Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

7 Cara untuk Mengatur Waktu Biar Kaya Lebih Lama

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:40 WIB
7 Cara untuk Mengatur Waktu Biar Kaya Lebih Lama
7 cara untuk mengatur waktu biar kaya lebih lama

Suara.com - Orang-orang kaya sering kali mengaitkan kesuksesan mereka dengan manajemen waktu yang efektif. Mereka menyadari bahwa waktu adalah sumber daya yang paling berharga dan tidak dapat diperbarui.

Untuk itu ada prinsip-prinsip inti yang secara konsisten diterapkan untuk memaksimalkan produktivitas mereka. Serta membangun kekayaan yang lama. Berikut 7 mengatur waktu agar bisa kaya lebih lama dilansir New Trade U:

1.Gunakan Formula 80/20

Formula aturan 80/20, menyatakan bahwa 80% hasil berasal dari 20% masukan. Orang-orang kaya unggul dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan sejumlah kecil aktivitas yang menghasilkan hasil paling banyak.
Aktivitas berdampak tinggi biasanya mencakup perencanaan strategis, membangun hubungan, membuat kesepakatan, dan memecahkan masalah secara kreatif.

Tugas-tugas ini secara langsung berkontribusi pada perolehan pendapatan dan pertumbuhan bisnis. Sebaliknya, aktivitas berdampak rendah melibatkan pekerjaan administratif rutin atau rapat yang tidak perlu.
Untuk menerapkan prinsip ini, lakukan audit tugas secara berkala untuk mengidentifikasi aktivitas mana yang mendorong Anda mencapai tujuan. Lacak hasil dengan cermat dan sesuaikan fokus Anda.

2.Mulailah Setiap Hari dengan Perencanaan Selama 15 Menit
Orang-orang yang sukses mendedikasikan 10-15 menit setiap malam atau pagi untuk menguraikan prioritas mereka dan menyusun hari berikutnya bisa membuatnya kaya lebih lama. Kebiasaan sederhana ini menciptakan kejelasan dan mencegah pengambilan keputusan reaktif yang dapat menggagalkan produktivitas.

Buatlah kalender digital, perencana fisik, dan aplikasi produktivitas adalah alat yang hebat untuk proses perencanaan ini. Pndekatan yang disengaja ini secara langsung berkorelasi dengan pencapaian tujuan kekayaan jangka panjang dengan memastikan setiap hari berkontribusi secara berarti pada tujuan yang lebih besar.

3.Jadwalkan Waktu Kerja Mendalam Tanpa Gangguan

Kerja mendalami kemampuan untuk fokus tanpa gangguan pada tugas-tugas yang menuntut secara kognitif—adalah landasan penciptaan kekayaan. Orang-orang kaya melindungi blok waktu, biasanya 90-120 menit, untuk upaya terkonsentrasi pada proyek-proyek mereka yang paling penting.

baca juga

Menciptakan sesi kerja mendalam yang praktis memerlukan desain lingkungan. Serta menemukan tempat yang tenang, mematikan telepon, dan mengomunikasikan batasan kepada rekan kerja. Hubungan antara kerja mendalam yang berkelanjutan dan akumulasi kekayaan menjadi jelas ketika mempertimbangkan bahwa sebagian besar terobosan bisnis yang signifikan muncul dari periode upaya yang intens dan terfokus.

4. Bangun Sistem untuk Delegasi Strategis dan Outsourcing

Orang kaya menyadari bahwa waktu mereka harus difokuskan pada aktivitas yang memaksimalkan nilai unik mereka. Mereka mengembangkan sistem untuk mendelegasikan tugas rutin, khusus, atau memakan waktu kepada orang lain. Pola pikir ini bergeser dari melakukan semuanya secara pribadi menjadi memanfaatkan keahlian orang lain yang menandai perbedaan mendasar dalam akumulasi kekayaan.

Pilihan delegasi yang efektif meliputi perekrutan karyawan, melibatkan asisten virtual, atau mengontrak pekerja lepas. Kuncinya terletak pada mengidentifikasi tugas mana yang memerlukan perhatian pribadi dan mana yang dapat ditangani oleh orang lain. Ketika satu jam waktu Anda menghasilkan nilai yang jauh lebih besar daripada biaya pendelegasian tugas, delegasi menjadi rasional secara ekonomi.

5.Manfaatkan Teknologi dan Sistem Otomatis

Ketika digunakan secara strategis, teknologi berfungsi sebagai pengganda kekuatan untuk manajemen waktu. Orang kaya berinvestasi dalam alat yang mengotomatiskan tugas rutin dan menyederhanakan alur kerja. Perangkat lunak manajemen proyek, asisten AI, dan platform otomatisasi mengubah pekerjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Dibalik Integrasi Perbankan: Mengapa Sistem Universal Banking Bisa Menghancurkan Stabilitas Ekonomi?

Dibalik Integrasi Perbankan: Mengapa Sistem Universal Banking Bisa Menghancurkan Stabilitas Ekonomi?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:13 WIB

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:42 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Saatnya Jadi Produsen, Bukan Sekadar Konsumen! Pelajaran dari Sadar Kaya

Saatnya Jadi Produsen, Bukan Sekadar Konsumen! Pelajaran dari Sadar Kaya

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:00 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:59 WIB

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×