Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Tingkatkan Kapasitas Startup Wilayah Timur Indonesia Lewat Program Inkubasi dari GSMA dan Instellar Indonesia

Iwan Supriyatna

Senin, 17 Juli 2023 | 06:59 WIB
Tingkatkan Kapasitas Startup Wilayah Timur Indonesia Lewat Program Inkubasi dari GSMA dan Instellar Indonesia
GSMA Mobile Innovation Hub (GSMA MIH) berkolaborasi dengan Instellar Indonesia menghadirkan GSMA Mobile Innovation Hub.

Suara.com - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Dengan cadangan panas bumi dan nikel terbesar di dunia, tenaga air yang signifikan dan lahan untuk pembangkit tenaga surya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan energi terbarukan.

Bahkan Indonesia wilayah Timur memiliki potensi yang cukup besar, misalnya dengan kekayaan perairan yang baik, Papua memiliki potensi yang besar untuk energi hidro. Nusa Tenggara Timur dengan tingkat radiasi yang lebih tinggi memiliki potensi energi surya yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan energi hijau.

Sayangnya, kekayaan alam yang melimpah ini belum dapat dimaksimalkan oleh Indonesia untuk melakukan transisi energi secara berkelanjutan. Terlebih banyak potensi energi hijau dari wilayah bagian timur Indonesia yang belum mampu dikembangkan untuk mendukung cita-cita Indonesia menjadi 23 persen energi terbarukan dari total bauran pada tahun 2025 mendatang.

Hal inilah yang mendorong GSMA dan Instellar Indonesia untuk mendorong peningkatan kapasitas startup dari wilayah timur Indonesia agar menjadi enabler dalam mengembangkan energi terbarukan.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas startup tersebut, GSMA Mobile Innovation Hub (GSMA MIH) berkolaborasi dengan Instellar Indonesia menghadirkan GSMA Mobile Innovation Hub: Energy Action for Sustainable Transformation (GSMA MIH EAST), program inkubasi secara online dan offline selama tiga bulan yang memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas seperti go-to market strategy, sustainability roadmap dan pitch dengan value proposition yang kuat untuk masyarakat luas.

Melalui program GSMA MIH EAST ini, para pendiri perusahaan rintisan yang fokus pada bidang energi bisa mempertajam ide dan strategi bisnis yang dimilikinya agar mampu menjawab tantangan iklim global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia.

“Kami melihat bahwa dukungan terhadap perusahaan rintisan pada sektor energi masih terbatas. Padahal sebagai salah satu pusat kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara, dukungan terhadap perusahaan rintisan yang bergerak pada sektor energi sangat dibutuhkan. Program GSMA MIH EAST merupakan salah satu contoh konkret yang baik dalam memberikan dukungan kepada para startup yang fokus pada bidang energi guna mendukung Indonesia melakukan peralihan ke energi terbarukan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan,” kata Romy Cahyadi, CEO Instellar Indonesia dalam keterangannya, ditulis Senin (17/7/2023).

GSMA MIH EAST memilih 10 perusahaan rintisan untuk mengikuti kegiatan inkubasi, yakni Azura Indonesia, Biojel, Catalyzon, Cells, Crustea, GAWIREA, Interestech Indonesia (e-kanaXin), Kuantek, Water Coin dan Rubboto. Program GSMA MIH EAST mendapatkan sambutan positif dari para pendiri perusahaan rintisan.

“Program GSAM MIH EAST ini sangat membantu kami dalam mempertajam pendekatan yang kami lakukan untuk memberdayakan perempuan melalui pendidikan nonformal untuk menggunakan energi terbarukan sebagai sumber pendapatan dan menjadi desa lebih mandiri secara ekonomi dan lestari dengan energi terbarukan. Terima kasih atas pembekalan yang diberikan dan ini sangat bermanfaat bagi perjuangan kami dalam memberikan solusi untuk menjawab tantangan dan iklim global melalui inovasi digital,” kata CEO GAWIREA, Andi Rosita Dewi.

baca juga

Sementara CELLS yang bergerak dalam penyediaan produk energi alternatif terutama biomassa juga turut merasa terbantu dengan program ini.

“Program EAST adalah salah satu contoh yang baik bagaimana keberpihakan bagi startup yang bergerak di bidang energi bersih menjadi sangat penting, lewat peningkatan kapasitas. Ini membantu kami untuk lebih tajam dalam mengembangkan program untuk mengolah kelebihan pasokan tempurung kelapa dan sekam padi, CELLS berencana mengurangi penggunaan batu bara dengan menyediakan layanan co-firing,” kata Founder CELLS, Ahmad Amiruddin.

Kuantek yang berfokus pada produksi teknologi tepat guna berbasis energi baru terbarukan untuk desa-desa pesisir, daratan dan pulau-pulau kecil juga memberikan sambutan positif terhadap program GSMA MIH EAST dimana sangat bermanfaat dalam mengembangkan strategi bisnisnya.

“Aktivitas yang berlangsung di program EAST melengkapi strategi kami untuk mentransformasi pengelolaan energi bersih secara lebih menyeluruh,” kata Founder Kuantek, Ben Vasco Tarigan.

Melalui program intensif bernama GSMA MIH Energy Action for Sustainable Transformation (EAST) ini, para pendiri startup tahap awal dan eksekutif tingkat atas di sektor energi bersih dibekali pengembangan kapasitas dengan berfokus pada kebutuhan pasar, dan akses kepada investor atau pemodal yang tertarik untuk berinvestasi pada sektor energi bersih.

Kerjasama ini dijalankan melalui GSMA MIH dan dikembangkan melalui kemitraan dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) yang ditugaskan oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PGN-Pertamina NRE Gali Potensi Kembangkan Energi Rendah Karbon dan Terbarukan

PGN-Pertamina NRE Gali Potensi Kembangkan Energi Rendah Karbon dan Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 14 Juli 2023 | 11:29 WIB

Startup Deliveree di Batam Wujudkan Digitalisasi dengan Teknologi AI

Startup Deliveree di Batam Wujudkan Digitalisasi dengan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Juli 2023 | 20:25 WIB

Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Berbagai Mitra untuk Kembangkan EBT

Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Berbagai Mitra untuk Kembangkan EBT

News | Kamis, 13 Juli 2023 | 14:51 WIB

Terkini

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB