LG Energy Solution Buka 1.500 Loker, Berapa Gajinya?

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 06 April 2025 | 14:04 WIB
LG Energy Solution Buka 1.500 Loker, Berapa Gajinya?
Lowongan kerja LG Energy Solution

LG Energy Solution bakal membuka lapangan kerja. Adapun perseroan telah membuka pusat pelatihan tenaga kerja di Arizona, tempat pembuat baterai tersebut membangun pabrik baterai silinder pertamanya di Amerika Serikat (AS).

Hal ini dengan tujuan membina profesional baterai lokal saat bersiap untuk memulai produksi massal tahun depan. Menurut LG Energy Solution, pembuat baterai tersebut mengadakan upacara pembukaan Akselerator Tenaga Kerja Future48 yang berfokus pada baterai bekerja sama dengan Arizona Commerce Authority, Pinal County, dan Central Arizona College pada hari Jumat.

Dilansir CNBC Interangional, akselerator Tenaga Kerja Future48 didukung melalui investasi sebesar $30 juta dari Arizona Commerce Authority untuk membangun fasilitas pelatihan manufaktur canggih di seluruh negara bagian dalam kemitraan dengan perguruan tinggi setempat.

Terletak di Kampus Superstition Mountain Central Arizona College di Apache Junction, pusat pelatihan yang baru dibuka tersebut akan memberikan pendidikan yang berfokus pada proses manufaktur baterai silinder yang digunakan untuk kendaraan listrik dan aplikasi lainnya.

“Kami akan menciptakan 1.500 peluang kerja baru secara keseluruhan pada tahun 2027, yang secara signifikan akan mengembangkan ekonomi lokal dan semakin memperkuat reputasi Arizona yang berkembang sebagai pusat manufaktur canggih,” kata Richard Ra, presiden LG Energy Solution Arizona.

“Pusat pelatihan tenaga kerja di (Central Arizona College) ini akan menjadi landasan usaha kami, mempersiapkan tenaga kerja yang sangat terampil untuk pekerjaan masa depan bagi warga Arizona dengan membangkitkan potensi mereka yang tak terbatas," tambahnya.

Lantas berapa gajinya? Ternyata LG Energy Solution, menawarkan berbagai macam gaji tergantung pada perannya, dengan teknisi yang memperoleh gaji sekitar 83.000 ribu dollar AS hingga 131.000 ribu dollar AS per tahun, dan posisi lain seperti manajer penjualan mencapai hingga 154.828 ribu dollae  per tahun.

Sementara itu, Ra mencatat bahwa pembangunan pabrik baterai silinder tersebut sudah setengah jalan selesai dan perusahaan tersebut bermaksud untuk memulai produksi sampel pada pertengahan tahun 2026 dan memulai produksi komersial pada akhir tahun.

Selain fasilitas produksi baterai silinder, kompleks manufaktur baterai LG Energy Solution senilai 5,5 miliar dollar AS mencakup pabrik untuk litium besi fosfat, atau LFP, baterai jenis kantong untuk sistem penyimpanan energi, atau ESS. Fasilitas ini juga diharapkan akan selesai dan mulai berproduksi tahun depan.

Sebelumnya, LG Energy Solution, produsen baterai asal Korea Selatan, telah melaporkan penurunan laba yang signifikan untuk kuartal kedua, yang disebabkan oleh perlambatan permintaan kendaraan listrik (EV). Perusahaan yang merupakan pemasok utama untuk Tesla, General Motors, Hyundai Motor, dan produsen mobil lainnya ini mencatat laba operasional sebesar 195 miliar won ($141 juta) untuk periode April hingga Juni.

Angka ini menunjukkan penurunan 58% dari laba 461 miliar won yang dilaporkan pada periode yang sama tahun lalu. Hasil ini telah diantisipasi, sesuai dengan perkiraan perusahaan sebelumnya.

Kinerja LG Energy Solution diawasi dengan ketat oleh investor karena merupakan pemain utama di pasar baterai global, yang menyediakan komponen penting untuk mobil listrik. Penurunan yang dilaporkan mencerminkan tren yang lebih luas di sektor EV, yang telah mengalami penurunan permintaan konsumen baru-baru ini.

Perbandingan pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun menyoroti tantangan yang dihadapi oleh produsen baterai karena pasar EV mengalami fluktuasi. Kantor pusat LG Energy Solution di Seoul memamerkan sel baterai mereka, menekankan peran perusahaan dalam rantai pasokan untuk perusahaan-perusahaan otomotif besar.

Pendapatan yang dilaporkan adalah indikator yang jelas dari keadaan pasar EV saat ini dan dampaknya terhadap pemasok seperti LG Energy Solution. Kesehatan keuangan perusahaan sangat penting untuk transisi yang sedang berlangsung menuju mobilitas listrik, dengan baterainya menjadi komponen penting untuk EV yang diproduksi oleh beberapa produsen mobil terkemuka di dunia.

Sebagai informasi, LG Energy Solution, yang dulunya merupakan bagian dari LG Chem, adalah pemain utama dalam industri baterai lithium-ion, memulai R&D sejak 1992 dan produksi massal pada 1999, dengan fokus pada solusi energi dan teknologi baterai 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:49 WIB

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB

Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran

Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:38 WIB

AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg

AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:27 WIB

Mojtaba Khamenei Tantang AS: Tarik Pasukan, Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Rp7.700 Triliun!

Mojtaba Khamenei Tantang AS: Tarik Pasukan, Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Rp7.700 Triliun!

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:02 WIB

Profil Lengkap Ali Larijani: Akademisi, Jenderal, Negosiator Nuklir, dan Penjaga Revolusi Iran

Profil Lengkap Ali Larijani: Akademisi, Jenderal, Negosiator Nuklir, dan Penjaga Revolusi Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:32 WIB

Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...

Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:13 WIB

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:47 WIB

BTS Akan Tampil di Amerika Setelah 4 Tahun, Event Eksklusif untuk ARIRANG

BTS Akan Tampil di Amerika Setelah 4 Tahun, Event Eksklusif untuk ARIRANG

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:35 WIB

AS Terpecah, Trump Meradang Joe Kent Tolak Perangi Iran: Dia Lemah!

AS Terpecah, Trump Meradang Joe Kent Tolak Perangi Iran: Dia Lemah!

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:24 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:52 WIB

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:40 WIB

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:14 WIB

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur

Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:07 WIB

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:58 WIB

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB