Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rawan Politisasi Isu Jelang Pemilu, Pengamat Minta Pemerintah Hati-hati Ambil Kebijakan Publik

Iwan Supriyatna

Rabu, 07 Februari 2024 | 16:53 WIB
Rawan Politisasi Isu Jelang Pemilu, Pengamat Minta Pemerintah Hati-hati Ambil Kebijakan Publik
Ilustrasi pemilu. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Jelang pencoblosan pada 14 Februari mendatang, pemerintah diharapkan dapat menjaga kondisi sosial ekonomi tetap kondusif. Salah satunya dengan tidak mengeluarkan kebijakan atau regulasi yang bisa menimbulkan gejolak sosial di masa jelang dan pasca pencoblosan.

Berdasar Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang disusun oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ada lima provinsi yang tingkat kerawanan cukup tinggi. Lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dengan skor 88,95, kemudian disusul Sulawesi Utara (87,48), Maluku Utara (84,86), Jawa Barat (77,04), dan Kalimantan Timur (77,04).

Direktur Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Yudo Anggoro mengatakan, pada masa pemilihan seperti sekarang ada berbagai isu yang melibatkan hajat hidup orang banyak bisa menjadi pemantik gejolak di tengah masyarakat.

Mulai dari isu pangan, pupuk, ketenagakerjaan, digitalisasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta transportasi, termasuk transportasi online.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah tidak gegabah dalam melakukan perubahan aturan atau regulasi untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas di masyarakat.

“Misalnya, transportasi. Jika biaya transportasi dinaikkan maka akan berdampak pada kenaikan harga-harga lainnya. Transportasi merupakan salah satu pendorong inflasi terbesar,” katanya ditulis Rabu (7/2/2024).

Apalagi menurut Yudo, isu-isu tersebut rawan dan sensitif ditunggangi oleh kepentingan politik yang berujung pada gejolak sosial di masyarakat.

Terlebih lagi, dalam waktu dekat atau pascapemilu, masyarakat juga akan menghadapi momen bulan puasa dan lebaran yang biasanya akan mendorong kenaikan harga. Untuk itu, pemerintah disarankan untuk bisa lebih bijak dan seksama dalam mengambil keputusan.

Setelah hari raya, pemerintah juga diharapkan melihat lagi kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat sebelum kembali memutuskan mengeluarkan kebijakan.

baca juga

“Dilihat dulu nanti kondisinya seperti apa, indeks harga konsumsi berapa, jadi perlu dilihat dulu indikator-indikator pendukungnya yang ter-update,” pungkas Yudo.

Seperti diketahui, tahun 2024 ini, Indonesia tidak hanya melaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tetapi juga pemilihan legislatif baik di tingkat nasional hingga kabupaten/kota. Hajatan besar lainnya akan terjadi di bulan November mendatang, di mana akan dilaksanakan Pilkada Serentak di 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.

Senada dengan Yudo, dalam acara Deklarasi Pemilu Damai di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto, mengatakan bahwa kondisi menjelang hari pencoblosan harus bisa sejuk dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas.

“Deklarasi ini untuk meredam suasana yang kian memanas. Perbedaan pilihan biasalah, tapi jangan mau kita dipecah belah. Bangsa ini punya kita bersama, mari kita jaga bersama. Karena hanya kita yang menjaga, nggak mungkin kita harapkan orang lain yang menjaga," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantas Terang-terangan Tak Pilih Paslon Nomor 02 di Pemilu 2024, Ini Latar Belakang Keluarga Fedi Nuril

Pantas Terang-terangan Tak Pilih Paslon Nomor 02 di Pemilu 2024, Ini Latar Belakang Keluarga Fedi Nuril

Lifestyle | Rabu, 07 Februari 2024 | 16:39 WIB

Sinopsis Film Korea Honest Candidate, Kisah Komedi Politisi yang Tak Miliki Kemampuan Berbohong

Sinopsis Film Korea Honest Candidate, Kisah Komedi Politisi yang Tak Miliki Kemampuan Berbohong

Your Say | Rabu, 07 Februari 2024 | 15:52 WIB

Induk Facebook Bisa Deteksi Hoaks AI Anies-Prabowo-Mahfud

Induk Facebook Bisa Deteksi Hoaks AI Anies-Prabowo-Mahfud

Tekno | Rabu, 07 Februari 2024 | 15:37 WIB

Terkini

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:32 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

×