Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Tekor Garuda Indonesia Memburuk, Kini Rugi Rp1,15 Triliun di Paruh Pertama 2023

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 01 Agustus 2023 | 10:41 WIB
Tekor Garuda Indonesia Memburuk, Kini Rugi Rp1,15 Triliun di Paruh Pertama 2023
Ilustrasi. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) harus gigit jari karena masih mencatatkan kerugian yang cukup besar sepanjang paruh pertama tahun 2023.

Suara.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) harus gigit jari karena masih mencatatkan kerugian yang cukup besar sepanjang paruh pertama tahun 2023.

Mengutip laporan keuangan emiten penerbangan plat merah itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (1/8/2023) perseroan menderita rugi bersih senilai USD76,5 juta atau setara Rp1,15 triliun (Rp15.100) pada semester I 2023.

Kondisi ini memburuk dibanding periode sama tahun lalu yang membukukan laba bersih senilai USD3,761 miliar.

Dampaknya, defisit atau akumulasi kerugian kian dalam, yakni sebesar 2,1 persen dibanding akhir tahun 2022 yang menyentuh USD3,757 miliar. Hal itu membuat GIAA mengalami tekor modal atau defisiensi modal sedalam USD1,61 miliar.

Padahal, total pendapatan semester I 2023 naik 58,8 persen secara tahunan menjadi USD1,395 miliar. Penopangnya, pendapatan dari penerbangan berjadwal meningkat 62,6 persen menjadi USD1,101 miliar.

Senada, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal melonjak 63,2 persen menjadi USD142,45 juta. Demikian juga dengan pendapatan lain-lainnya tumbuh 33,6 persen menjad USD151,37 juta.

Sayangnya, beban usaha membengkak 4,1 persen menjadi USD1,268 miliar. Terlebih, beban usaha lainnya mencapai USD237, 016 juta, padahal pada semester I 2022 mencatat pendapatan lain senilai USD4,343 miliar.

Pasalnya, GIAA tidak lagi mencatatkan pendapatan restrukturisasi utang dan keuntungan dari restrukturisasi pada semester I 2023. Kedua pos ini pada semester 1 2022 membukukan pendapatan USD4,1 miliar.

Akibatnya, GIAA menderita rugi sebelum pajak senilai USD109,56 juta. Sementara itu, total kewajiban bertambah 1,5 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD7,892 miliar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngebul! Gudang Garam Serok Laba Bersih Rp3,28 Triliun di Semester I 2023

Ngebul! Gudang Garam Serok Laba Bersih Rp3,28 Triliun di Semester I 2023

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 15:35 WIB

Dana Pihak Ketiga Emiten Bank Neo Naik 37,11% Persen

Dana Pihak Ketiga Emiten Bank Neo Naik 37,11% Persen

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 10:29 WIB

Kerugian Perusahaan Properti China Evergrande Tembus Rp1.216 Triliun

Kerugian Perusahaan Properti China Evergrande Tembus Rp1.216 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Juli 2023 | 18:05 WIB

Terkini

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB