Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Perusahaan Asal Perancis Jadi yang Paling Berkelanjutan di Dunia

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 10 Juli 2024 | 09:26 WIB
Perusahaan Asal Perancis Jadi yang Paling Berkelanjutan di Dunia
PT Schneider Electric Indonesia (SEI) menjadi bagian penting dari kegiatan ASEAN Youth Dialogue 2023.

Suara.com - Schneider Electric dinobatkan sebagai perusahaan paling berkelanjutan di dunia pada tahun 2024 versi Majalah Time dan Statista. Raihan ini karena, perusahaan asal Perancis itu melakukan pengurangan emisi dan upaya perusahaan dalam membantu pelanggannya meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi.

Baik Time maupun Statista menyoroti keahlian Schneider Electric dalam teknologi dan program Schneider Sustainability Impact (SSI).

CEO Schneider Electric, Peter Herweck mengatakan, perusahaan memang berkomitmen terhadap keberlanjutan, di mana selalu mempertimbangkan lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang baik dalam pengambilan keputusan dan operasional sehari-hari.

"Itulah sebabnya kami berusaha keras untuk membuat lebih banyak lagi kemajuan dalam tujuan keberlanjutan kami dan memastikan semua orang berkontribusi untuk menciptakan dampak yang positif dan berkelanjutan," ujarnya yang dikutip, Rabu (10/7/2024).

Program SSI mendorong dan mengukur kemajuan perusahaan menuju target keberlanjutan global 2021-2025 yang berkontribusi pada enam komitmen jangka panjang yang mencakup seluruh dimensi terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Di antara kemajuan ini, perusahaan membantu pelanggan mengurangi emisi karbon mereka, sebesar 553 juta ton CO2 sejak tahun 2018. Perusahaan juga tmembuat kemajuan signifikan dalam mentransformasi rantai pasokannya sendiri.

Emisi karbon dari 1.000 pemasok teratas Schneider Electric turun 27% sejak awal program, dan 21% dari mitra rantai pasokan perusahaan yang paling strategis telah memenuhi standar kerja layak dari Schneider Electric.

Seeperti diketahui, Time dan Statista menggunakan metodologi multi-tahap yang transparan untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan paling berkelanjutan di dunia untuk tahun 2024. Dimulai dengan mengumpulkan lebih dari 5.000 perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Selanjutnya melakukan penilaian dalam empat tahap yang cukup ketat dan menyaring industri yang tidak berkelanjutan dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti peringkat dan komitmen keberlanjutan eksternal, praktik pelaporan perusahaan, serta indikator kinerja lingkungan dan sosial. Pendekatan komprehensif ini akhirnya menghasilkan peringkat 500 perusahaan dari lebih dari 30 negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mandiri Jogja Marathon 2024 Sukses Digelar dengan Terapkan Inisiatif Ramah Lingkungan untuk Kurangi Emisi Karbon

Mandiri Jogja Marathon 2024 Sukses Digelar dengan Terapkan Inisiatif Ramah Lingkungan untuk Kurangi Emisi Karbon

Bisnis | Senin, 08 Juli 2024 | 12:54 WIB

Sisihkan 400 Peserta, PT SIER Raih ASEAN Risk Award 2024 Dua Kali: Ingin Jadi Pelopor Industri Berkelanjutan

Sisihkan 400 Peserta, PT SIER Raih ASEAN Risk Award 2024 Dua Kali: Ingin Jadi Pelopor Industri Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 06 Juli 2024 | 15:23 WIB

Jalankan Bisnis Berkelanjutan, BUMN Pelindo Diganjar Ini

Jalankan Bisnis Berkelanjutan, BUMN Pelindo Diganjar Ini

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2024 | 06:54 WIB

Terkini

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB