebesar Rp1.212 triliun dan transfer ke daerah diperkirakan mencapai Rp825,4 triliun lebih tinggi dari APBN Awal sebesar Rp814,7 triliun.

Dengan perkiraan pendapatan dan belanja negara tersebut, Menkeu mengungkapkan, defisit akan berada di Rp486,4 tirlliun atau 2,28% dari PDB, dengan keseimbangan primer yang mendekati balance di defisit Rp49 triliun.

“Di dalam APBN keseimbangan primer awal diperkirakan Rp156 triliun dan ini hanya Rp49 triliun. Defisit di APBN awal Rp598,2 triliun, realisasinya Rp486 triliun. Dengan penurunan defisit, kita akan melakukan issuance dari pembiayaan utang SBN dalam hal ini Rp362 triliun, ini jauh lebih kecil dibandingkan yang ada di dalam APBN awal yang mencapai Rp712,9 triliun. Jadi penurunannya hampir 50%,” jelas Menkeu.

baca juga

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan, penurunan pembiayaan bisa dilakukan karena Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun lalu akan digunakan sebesar Rp156,9 triliun, yang terdiri atas Rp100 triliun untuk penurunan utang dan Rp56 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah.

“Penerbitan SBN Rp350 triliun lebih rendah dari target APBN awal dan ini berarti kombinasi antara issuance utang yang makin rendah atau ditekan dan penggunaan SAL dan pada saat yang sama kita tetap mengamankan berbagai program-program prioritas nasional, dari mulai Pemilu, IKN, sampai dengan infrastruktur dan melindungi masyarakat dari guncangan melalui kenaikan bansos yang kita berikan terutama untuk 40% desil terbawah,” pungkas Menkeu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Buruk dari Sri Mulyani Soal Kondisi Ekonomi 2023

Kabar Buruk dari Sri Mulyani Soal Kondisi Ekonomi 2023

Bisnis | Senin, 10 Juli 2023 | 15:10 WIB

Deretan Rumah Mewah Andhi Pramono, Harga Miliaran Hasil dari Korupsi?

Deretan Rumah Mewah Andhi Pramono, Harga Miliaran Hasil dari Korupsi?

Bisnis | Minggu, 09 Juli 2023 | 11:55 WIB

Sama-Sama Pegawai, Kenapa PNS Tidak Kena Pajak Natura?

Sama-Sama Pegawai, Kenapa PNS Tidak Kena Pajak Natura?

News | Sabtu, 08 Juli 2023 | 20:06 WIB

Terkini

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:53 WIB

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:52 WIB

×