Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

BUMN Pelabuhan Makin Gencar Beri Literasi Industri Maritim

Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 18 Mei 2025 | 06:25 WIB
BUMN Pelabuhan Makin Gencar Beri Literasi Industri Maritim
Pelindo menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan wilayah operasional melalui pemahaman literasi di industri maritim.

Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan wilayah operasional melalui program edukatif "Pelindo Mengajar" di SDN Pulau Panggang 2 Pagi, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. 

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional 2025 ini, mengusung tema ‘Gerbang Mimpi, Lautan Ilmu: Pelindo Mengajar untuk Anak Pulau’, menjadi langkah strategis Pelindo dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan potensi sektor maritim sejak dini.

Inisiatif yang melibatkan ratusan siswa dari kelas I hingga VI ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial. Dari sudut pandang ekonomi, program ini merupakan investasi jangka panjang Pelindo dalam menciptakan generasi muda yang literat dan memiliki pemahaman tentang dunia kerja, khususnya di sektor kepelabuhanan. 

Pengenalan profesi melalui cerita interaktif oleh karyawan Pelindo membuka wawasan siswa terhadap peluang karir di masa depan, sekaligus menumbuhkan minat terhadap industri maritim yang memiliki potensi ekonomi besar bagi Indonesia.

Direktur SDM dan Umum Pelindo, Ihsanuddin Usman, menekankan bahwa pendidikan dan literasi adalah fondasi penting dalam membangun generasi muda, terutama di wilayah kepulauan yang seringkali menghadapi keterbatasan akses. Langkah Pelindo ini sejalan dengan peran BUMN sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). 

Pendidikan dan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda, terlebih di kawasan kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri. Program ini dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap pendidikan dan masa depan pekerjaan,” kata Direktur SDM dan Umum Pelindo, Ihsanuddin Usman dalam keterangannya dikutip Minggu (18/5/2025).

Alokasi sumber daya untuk program pendidikan seperti ini menunjukkan kesadaran Pelindo akan pentingnya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, keterlibatan siswa dalam pengecatan mural bertema pendidikan, lingkungan, dan kemaritiman bukan hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga menstimulasi kreativitas dan menanamkan nilai-nilai penting sejak dini. Pesan-pesan visual seperti “Pendidikan adalah kunci masa depan” dan “Laut kita, kehidupan kita” secara tidak langsung membangun kesadaran akan potensi sumber daya laut yang dimiliki Indonesia, yang merupakan aset ekonomi yang sangat berharga.

Renovasi lapangan sekolah dan pembangunan “Gerbang Mimpi,” sebuah sudut baca terbuka dengan koleksi buku yang berasal dari program BMP Ripple Kindness, merupakan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan menarik. Investasi dalam infrastruktur pendidikan di wilayah terpencil seperti Kepulauan Seribu memiliki dampak multiplier effect. Peningkatan kualitas pendidikan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

baca juga

Program Pelindo Mengajar yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Alumni Relawan Bakti BUMN, BUMN Muda Pelindo, Mutiara Pelindo, dan Squadron Pelindo, menunjukkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Hal ini juga mencerminkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, di mana kolaborasi memungkinkan tercapainya dampak yang lebih besar dengan sumber daya yang ada.

Selain fokus pada pendidikan di Kepulauan Seribu, Pelindo juga menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan literasi di kalangan masyarakat yang terpinggirkan melalui donasi buku ke perpustakaan Rutan Pondok Bambu. Langkah ini memperluas jangkauan program TJSL Pelindo dan menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif bagi berbagai lapisan masyarakat.

Secara keseluruhan, program "Pelindo Mengajar" bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga merupakan investasi strategis Pelindo dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kesadaran akan potensi ekonomi maritim Indonesia. Dengan meningkatkan literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, Pelindo turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah operasionalnya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial dengan tujuan pembangunan ekonomi jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku dan Martabat Bangsa: Saatnya Belajar dari Rak yang Sering Dilupakan

Buku dan Martabat Bangsa: Saatnya Belajar dari Rak yang Sering Dilupakan

Your Say | Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:05 WIB

Dorong Ekonomi Daerah, OJK Genjot Generasi Muda Melek Keuangan

Dorong Ekonomi Daerah, OJK Genjot Generasi Muda Melek Keuangan

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:40 WIB

Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur untuk Mendukung Hunian Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang

Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur untuk Mendukung Hunian Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 22:32 WIB

Terkini

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:53 WIB

×