CORE Indonesia Bongkar Fakta Menarik: Ngutang Pinjol untuk Usaha Lebih Untung dan Bahagia!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Juni 2025 | 16:53 WIB
CORE Indonesia Bongkar Fakta Menarik: Ngutang Pinjol untuk Usaha Lebih Untung dan Bahagia!
Ilustrasi. Sebuah studi terbaru dari CORE Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas pengguna pindar justru memanfaatkan dana tersebut untuk usaha produktif.

Suara.com - Industri fintech peer-to-peer lending (P2P lending) atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia bukan lagi sekadar solusi konsumtif. Sebuah studi terbaru dari CORE Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas pengguna pindar justru memanfaatkan dana tersebut untuk usaha produktif, membawa dampak positif signifikan bagi peningkatan pendapatan dan pengembangan bisnis peminjam.

Direktur Riset Bidang Jasa Keuangan, Ekonomi Digital, dan Syariah CORE Indonesia, Etika Karyani, dalam Seminar Nasional 'Dampak Sosial-Ekonomi dan Keberlanjutan Industri Fintech P2P Lending di Indonesia' di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/6/2025), mengungkapkan bahwa 67 persen responden survei CORE Indonesia menyatakan menggunakan pinjaman daring untuk usaha.

"Kami menanyakan pada responden apakah mereka menggunakan pinjaman daring untuk usaha, dan mayoritas 67 persen mengatakan iya," jelas Etika. Lebih lanjut, bila dirinci berdasarkan tujuan utama, 55 persen responden menjadikan usaha sebagai tujuan utama penggunaan pindar.

Tujuan lainnya mencakup pemenuhan kebutuhan primer (32 persen), pendidikan (7 persen), kesehatan (2 persen), dan kebutuhan darurat (2 persen). Menariknya, penggunaan untuk kebutuhan tersier seperti hiburan dan hobi hanya menyumbang 1 persen.

Hasil kajian CORE Indonesia secara tegas menunjukkan bahwa pinjaman yang dialokasikan untuk usaha membawa dampak positif yang berlipat ganda. Sebanyak 51 persen responden mengaku mengalami peningkatan pendapatan dan kemampuan memenuhi kebutuhan harian setelah memanfaatkan pindar untuk kebutuhan usaha.

Selain itu, akses terhadap pindar turut berkontribusi pada pengembangan usaha, terutama dalam peningkatan kapasitas produksi dan diversifikasi produk. Aspek lain yang juga merasakan dampak positif meliputi jumlah pelanggan, area pemasaran, dan bahkan jumlah karyawan.

Dalam hasil riset itu juga menemukan bahwa pindar membawa dampak jauh lebih positif jika dialokasikan untuk kegiatan usaha dibanding sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif.

Etika mengatakan peminjam yang memanfaatkan dana pindar untuk bisnis cenderung merasakan stres cicilan yang jauh lebih ringan.

"Dibanding non-usaha, pinjaman yang digunakan untuk usaha cenderung mengalami tingkat stres lebih ringan, terutama berkaitan dengan pembayaran cicilan," kata Etika.

baca juga

Etika memaparkan bahwa dalam hasil riset itu juga menunjukkan, peminjam untuk kegiatan bisnis merasakan dampak positif dalam relasi keluarga dan pertemanan. Mereka juga cenderung memiliki persepsi lebih baik terhadap bunga cicilan karena sudah terbiasa dengan sistem kredit dan memahami skemanya.

"Ibaratnya, mereka sudah 'makan asam garam' dunia perkreditan, jadi tidak kaget dengan hitung-hitungan bunga," katanya.

Lain cerita dengan peminjam non-usaha. Etika, menyoroti bahwa mereka cenderung lebih merasakan beban bunga pinjaman. "Mereka bisa jadi belum ada pembiayaan alternatif lainnya dan belum bisa memahami skema kreditnya," terang Etika.

Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi finansial bagi calon peminjam, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan dunia kredit.

Secara keseluruhan, Core Indonesia menyimpulkan bahwa pindar berdampak positif bagi peminjam, terutama yang menggunakannya untuk kegiatan usaha. Hal ini terlihat dari lebih dari 50 persen responden menyatakan pendapatan mereka meningkat setelah memanfaatkan P2P lending.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) layanan fintech peer-to-peer lending (P2P lending) atau pinjaman online (pinjol), serta skema pembiayaan buy now pay later (BNPL) disebutkan bahwa dalam penyaluran pinjamannya alami peningkatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CORE Indonesia: Ada Pergeseran Tren Hunian dari Pusat Kota

CORE Indonesia: Ada Pergeseran Tren Hunian dari Pusat Kota

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:59 WIB

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:22 WIB

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:56 WIB

Terkini

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

×