Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

1.500 Karyawan Bank Bakal Kehilangan Pekerjaan, Ini Faktornya

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Jum'at, 23 Mei 2025 | 15:01 WIB
1.500 Karyawan Bank Bakal Kehilangan Pekerjaan, Ini Faktornya
Ilustrasi PHK. [Gerd Altmann/Pixabay]

Suara.com - Westpac Banking Corp berencana untuk memangkas lebih dari 1.500 pekerjaan. Hal ini  guna memenuhi target pengurangan biaya dan menyederhanakan operasinya yang membengkak.

Pemutusan hubungan kerja Westpac merupakan bagian dari program UNITE 2023, yang bertujuan untuk merampingkan sistem teknologi dengan mengurangi platform inti. Hal ini untuk memodernisasi infrastruktur, dan menurunkan biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang, menurut laporan AFR.

Westpac mempekerjakan 35.240 orang di seluruh dunia, per 30 September 2024, menurut laporan tahunan 2024. Perusahaan tersebut, dalam tanggapan melalui email kepada Reuters, mengatakan bahwa mereka secara teratur menyesuaikan tenaga kerjanya berdasarkan perubahan prioritas investasi, tetapi tidak mengonfirmasi jumlah pekerjaan yang dipangkas.

"Sementara kami terus berinvestasi pada bankir tambahan dan peran yang berhadapan langsung dengan pelanggan, program dan inisiatif lain mungkin memerlukan lebih sedikit sumber daya," kata Westpac dilansir Reuters, JumT (23/5/2025).

Sementara itu, Serikat Pekerja Sektor Keuangan (FSU) menyampaikan kekhawatirannya pada hari Rabu atas laporan-laporan ini, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah menghubungi Westpac untuk meminta penjelasan sembari menyerukan agar rencana pemutusan hubungan kerja dibatalkan dan pembicaraan segera diadakan.

"Anggota kami telah bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan besar bagi Westpac selama bertahun-tahun, mereka layak diberi penghargaan dan tidak harus kehilangan pekerjaan mereka demi penghematan biaya dan keuntungan yang lebih besar lagi," kata serikat pekerja tersebut.

Sebelumnya beberapa perusahaan juga melakukan phk secara besar-besaran. Salah satunya, perusahaan raksasa pakaian olahraga, Nike dikabarkan segera melakukan PHK massal karyawan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya manajemen untuk mengatur ulang prioritas perusahaan secara keseluruhan.

Selain melakukan PHK, Nike juga disebut-sebut mengalihkan beberapa peran yang sebelumnya diemban oleh karyawan internal kepada vendor pihak ketiga. Isu pengurangan jumlah karyawan di perusahaan multinasional yang kini tengah menghadapi tekanan akibat semakin banyaknya kompetitor ini juga dikonfirmasi oleh sumber yang tidak disebutkan identitasnya.

Pengurangan ini terjadi di divisi teknologi perusahaan. Hal yang menegaskan langkah restrukturisasi ini terjadi di tengah perubahan kepemimpinan di pucuk pimpinan Nike.

baca juga

Chief Executive Officer (CEO) Nike, Elliott Hill, yang kembali memimpin perusahaan setelah mengakhiri masa pensiunnya pada bulan Oktober lalu, aktif melakukan perubahan dalam struktur organisasi.

Sejak kembali menjabat, Hill telah menunjuk sejumlah pemimpin baru untuk beberapa departemen strategis, termasuk strategi perusahaan, sumber daya manusia, dan pemasaran olahraga. Meskipun demikian, Muge Dogan, mantan eksekutif dari Amazon.com Inc., tetap mempertahankan posisinya sebagai Chief Technology Officer (CTO) Nike, mengindikasikan bahwa fokus pada pengembangan teknologi tetap menjadi bagian penting dari strategi perusahaan ke depan.

Divisi teknologi Nike sendiri sempat dilanda isu kurang sedap pada tahun 2023 ketika kepala informasi digital perusahaan mengundurkan diri secara tiba-tiba di tengah mencuatnya tuduhan suap. Seorang mantan karyawan bahkan mengajukan gugatan di Oregon terkait dengan tuduhan serius tersebut, yang tentunya memberikan dampak negatif terhadap citra dan operasional divisi teknologi Nike.

Upaya Nike untuk mendapatkan kembali momentum pertumbuhan dengan memfokuskan kembali pada kanal olahraga dan penjualan grosir juga menghadapi tantangan eksternal yang signifikan. Perang dagang yang dilancarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump serta pola pengeluaran konsumen AS yang tidak merata turut mempersulit langkah pemulihan Nike.

Kinerja saham Nike di pasar juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan. Sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan hari Senin, saham Nike tercatat telah mengalami penurunan sebesar 18%. Penurunan ini kontras dengan kinerja Indeks S&P 500 yang justru mencatatkan kenaikan sebesar 1,4% pada periode yang sama, menunjukkan bahwa investor masih mencermati langkah-langkah restrukturisasi yang sedang dilakukan oleh manajemen baru Nike.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:17 WIB

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:40 WIB

CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal

CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:31 WIB

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB

Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP

Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:14 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Terkini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:51 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:24 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026

Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:23 WIB

×