Hamas Buka Opsi Persatuan Palestina dengan Fatah, Era Baru Perdamaian Terbentuk?

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 04 Januari 2024 | 10:34 WIB
Hamas Buka Opsi Persatuan Palestina dengan Fatah, Era Baru Perdamaian Terbentuk?
Penampakan pejuang Hamas di salah satu terowongan Gaza. (Foto: AFP)

Suara.com - Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, menyatakan ketersediaannya untuk mendukung terbentuknya pemerintahan tunggal di wilayah Palestina, termasuk di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Saat ini, Hamas memiliki kendali di Gaza, sedangkan Fatah mengurus pemerintahan di Tepi Barat.

"Kami menerima banyak masukan terkait situasi saat ini dan terbuka pada tiap masukan untuk pemerintahan Teoi Barat dan Gaza," kata dia dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Aljazirah, Selasa (2/1/2024) kemarin.

Pesan ini disampaikan saat Hamas dan Israel terus bersitegang di Gaza dan beberapa wilayah Palestina. 

Sementara, PM Israel, Benjamin Netanyahu dalam beberapa kali kesempatan menegaskan Israel tidak akan berhenti menyerang Palestina jika Hamas belum musnah.

Dua kelompok utama di Palestina, yaitu Hamas dan Fatah, telah terlibat dalam perselisihan yang berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun. Perselisihan ini dimulai ketika Hamas memenangkan pemilihan umum Palestina pada tahun 2006. Namun, Fatah dan masyarakat internasional menolak untuk mengakui kemenangan Hamas.

Pada Juni 2007, Hamas mengambil alih kendali pemerintahan di Jalur Gaza, sementara Fatah dan Otoritas Palestina menjalankan pemerintahan di Tepi Barat. Sejak saat itu, Hamas dan Fatah berada pada posisi berseberangan.

Meskipun beberapa upaya rekonsiliasi telah dilakukan antara keduanya, namun upaya tersebut selalu gagal karena Hamas sering menetapkan syarat-syarat khusus kepada Otoritas Palestina untuk mencapai perdamaian. Pada Oktober 2017, Hamas dan Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, Mesir, menunjukkan keinginan keduanya untuk berdamai setelah 10 tahun perselisihan.

Hamas kini kabarnya siap berdamai dengan Fatah tanpa syarat dan akan membahas pengelolaan di jalur Gaza. Hal itu dilakukan agar Otoritas Palestina dapat mengambil alih tugas pemerintahan di daerah yang diblokade tersebut.

Sayangnya, belum ada jawaban dari Fatah yang berada di Tepi Barat dan hingga kini Hamas masih menjadi pemegang kekuasaan di Jalur Gaza.

Baca Juga: Ini Profil Saleh Al Aroui, Wakil Petinggi Hamas Yang Tewas Dibunuh Israel Di Lebanon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI