CORE Indonesia Pesimis 6 Paket Insentif Pemerintah Mampu Dongkrak Ekonomi Jangka Panjang

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 26 Mei 2025 | 15:59 WIB
CORE Indonesia Pesimis 6 Paket Insentif Pemerintah Mampu Dongkrak Ekonomi Jangka Panjang
Dialog Kritis Mencari Solusi yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Core Indonesia

Suara.com - Pemerintah berencana meluncurkan enam paket insentif ekonomi terbaru pada 5 Juni 2025 mendatang. Paket ini digadang-gadang sebagai motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

Namun, harapan pemerintah ini nampaknya tidak sejalan dengan pandangan Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, yang menyatakan pesimisme terhadap efektivitas paket insentif tersebut dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan bahwa pemberian enam paket insentif tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini. Hal ini dikarenakan durasi insentif yang hanya dua bulan, yaitu Juni dan Juli.

"Tidak akan (bisa dongkrak pertumbuhan ekonomi). Kami perkirakan masih 4,9 persen," kata Faisal saat dihubungi Suara.com pada Senin, 26 Mei 2025.

Faisal menekankan bahwa dampak insentif yang bersifat sesaat tidak akan memberikan pengaruh jangka panjang.

"Kalau dia hanya sesaat ya tidak akan memberikan pengaruh. Paling hanya di pertengahan tahun saja, setelah ini (paket insentif) berakhir bagaimana? Kita itu butuh yang lebih sustainable yang bisa mengobati daya beli bukan yang bergantung pada bantuan pemerintah. Jangan sampai selesai bantuan ini (daya beli) turun lagi, kan bukan yang begitu kita harapkan," tambahnya.

Menurut Faisal, pemerintah seharusnya memberikan paket kebijakan yang memberikan dampak jangka panjang. Ini bisa dilakukan dengan menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya atau membantu para pelaku UMKM secara sistematis, sehingga efek dari kebijakan tersebut bisa dirasakan secara berkelanjutan.

"Bukan hanya 2 bulan selesai, 2 bulan berhenti," pungkas Faisal.

Sebelumnya, Sebelumnya, Pemerintah terus menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, diantaranya berupa serangkaian kebijakan stimulus ekonomi.

Melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat, 23 Mei 2025, Pemerintah telah merumuskan sejumlah insentif ekonomi untuk kuartal II tahun 2025.

Insentif tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian nasional, terutama selama periode libur sekolah di bulan Juni–Juli 2025.

“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga menekankan bahwa pemberian stimulus di kuartal kedua menjadi krusial, mengingat telah lewatnya hari besar seperti Natal dan Tahun Baru yang dapat mendorong konsumsi masyarakat.

Stimulus tersebut disiapkan agar pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua dapat tetap berada di kisaran 5%. Masa libur sekolah yang diikuti dengan pemberian gaji ke-13 akan menjadi momentum penting untuk mendorong daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah telah menyiapkan 6 Paket Stimulus berbasis konsumsi domestik, dengan fokus pada peningkatan aktivitas masyarakat di sektor transportasi, energi, hingga bantuan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dialog Suara.com x CORE Indonesia: Dampak Tarif AS Bagi Ekonomi Indonesia

Dialog Suara.com x CORE Indonesia: Dampak Tarif AS Bagi Ekonomi Indonesia

Your Say | Rabu, 21 Mei 2025 | 09:28 WIB

Mencari Jalan Tengah Industri Jabar di Tengah Gempuran Global

Mencari Jalan Tengah Industri Jabar di Tengah Gempuran Global

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 21:43 WIB

Core Indonesia: Hadapi Tarif AS, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Domestik

Core Indonesia: Hadapi Tarif AS, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Domestik

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:13 WIB

Terkini

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB