Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

CORE Indonesia: Ada Pergeseran Tren Hunian dari Pusat Kota

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:59 WIB
CORE Indonesia: Ada Pergeseran Tren Hunian dari Pusat Kota
Ilustrasi. Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyoroti bahwa saat ini ada pergeseran tren hunian yang kini tidak lagi terpaku pada pusat kota. (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

Suara.com - Pasar properti Indonesia tengah menyaksikan pergeseran menarik. Jika sebelumnya pusat kota menjadi primadona, kini kawasan dengan konsep terintegrasi yang menawarkan gaya hidup modern semakin diminati.

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan meskipun pasar properti nasional cenderung stabil, tantangan seperti keterjangkauan harga dan mahalnya tanah di kota-kota besar masih menjadi kendala.

Dirinya pun menyoroti bahwa saat ini ada pergeseran tren hunian yang kini tidak lagi terpaku pada pusat kota.

"Konsumen dan investor kini cenderung memilih kawasan yang mampu menghadirkan pengalaman hidup lengkap, mulai dari rekreasi, belanja, hingga konektivitas yang mumpuni," kata Rendy di Jakarta, Jumat 913/6/2025).

Fenomena ini kata dia bisa tercermin dari arah pembangunan yang mulai melakukan integrasi kawasan seperti Pantai Indah Kapuk (PIK).

Dia bilang bahwa PIK adalah contoh dari pengembangan kawasan berbasis lifestyle. Menurutnya, daya tarik PIK terletak pada pengembangan yang holistik dan terintegrasi, mencakup infrastruktur, konsep, dan fungsi kawasan secara menyeluruh.

"Ketika infrastruktur, konsep, dan fungsi kawasan dikembangkan secara holistik, maka daya tarik investasi akan terbentuk secara organik,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan bahwa model pengembangan seperti ini sangat relevan untuk direplikasi di daerah lain, terutama dalam menghadapi tantangan pasar properti pascapandemi.

Menurutnya kawasan seperti PIK menawarkan potensi besar bagi investor dengan visi jangka panjang, khususnya yang berorientasi pada sektor lifestyle, pariwisata, dan properti komersial.

baca juga

“Proyek-proyek di PIK seperti pusat kuliner, taman tematik, hingga waterfront promenade telah mengubah wajah kawasan pesisir menjadi magnet investasi, bahkan menjadi tujuan wisata tersendiri,” imbuhnya.

Kendati demikian, Yusuf juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Ia menyoroti isu-isu seperti reklamasi dan aksesibilitas publik yang harus dikelola dengan pendekatan partisipatif.

“Tapi sejauh ini, PIK mampu menjadi benchmark kawasan modern yang mendorong pertumbuhan tanpa mengorbankan kualitas estetika dan fasilitas,” jelasnya.

Dengan keberhasilan model PIK, Yusuf meyakini bahwa replikasi konsep serupa dengan penyesuaian karakteristik masing-masing daerah akan mendorong pertumbuhan sektor properti di Indonesia yang tidak lagi terpusat hanya di kota-kota besar.

"Ini membuka peluang baru bagi pengembangan properti yang lebih merata dan inklusif di seluruh penjuru negeri," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran ini menduduki peringkat keempat terbesar dari total 23 subsektor investasi di Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:22 WIB

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:56 WIB

KAI Properti Bangun Kantor Depo Lokomotif Semarang Poncol di Lahan Seluas 1.100 Meter Persegi

KAI Properti Bangun Kantor Depo Lokomotif Semarang Poncol di Lahan Seluas 1.100 Meter Persegi

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:01 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:00 WIB

Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!

Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:00 WIB

Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi

Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:55 WIB

Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:48 WIB

Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?

Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:45 WIB

Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar

Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:43 WIB

Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi

Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:42 WIB

Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan

Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:41 WIB

Apa Perbedaan HUT dan Dirgahayu? Ini Cara Penggunaan yang Tepat

Apa Perbedaan HUT dan Dirgahayu? Ini Cara Penggunaan yang Tepat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:40 WIB

×