PGEO Jajaki Peluang Bisnis di Negara Pengembang Panas Bumi Terbesar Afrika

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 20 Agustus 2023 | 07:30 WIB
PGEO Jajaki Peluang Bisnis di Negara Pengembang Panas Bumi Terbesar Afrika
Ilustrasi Pembangkit energi geothermal

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) telah menyatakan tekadnya untuk memperluas bisnisnya secara global, dengan beberapa negara menjadi target utamanya.

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta, mengungkapkan bahwa ekspansi internasional ini adalah bagian dari ambisinya untuk menjadikan Pertamina Geothermal Energy sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia. PGE saat ini telah menetapkan beberapa negara sebagai sasaran ekspansinya, termasuk negara-negara di Afrika, Eropa, dan Asia.

Dikutip dari Antara, ia menegaskan, ekspansi ke luar negeri ini akan melengkapi rencana pengembangan bisnis PGE yang saat ini masih berfokus pada optimalisasi potensi panas bumi di dalam negeri. Dia juga menegaskan komitmen PGE untuk mencapai kapasitas sebesar 1 gigawatt dalam dua tahun mendatang.

Sebagai langkah awal, PGE akan menjajaki peluang bisnis di Kenya, yang terletak di Afrika Timur. Keputusan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang stabil di negara tersebut, yang memberikan peluang positif bagi PGE dalam melakukan ekspansi bisnis global.

Kenya telah menasbihkan diri sebagai pemimpin di Afrika dalam pengembangan panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 865 megawatt (MW) dan menempati peringkat ketujuh secara global.

Pada tahun 2030, Kenya bahkan berambisi memiliki kapasitas terpasang sebesar 5.530 MW dan berencana menjadikan panas bumi sebagai sumber energi bersih utama pada tahun tersebut. Selain Kenya, PGE juga mengincar peluang bisnis di Turki dan Jerman, di mana panas bumi memiliki potensi yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Dengan peluang dan potensi yang ada di pasar global, PGE berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi devisa negara. Langkah ini dianggap sebagai awal dari perjalanan PGE menuju panggung global sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam bidang panas bumi yang merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero).

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan satu Wilayah Kerja Penugasan dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW, di mana 672 MW dioperasikan dan dikelola secara langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola melalui skema kontrak operasi bersama.

Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham PGEO Meroket, Sempat Naik Hingga 9,34%

Saham PGEO Meroket, Sempat Naik Hingga 9,34%

Bisnis | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 11:40 WIB

Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Laba Rp1,39 Triliun, EBITDA Naik 13,3 Persen

Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Laba Rp1,39 Triliun, EBITDA Naik 13,3 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2023 | 11:10 WIB

Cara Warga Kenya Pulihkan Hutan yang Rusak, Kalau di Indonesia Bagaimana?

Cara Warga Kenya Pulihkan Hutan yang Rusak, Kalau di Indonesia Bagaimana?

Video | Kamis, 20 Juli 2023 | 10:00 WIB

Petani di Kenya Terbantu Panen Air Hujan saat Masa Kekeringan

Petani di Kenya Terbantu Panen Air Hujan saat Masa Kekeringan

Video | Rabu, 19 Juli 2023 | 20:50 WIB

5 Negara yang Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday September 2023, No.1 Peringkat 83 FIFA

5 Negara yang Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday September 2023, No.1 Peringkat 83 FIFA

Bola | Selasa, 11 Juli 2023 | 07:00 WIB

Beban Keuangan PGEO Naik, Begini Kata Analis

Beban Keuangan PGEO Naik, Begini Kata Analis

News | Senin, 05 Juni 2023 | 11:58 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB