Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Jumlah Penumpang Turun, Badai PHK Hantui Maskapai Penerbangan Ini

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 10 April 2025 | 12:21 WIB
Jumlah Penumpang Turun, Badai PHK Hantui Maskapai Penerbangan Ini
Ilustrasi pesawat (Pixabay)

Suara.com - Maskapai penerbangan di Amerika Serikat kemungkinan akan memangkas prospek anggaranya pada 2025. Hal ini dikarenakan turunnya permintaan perjalanan, sehingga membuat kenaikan harga tiket.

"Jelas, keadaan lebih lemah daripada pada bulan Januari," kata analis Raymond James Savanthi Syth kepada CNBC International, Kamis (10/4/2025).

Jumlah penurunan penumpang dikarenakan tarif yang diberlakukan Trump membuat sebagian penumpang merasakan dampak kenaikan harga tiket yang tinggi. Salah satunya pada maskapai penerbangan Delta Air Lines yang memangkas perkiraan kuartal pertamanya, dengan alasan pemesanan korporat dan rekreasi yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Lalu American Airlines dan Southwest Airlines juga memangkas prospek mereka untuk paruh pertama tahun ini. Terlebih Southewst sudah melakukan pengurangan pegawainya imbas dari keuntungannya yang merosot.
Sejak itu, saham maskapai penerbangan telah jatuh lebih jauh, karena kekhawatiran telah tumbuh tentang melemahnya permintaan di tengah kebijakan Presiden Donald Trump, yang terbaru pemberlakukn tarif pada seluruh dunia.

"Tingkat aksi jual lebih buruk daripada kenyataan saat ini, tetapi itu tidak berarti hal itu tidak akan terjadi enam bulan dari sekarang," kata Syth.

Analis Wall Street telah memangkas target harga mereka dan menurunkan peringkat mereka pada maskapai penerbangan AS, bahkan Delta, maskapai penerbangan AS yang paling menguntungkan. Seperti pesaing utamanya United Airlines, Delta mengatakan konsumen berpenghasilan tinggi yang bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk kursi yang lebih lapang telah menjadi keuntungan bagi laba bersihnya dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, mereka tidak mengharapkan sesuatu seperti pandemi pada tahun 2020, ketika negara-negara menutup perbatasan mereka dan permintaan perjalanan udara pada dasarnya mengering dalam semalam. Itu masih merupakan krisis terburuk yang pernah terjadi di industri ini. Permintaan tidak hilang kali ini, tetapi malah menunjukkan tanda-tanda ketegangan yang juga dialami industri lain.

Delta akan menjadi maskapai penerbangan AS pertama yang melaporkan hasil triwulanan sebelum pasar dibuka pada hari Rabu. Saham maskapai penerbangan telah jatuh tahun ini. Delta anjlok lebih dari 38%, American anjlok lebih dari 45%, dan United anjlok lebih dari 40% sejauh ini pada tahun 2025.

Perubahan sentimen ini sangat mencolok bagi industri perjalanan, yang telah menikmati permintaan yang kuat, khususnya untuk tujuan internasional, sejak berakhirnya pandemi, karena konsumen lebih mengutamakan pengalaman seperti perjalanan selama berminggu-minggu melalui Jepang dan jalan-jalan ke Portugal daripada membeli barang.

Tanda-tanda permintaan internasional yang lebih rendah, selain perjalanan yang lebih lemah dari Kanada, muncul dalam pemesanan AS-Eropa. Pemesanan antara AS dan Eropa untuk Juni hingga Agustus turun sekitar 13% dibandingkan tahun lalu hingga 31 Maret, menurut perusahaan data penerbangan Cirium, meskipun memperingatkan bahwa angka-angka tersebut berasal dari agen perjalanan daring dan bukan pemesanan langsung di situs maskapai penerbangan.

“Kami memperkirakan dunia dengan pertumbuhan yang lebih lambat, inflasi yang lebih tinggi, dan AS yang lebih terisolasi akan secara signifikan mengganggu lingkungan persaingan bagi maskapai penerbangan,” tulis TD Cowen pada hari Jumat.

“Kami khawatir paradigma ekonomi baru menyebabkan penurunan struktural lain dalam perjalanan korporat sementara efek kekayaan negatif semakin meredam konsumsi, terutama oleh Baby Boomers,” tambahnya.

Institut Bank of America menulis minggu lalu bahwa bisa jadi penurunan kepercayaan konsumen baru-baru ini menyebabkan orang ragu untuk memesan perjalanan, atau mempertimbangkan untuk menguranginya. Meskipun lembaga itu menambahkan bahwa cuaca buruk dan Paskah yang terlambat tahun ini juga kemungkinan berperan.

Pimpinan maskapai penerbangan mengatakan bahwa perjalanan pemerintah, yang hanya menyumbang beberapa poin persentase dari bisnis mereka tetapi menghasilkan pendapatan jutaan dolar, telah berkurang selama PHK massal dan pemotongan biaya lainnya. Mereka akan menghadapi pertanyaan pada panggilan pendapatan bulan ini tentang efek samping, seperti pemutusan hubungan kerja di perusahaan seperti raksasa konsultan Deloitte.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang May Day, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Outsourcing dan Satgas PHK

Jelang May Day, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Outsourcing dan Satgas PHK

News | Senin, 27 April 2026 | 19:35 WIB

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:11 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:35 WIB

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

Rekaman Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Adu Banteng di Bandara JFK

Rekaman Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Adu Banteng di Bandara JFK

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:44 WIB

Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak

Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:07 WIB

Bocor! Trump Teriak-teriak selama 2 Jam hingga Diusir dari Ruangan saat 2 Pilot Jatuh di Iran

Bocor! Trump Teriak-teriak selama 2 Jam hingga Diusir dari Ruangan saat 2 Pilot Jatuh di Iran

News | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:46 WIB

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:12 WIB

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:31 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:24 WIB