Tabanan Berpeluang Jadi KaTa Kreatif, Menparekraf Dorong Ikuti Program Uji Petik

Sabtu, 15 Juni 2024 | 10:07 WIB
Tabanan Berpeluang Jadi KaTa Kreatif, Menparekraf Dorong Ikuti Program Uji Petik
Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, saat menyambut para tamu delegasi World Water Forum 2024 [ANTARA/Pande Yudha].

Suara.com - Kabupaten Tabanan memiliki destinasi wisata andalan Subak Jatiluwih yang sejak 2012 diakui UNESCO--bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membidangi sektor pendidikan, keilmuan, serta kebudayaan--sebagai situs dunia.

Kawasan wisata ini semakin populer di kalangan wisatawan dan menja salah satu destinasi pilihan para delegasi kegiatan internasional yang tengah mengadakan konferensi di Bali.

Dikutip dari kantor berita Antara, bekal sebagai situs warisan budaya ini menjadi peluang untuk menetapkan tidak hanya subak namun seluruh Tabanan agar diakui UNESCO.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat berada dalam Workshop KaTa Kreatif (Kabupaten/Kota Kreatif) menyatakan bahwa saat ini Indonesia baru memiliki lima kabupaten/kota yang ditetapkan UNESCO sebagai Jaringan Kota Kreatif UNESCO. Yaitu Bandung, Jakarta, Ambon, Pekalongan, serta Solo.

Menurut Sandiaga Uno, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki peluang untuk masuk UNESCO Creative Cities Network atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO tadi.

“Sangat besar peluangnya karena Tabanan ini sudah memiliki situs warisan, langkah lengkapnya Tabanan juga bisa menjadi bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO jika mengikuti proses uji petik,” demikian paparnya di Bali pada Jumat (14/6/2024) malam.

Disebutkannya bahwa kelima kota atau kabupaten tadi, yaitu Solo, Bandung, Ambon, Jakarta, dan Pekalongan berhasil mencapai predikat KaTa Kreatif dan UNESCO Creative Cities Network berkat kekhasan masing-masing. Antara lain keunggulan dalam desain, musik, dan seni. Kekhasan ini juga bisa ditemukan di Kabupaten Tabanan.

“Kalau saya lihat tadi, pertama menarik seni pertunjukannya. Kemudian disajikan sate lilit. Jadi ada kemungkinan kuliner juga bisa masuk kekhasan,” jelas Sandiaga Uno.

“Ada dua kekhasan Tabanan yang saat ini belum kami ajukan. Sementara yang lain sudah ada. Seperti kota desain, musik, literasi, folk art. Kuliner gastronomi belum, jadi bisa diajukan,” lanjutnya.

Baca Juga: Menparekraf: Pebisnis Minuman Punya Tugas, Berkaca dari Kasus Viral Turis Rampas Truk di Bali

Dalam workshop yang dihadiri peserta KaTa Kreatif itu, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan bahwa Tabanan harus mengikuti uji petik yang pendaftarannya telah dibuka. Di mana pemerintah daerah harus melengkapi formulir yang diminta untuk dapat mengajukan diri.

“Tadi Pak Sekda Tabanan menyanggupi. Tahun depan kami akan tetapkan menjadi kota kreatif yang sesuai kaidah standar UNESCO, lalu kami ajukan mudah-mudahan bisa diterima karena standar kurasinya cukup tinggi, harus menyandingkan produk-produk paling kreatif kita,” pungkas Menparekraf Sandiaga Uno.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI