Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Indonesia Dikabarkan Segera Gabung BRICS, Jokowi Hadiri Agenda KTT di Afrika Selatan

M Nurhadi

Kamis, 24 Agustus 2023 | 16:31 WIB
Indonesia Dikabarkan Segera Gabung BRICS, Jokowi Hadiri Agenda KTT di Afrika Selatan
Presiden Jokowi tiba di Johannesburg, Republik Afrika Selatan, Rabu (23/08/2023). (Foto: BPMI Setpres)

Suara.com - Pada awal Juni lalu, Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan selaku negara anggota BRICS mengadakan pertemuan di Afrika Selatan. Meskipun isu utama yang dibahas adalah Ukraina, media Rusia melaporkan adanya rencana ekspansi BRICS.

Setelah negara-negara anggota pendiri itu, kini kabarnya Arab Saudi, Iran, Ethiopia, Mesir, Argentina dan Uni Emirat Arab sudah diundang untuk bergabung.

Menariknya, media Rusia, TASS sempat menuliskan Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat berpotensi bergabung dengan BRICS dalam waktu dekat.

TASS menyatakan, "BRICS summit yang dijadwalkan akan berlangsung di Johannesburg pada akhir Agustus diperkirakan akan membahas proses penerimaan anggota baru dan mekanismenya. Beberapa negara yang masuk dalam daftar calon potensial termasuk Mesir, Indonesia, Iran, Argentina, Kazakhstan, Aljazair, Turki, Thailand, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab."

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menekankan bahwa negara yang ingin bergabung dengan BRICS tidak boleh memberlakukan sanksi atau mendukung sanksi anti-Rusia.

China saat ini masih menjadi BRICS yang paling berpengaruh dalam hal kekayaan ekonomi. Sementara itu, Rusia sedang menghadapi sanksi-sanksi dari negara-negara Barat, dan India sedang menghadapi konflik perbatasan dengan China.

Namun demikian, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Indonesia terkait potensi bergabung dengan BRICS. Sebelumnya, Indonesia telah menyatakan harapannya agar BRICS memperjuangkan hak-hak pembangunan dan keadilan ekonomi bagi negara-negara berkembang.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan pesan ini dalam pertemuan virtual dengan para Menteri Luar Negeri BRICS dan negara-negara mitra di Cape Town, Afrika Selatan, pada tanggal 2 Juni.

Retno mengungkapkan bahwa dunia saat ini terbagi menjadi blok-blok yang saling bersaing, dan tatanan dunia yang berbasis aturan telah terkikis karena setiap negara mengejar kepentingannya sendiri. Dia berharap bahwa BRICS memiliki potensi untuk menjadi kekuatan positif dalam memperbaiki tatanan global yang tidak sehat ini.

baca juga

Pertemuan para Menteri Luar Negeri BRICS juga dihadiri oleh 14 negara undangan lainnya, termasuk Arab Saudi, Argentina, Bangladesh, Burundi, Komoro, Gabon, Guinea-Bissau, Iran, Kazakhstan, Kuba, Mesir, Republik Demokratik Kongo, Uni Emirat Arab, dan Uruguay. Indonesia telah diundang untuk berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan BRICS di bawah kepemimpinan Afrika Selatan pada tahun ini.

Jokowi Datangi KTT BRICS

Presiden Jokowi dijadwalkan turut menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan seiring kunjungan di sejumlah negara di Afrika.

Dilansir oleh laman resmi Setkab RI, Jokowi tiba di Johannesburg pada tanggal 23 Agustus 2023 waktu setempat. Kedatangan Presiden disambut oleh pejabat tinggi Afrika Selatan serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afrika Selatan, yang juga bertanggung jawab untuk Botswana, Eswatini, dan Lesotho, yaitu Saud Purwanto Krisnawan.

Selain menghadiri KTT BRICS, Jokowi diagendakan untuk pertemuan bilateral dengan beberapa negara, termasuk Democratic Republic of Congo dan Afrika Selatan.

KTT BRICS saat ini sedang berlangsung, dengan partisipasi pemimpin negara-negara yang tergabung dalam aliansi ekonomi BRICS. 

Turut hadir Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden China, Xi Jinping, Perdana Menteri India, Narendra Modi, serta Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, hadir secara virtual.

Kunjungan Jokowi ke Afrika Selatan menjadi penutup dari perjalanan kunjungannya di Benua Afrika. Sebelumnya, beliau telah mengunjungi tiga negara lainnya, yaitu Kenya, Tanzania, dan Mozambik. Perlu dicatat bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Presiden Republik Indonesia ke negara Afrika Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Video Gibran dan Bobby Dukung Ganjar, Wali Kota Medan Malah Posting Kegiatan Bersama Jokowi

Ramai Video Gibran dan Bobby Dukung Ganjar, Wali Kota Medan Malah Posting Kegiatan Bersama Jokowi

News | Kamis, 24 Agustus 2023 | 08:45 WIB

Udara Jakarta Bikin Batuk, Megawati Minta Jokowi Pastikan IKN Tetap 'Segar'

Udara Jakarta Bikin Batuk, Megawati Minta Jokowi Pastikan IKN Tetap 'Segar'

News | Kamis, 24 Agustus 2023 | 07:58 WIB

Ribet! Mulai 1 Januari 2024 Jokowi Wajibkan Beli LPG 3 Kg Kudu Bawa KTP

Ribet! Mulai 1 Januari 2024 Jokowi Wajibkan Beli LPG 3 Kg Kudu Bawa KTP

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:32 WIB

Menilik Kedekatan Megawati dengan Putin: Ternyata Bestie Sejak 2003?

Menilik Kedekatan Megawati dengan Putin: Ternyata Bestie Sejak 2003?

News | Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:55 WIB

Momen Panembahan Al Nahyan Mengawal Presiden Jokowi Saat Main ke Mall di Medan Bikin Gemas

Momen Panembahan Al Nahyan Mengawal Presiden Jokowi Saat Main ke Mall di Medan Bikin Gemas

Lifestyle | Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:30 WIB

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:47 WIB

Terkini

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

×