Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Pupuk Indonesia Beberkan Keuntungan Pupuk Organik ke Hasil Pertanian

Achmad Fauzi

Senin, 05 Februari 2024 | 15:39 WIB
Pupuk Indonesia Beberkan Keuntungan Pupuk Organik ke Hasil Pertanian
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rachmat Pribadi

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau petani bisa menggunakan pupuk organik agar hasil pertanian bisa optimal. Dalam hal ini, Pupuk Indonesia menyediakan pupuk organik dan hayati seperti Phonska Alam.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmat Pribadi menjelaskan, penggunaan pupuk organik memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil pertanian. Baik dari segi kualitas maupun jumlah produksi.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga memiliki efek mengurangi dampak pencemaran lingkungan, serta berperan dalam meningkatkan kesehatan lahan pertanian secara berkelanjutan.

"Pupuk Indonesia telah mengembangkan ekosistem produk berbasis organik dan hayati untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Hal ini menjadi penting bagi penggunaan jangka panjang untuk menjaga kesehatan ekosistem pertanian secara keseluruhan. Sehingga, kami percaya bahwa dengan menyediakan berbagai pupuk organik bagi pertanian yang sehat, mampu mencapai ketahanan pangan Indonesia," ujar Rahmad seperti yang dikutip, Senin (5/2/2024).

Baca Juga: Pupuk Indonesia Dorong Anak Muda Bikin Inovasi Canggih di Sektor Pertanian

Dalam kesempatan ini, Pupuk Indonesia bersama PIKA meninjau produk beras organik kelompok tani serta melakukan penaburan pupuk NPK Phonska Alam yang terbuat dari bahan-bahan mineral alam yang dapat digunakan dalam sistem pertanian organik secara seremonial bersama perwakilan Kartini Tani Desa Mulyaharja, Bogor.

Pupuk NPK Phonska Alam ini memiliki kandungan hara N, P, dan K yang mudah larut, seimbang, dan terstandar sehingga kualitas terjamin.

Selain mendukung penggunaan pupuk organik, Pupuk Indonesia juga mengajak perempuan terlibat secara lebih aktif ke dalam industri pertanian agar dapat meningkatkan keragaman perspektif dan ide dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.

Menurut data BPS 2023, jumlah petani perempuan Indonesia tercatat sebanyak 4,2 juta orang atau mencapai 14,4% dari total petani Indonesia sejumlah 29,3 juta orang. Jumlah ini dianggap bisa memberi dampak yang signifikan bila diberdayakan secara maksimal. Itulah sebabnya inisiatif Kartini Tani Indonesia dirancang Pupuk Indonesia untuk memaksimalkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas pertanian, baik dalam aspek on-farm maupun off-farm.

Di samping itu, sektor peternakan, perkebunan, pengembangan hortikultura, dan tanaman pangan, juga diharapkan dapat berjalan lebih komprehensif.

"Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat peran perempuan melalui langkah-langkah konkret yang mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan agribisnis, peningkatan kompetensi, dan digitalisasi usaha pertanian secara berkelanjutan. Pupuk Indonesia akan melakukan implementasi program ini secara bertahap hingga Desember 2024 dengan membentuk Kartini Tani di berbagai daerah, memberikan usulan pengembangan usaha tani, mengadakan pelatihan on site, pendampingan usaha tani, jambore Kartini Tani, hingga melakukan evaluasi," kata Rahmad.

Pada kesempatan ini, Pupuk Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Benih Baik untuk menjalankan inisiatif Kartini Tani Indonesia. Komitmen bersama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak industri pertanian berkelanjutan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia dan Andy F Noya, CEO Yayasan Benih Baik Indonesia di Desa Mulyaharja, Bogor, Jawa barat (3/2/2024) dengan disaksikan langsung oleh Ketua PIKA-PI Grup, Tata Rahmad Pribadi dan perwakilan kelompok tani.

Ketua PIKA-PI Grup, Tata Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa PIKA-PI Grup senantiasa mendukung Pupuk Indonesia dalam memajukan industri pertanian nasional.

"Kartini Tani Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada industri pertanian Indonesia. Lebih dari itu, semoga melalui inisiatif ini, semakin banyak perempuan hebat yang tergerak untuk mengambil peran aktif dalam membangun industri pertanian Indonesia. Karena kami percaya bahwa dengan adanya keterlibatan perempuan, kemajuan berkelanjutan industri pertanian akan dapat terwujud," pungkas Tata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Pertanian: Panen Jagung Food Estate Gunung Mas 6,5 Ton per Hektar

Menteri Pertanian: Panen Jagung Food Estate Gunung Mas 6,5 Ton per Hektar

Bisnis | Kamis, 25 Januari 2024 | 14:15 WIB

Bau Tak Sedap Impor Bawang Putih Melebihi Kuota, Mentan Amran Mengakui

Bau Tak Sedap Impor Bawang Putih Melebihi Kuota, Mentan Amran Mengakui

Bisnis | Kamis, 18 Januari 2024 | 14:28 WIB

Dialog Bersama Petani, Ketum PPP Singgung Pasokan Pupuk dan Teknologi Pertanian

Dialog Bersama Petani, Ketum PPP Singgung Pasokan Pupuk dan Teknologi Pertanian

Bisnis | Kamis, 18 Januari 2024 | 06:33 WIB

Terkini

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!

Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:36 WIB

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:31 WIB

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:49 WIB

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:43 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:35 WIB

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB