Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Menteri Bappenas Bingung, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mandek di 5% Selama 20 Tahun Terakhir

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 23 November 2024 | 10:41 WIB
Menteri Bappenas Bingung, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mandek di 5% Selama 20 Tahun Terakhir
Menteri Bappenas Rachmat Pambudy (Foto Fadil_Suara.com)

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, mengungkapkan kebingungannya atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5% dalam 20 tahun terakhir. 

Padahal, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

"Saya merasa agak atau semacam merenung sejenak, mengapa 20 tahun terakhir perekonomian kita tidak beranjak dari 5% dan tidak (tumbuh) jauh dari 5%," kata Rachmat dalam acara Core Economic Outlook 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (23/11/2024).

Padahal kata dia, Indonesia pernah mengalami pertumbuhan ekonomi lebih dari 5% pada tahun 70-an bahkan pertumbuhannya bisa mencapai 7% sampai 8%.

Dia bilang salah satu faktornya adalah terjebaknya Indonesia dalam pendapatan kelas menengah atau middle income trap selama 30 tahun terakhir.

Rachmat menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diambil serta mencari solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan ini.

"Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi kita akan melakukan transformasi ekonomi secara besar-besaran disemua sektor, baik sektor pendidikan yang akan menghasilkan perbaikan kualitas SDM," katanya.

Selain itu pemerintah juga akan melakukan transformasi industriliasi sebagai salah satu penopang PDB RI dan tak lupa melakukan transformasi ekonomi digital yang saat ini tengah naik daun.

Tentu, berikut adalah beberapa opsi berita yang bisa Anda gunakan sebagai dasar, disesuaikan dengan sudut pandang dan informasi yang ingin Anda tekankan:

Diketahui pemerintahan Prabowo Subianto menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. 

Beberapa sektor kunci yang akan menjadi fokus utama dalam upaya mencapai target tersebut antara lain:

Hilirisasi industri: Pemerintah akan terus mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor.

Investasi: Penciptaan iklim investasi yang kondusif menjadi prioritas utama. Pemerintah akan menyederhanakan regulasi, memberikan insentif, dan meningkatkan infrastruktur untuk menarik investor asing dan domestik.

Sektor manufaktur: Sektor manufaktur akan terus didorong untuk tumbuh lebih pesat, dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan inovasi.

Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang memadai akan menjadi kunci untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Senior Ungkap Ancaman Krisis Era Orde Baru: Oil Boom Hingga Kontroversi Ibnu Sutowo

Ekonom Senior Ungkap Ancaman Krisis Era Orde Baru: Oil Boom Hingga Kontroversi Ibnu Sutowo

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 08:15 WIB

Menko Airlangga: Indonesia Siap Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Berkelanjutan dari Amerika Serikat

Menko Airlangga: Indonesia Siap Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Berkelanjutan dari Amerika Serikat

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 08:12 WIB

Legislator Nilai Wacana Kebijakan Rokok Baru Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Legislator Nilai Wacana Kebijakan Rokok Baru Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Bisnis | Jum'at, 22 November 2024 | 13:10 WIB

Terkini

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:56 WIB