Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Euro-4: Antara Dukungan Tinggi dan Beban Ekonomi, Survei CORE Indonesia Ungkap Dilema Masyarakat

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 18 Maret 2025 | 12:42 WIB
Euro-4: Antara Dukungan Tinggi dan Beban Ekonomi, Survei CORE Indonesia Ungkap Dilema Masyarakat
Hasil survei CORE Indonesia menyebutkan sebesar 74,4 persen responden setuju dengan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) Euro-4. (Foto Fadil-Suara.com)

Suara.com - Kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Euro-4 menuai respons positif dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Hasil survei terbaru dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menunjukkan bahwa 74,4 persen responden setuju dengan kebijakan ini.

Namun, di balik angka dukungan yang tinggi, tersimpan kekhawatiran mendalam mengenai dampak ekonomi dan daya beli masyarakat.

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto, mengungkapkan bahwa sebagian besar responden memahami manfaat BBM Euro-4 terhadap lingkungan dan kesehatan.

"BBM Euro-4 lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi polusi udara," ujarnya dalam diskusi bertajuk "Membedah Potensi Dampak Ekonomi dan Sosial Peningkatan Kualitas BBM" di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Namun, kesadaran lingkungan ini tidak serta merta menjadi prioritas utama dalam keputusan pembelian BBM. Survei menunjukkan bahwa hanya 19 persen responden yang mengutamakan faktor lingkungan. Mayoritas responden, terutama dari kalangan menengah ke bawah, masih memprioritaskan harga sebagai faktor utama. 

"Harga BBM Euro-4 yang lebih tinggi menjadi beban bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil," jelas Akbar.

Survei CORE Indonesia mengungkap bahwa rata-rata harga maksimum yang bersedia dibayar masyarakat untuk bensin Euro-4 adalah Rp11.938 per liter, sedangkan untuk diesel Euro-4 sebesar Rp8.739 per liter.

"Meskipun ada kekhawatiran finansial, masyarakat masih memiliki willingness to pay yang positif. Artinya, mereka bersedia membayar lebih untuk kualitas BBM yang lebih baik," kata Akbar.

Namun, kesediaan ini diiringi dengan harapan agar pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan tidak membebani masyarakat. "Banyak responden yang khawatir jika harga BBM Euro-4 terus naik, daya beli mereka akan semakin tergerus," ungkap Akbar.

baca juga

Implementasi BBM Euro-4 diprediksi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut kajian CORE Indonesia, kebijakan ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2040. "Perlambatan ini disebabkan oleh penurunan pertumbuhan konsumsi rumah tangga akibat tekanan inflasi dari kenaikan harga BBM Euro-4," jelas Akbar.

Menyadari dampak ekonomi ini, mayoritas responden memiliki preferensi agar kebijakan BBM Euro-4 diimplementasikan secara bertahap.

"Masyarakat menginginkan transisi yang mulus dan tidak menimbulkan gejolak ekonomi," ujar Akbar.

Selain itu, implementasi BBM Euro-4 juga membutuhkan skema subsidi BBM yang baru. "Skema subsidi yang ada saat ini perlu dievaluasi dan disesuaikan agar tidak membebani fiskal negara," kata Akbar.

Kebijakan BBM Euro-4 merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi polusi udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Namun, implementasi kebijakan ini tidak terlepas dari tantangan, terutama terkait dengan harga dan daya beli masyarakat.

Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa kebijakan ini tidak memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

"Pemerintah perlu menjaga stabilitas harga, memberikan subsidi yang tepat sasaran, dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat BBM Euro-4," kata Akbar.

Dengan langkah-langkah yang tepat, kebijakan BBM Euro-4 diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan.

BBM Euro 4 adalah bahan bakar minyak (BBM) dengan kadar sulfur maksimal 50 ppm yang memenuhi standar emisi gas buang Euro 4. Standar ini ditetapkan oleh Uni Eropa untuk kendaraan bermotor. 

Di Indonesia, standar Euro 4 mulai diterapkan pada 8 Oktober 2018 untuk mobil berbahan bakar bensin dan 8 April 2021 untuk mobil diesel. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 Jamin Stok Energi di Jalur Mudik

Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 Jamin Stok Energi di Jalur Mudik

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:23 WIB

BUMN Ini Alokasikan Anggaran Rp11,43 Miliar untuk Program Ramadan

BUMN Ini Alokasikan Anggaran Rp11,43 Miliar untuk Program Ramadan

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 09:07 WIB

Nasib Stok BBM SPBU Swasta Selama Mudik Lebaran, Bakal Langka Lagi?

Nasib Stok BBM SPBU Swasta Selama Mudik Lebaran, Bakal Langka Lagi?

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 18:14 WIB

Terkini

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:32 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

×