Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

5 Perbankan Raksasa Umumkan PHK Besar, Ternyata Banyak dari Bank Ini

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 06 Mei 2025 | 07:12 WIB
5 Perbankan Raksasa Umumkan PHK Besar, Ternyata Banyak dari Bank Ini
5 perbankan raksasa umumkan PHK besar, ternyata banyak dari bank Ini

Suara.com - Sektor perbankan global tengah mengalami pergeseran besar yang tidak baik bagi pekerja. Dari Wall Street hingga koridor lembaga keuangan dunia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satunya adalah perbankan dunia yang memangkas para pegawainya untuk efisiensi. Diantaranya Citigroup, Goldman Sachs, HSBC, dan UBS telah mengumumkan pengurangan tenaga kerja yang signifikan. Secara keseluruhan, perkembangan ini menggambarkan gambaran yang meresahkan tentang industri perbankan terjebak di antara upaya restrukturisasi, tantangan regulasi, dan kemajuan otomatisasi yang tiada henti.

Di tengah badai global ini adalah Citigroup, yang telah meluncurkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang bertujuan untuk menghilangkan 20.000 pekerjaan pada akhir tahun 2026, sekitar 10% dari tenaga kerja globalnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya CEO Jane Fraser untuk menyederhanakan struktur bank dan meningkatkan profitabilitas setelah bertahun-tahun mengalami kinerja yang buruk. Meskipun dibingkai sebagai penataan ulang yang strategis, bagi ribuan karyawan, hal ini berarti masa depan yang tidak pasti.

Demikian pula, Deutsche Bank, pemberi pinjaman terbesar di Jerman, telah mengonfirmasi rencana untuk memangkas 3.500 pekerjaan, terutama di fungsi back-office. Pemangkasan ini merupakan kelanjutan dari upaya jangka panjang bank untuk kembali ke profitabilitas yang berkelanjutan setelah bertahun-tahun mengalami ketidakstabilan keuangan dan masalah hukum.

Lalu, raksasa perbankan Swiss UBS juga mengalami perubahan drastis. Setelah mengakuisisi Credit Suisse, UBS telah memangkas lebih dari 10.000 pekerjaan, dengan laporan yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh mantan staf Credit Suisse telah diberhentikan selama proses integrasi. PHK yang begitu besar menggarisbawahi tantangan dalam mengkonsolidasikan dua lembaga keuangan utama di pasar yang semakin bergejolak.

Di seberang Atlantik, Goldman Sachs telah mulai memberhentikan 3% hingga 5% dari tenaga kerjanya, terutama yang menyasar jabatan wakil presiden. Sementara pemangkasan ini dibingkai dalam siklus tinjauan kinerja tahunan perusahaan, skala PHK telah menimbulkan kekhawatiran tentang tantangan operasional yang lebih dalam di tengah menurunnya pendapatan dari pembuatan kesepakatan.

HSBC tidak terkecuali. Di bawah kepemimpinan CEO Georges Elhedery, bank tersebut sedang mengejar inisiatif pemangkasan biaya sebesar 1,8 miliar dollar AS, yang mencakup pengurangan biaya staf sebesar 8%. Bagian dari perombakan ini melibatkan penutupan aplikasi pembayaran internasionalnya Zing, sebuah keputusan yang kemungkinan akan memengaruhi sekitar 400 pekerjaan.

Langkah-langkah ini menyoroti pergeseran prioritas dalam perbankan global — menjauh dari usaha fintech eksperimental dan menuju efisiensi biaya inti. Barclays, bank terkemuka Inggris lainnya, juga telah bergabung dalam daftar lembaga yang memangkas tenaga kerjanya. Dilaporkan bahwa bank tersebut memangkas beberapa ratus peran dalam divisi perbankan investasinya, yang mencakup pasar global, penelitian, dan perbankan korporat.

Lalu Llyods Banking Group, yang secara tradisional dikenal dengan jaringan cabangnya yang luas, juga tengah menjalani transformasi digital. Bank tersebut telah mengumumkan akan memangkas sekitar 1.600 posisi di cabang, sekaligus menciptakan 830 posisi di tim Relationship Growth, yang menyebabkan pengurangan bersih sebanyak 770 pekerjaan.

Peralihan ke perbankan digital tidak hanya merupakan evolusi teknologi tetapi juga kontributor langsung terhadap perpindahan pekerjaan. Tren ini tidak berbeda di Asia. DBS Group Singapura telah menyusun rencana untuk memangkas 4.000 posisi kontrak dan sementara selama tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut dikaitkan dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dan otomatisasi dalam layanan perbankan. Meskipun DBS memposisikan ini sebagai strategi berwawasan ke depan, hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang nasib karyawan dalam ekosistem yang semakin digerakkan oleh teknologi.

Julius Baer, sebuah perusahaan perbankan swasta Swiss, juga telah mengumumkan pengurangan tenaga kerja sebesar 5%, yang berjumlah sekitar 400 pekerjaan. Keputusan tersebut muncul di tengah perombakan yang lebih luas yang ditujukan untuk merampingkan operasi dan mengurangi biaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Momen Keakraban Prabowo dan Macron saat bertemu di Paris

Momen Keakraban Prabowo dan Macron saat bertemu di Paris

Foto | Rabu, 15 April 2026 | 17:44 WIB

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:47 WIB

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi

Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:06 WIB

BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:59 WIB

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB