Tembus Rp668 Triliun! KPR Indonesia Tunjukkan Permintaan Hunian Masih Tinggi

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 20 Januari 2025 | 14:55 WIB
Tembus Rp668 Triliun! KPR Indonesia Tunjukkan Permintaan Hunian Masih Tinggi
Ilustrasi Beli Rumah - Tata Cara Beli Rumah Bebas Pajak (Freepik)

Suara.com - Hasil Survei Perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa penyaluran kredit baru, khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mengalami peningkatan signifikan pada triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) untuk penyaluran kredit baru mencapai 97,9%, meningkat dari 80,6% pada triwulan III 2024.

Dikutip dari Antara, hal ini didorong oleh pertumbuhan kredit investasi dan modal kerja, dengan SBT masing-masing sebesar 91,7% dan 88,5%. Namun, kredit konsumsi, termasuk KPR, menunjukkan penurunan dengan SBT hanya mencapai 62,9%, turun dari 84,3% pada triwulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penyaluran KPR yang terindikasi lebih rendah, dengan SBT mencapai 53,9%.

Meskipun terdapat perlambatan dalam kredit konsumsi, sektor KPR tetap menjadi fokus utama bagi perbankan. Data dari OJK menunjukkan bahwa total nilai KPR di Indonesia mencapai Rp668,3 triliun per Februari 2024.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang stabil dalam permintaan akan hunian di tengah penurunan suku bunga acuan yang diperkirakan akan mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli rumah.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan KPR di tahun 2024. "Kami menargetkan pertumbuhan KPR non-subsidi dapat melampaui pertumbuhan KPR subsidi," ujarnya.

BTN memegang pangsa pasar KPR yang signifikan di Indonesia dan berkomitmen untuk terus mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Dalam proyeksi ke depan, BI memperkirakan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2025 akan tetap kuat dengan SBT prakiraan sebesar 82,3%.

Meskipun standar penyaluran kredit diperkirakan akan sedikit lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk KPR masih tinggi.

Dengan berbagai inisiatif dan dukungan dari lembaga keuangan seperti BTN dan bank lainnya, diharapkan sektor KPR dapat terus berkembang dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perumahan mereka. Pertumbuhan ini tidak hanya penting bagi individu tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah

BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah

Bisnis | Senin, 20 Januari 2025 | 14:54 WIB

Terkuak! Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan BI Turunkan Suku Bunga

Terkuak! Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan BI Turunkan Suku Bunga

Bisnis | Minggu, 19 Januari 2025 | 11:59 WIB

BTN Salurkan Rp 4,14 Miliar untuk Pembangunan dan Renovasi Rumah Ibadah Selama 2024

BTN Salurkan Rp 4,14 Miliar untuk Pembangunan dan Renovasi Rumah Ibadah Selama 2024

Bisnis | Sabtu, 18 Januari 2025 | 07:48 WIB

BI Proyeksi Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer pada Tahun 2025

BI Proyeksi Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer pada Tahun 2025

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 15:57 WIB

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melemah di Kuartal IV 2024

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melemah di Kuartal IV 2024

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 11:19 WIB

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 3.323 Triliun

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 3.323 Triliun

Bisnis | Kamis, 16 Januari 2025 | 15:53 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB