Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Selain Garuda, BUMN Mana Lagi yang Bakal Dapat Dana Segar dari Danantara?

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 25 Juni 2025 | 15:33 WIB
Selain Garuda, BUMN Mana Lagi yang Bakal Dapat Dana Segar dari Danantara?
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Dony Oskaria. (injourney)

Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menyebut, pemberian dana segar ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak hanya berhenti di Garuda Indonesia saja.

Menurut dia, sejumlah BUMN lain yang memiliki rencana bisnis kuat dan prospek kinerja menjanjikan juga bisa mendapatkan tambahan ekuitas dari Danantara.

"Apakah ini satu? Tidak. Nanti akan ada lagi. Mungkin menurut kita bisnis plan-nya bagus, kalau kita tambahkan ekuiti net income-nya atau lamban-nya akan meningkat, ya pasti akan kita lakukan," ujarnya dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, yang ditulis Rabu (25/6/2025).

Dony yang juga Wakil Menteri BUMN ini, menegaskan Danantara tidak hanya hadir untuk memberikan bantuan ekuitas, melainkan juga menjalankan peran manajerial strategis melalui entitas Danantara Asset Management.

Logo BUMN (Wikipedia)
Logo BUMN (Wikipedia)

Lewat entitas itu, Holding Operasional Danantara fokus pada pengelolaan dan transformasi BUMN-BUMN bermasalah atau yang membutuhkan perbaikan kinerja.

"Namanya Danantara Aset Management itu adalah pengelolaan daripada BUMN," jelas dia.

Dony menjelaskan dalam pengelolaan BUMN, Danantara melakukan berbagai langkah komprehensif seperti pendampingan strategis, penyusunan rencana krisis (crisis plan), penambahan ekuitas, serta restrukturisasi perusahaan.

Semua langkah tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali kinerja BUMN agar bisa memberikan menyetor dividen jumbo kepada negara.

"Bagian daripada pengelolaan itu di antaranya adalah melakukan perbaikan terhadap BUMN-BUMN yang ada. Jadi peran yang kami lakukan hari ini adalah peran daripada pengelolaan BUMN," beber Dony.

Menurutnya, penambahan ekuitas bukan semata-mata pemberian dana, melainkan harus dilandasi dengan rencana bisnis yang ditawarkan BUMN.

Jika setelah dievaluasi rencana bisnis tersebut menunjukkan potensi perbaikan, Danantara tidak akan ragu untuk memberikan suntikan modal tambahan. Sebaliknya, jika hasil asesmen menunjukkan kinerja yang tidak menjanjikan, maka opsi penghentian dukungan juga bisa diambil.

"Kalau kita kasih equity dengan bisnis plan yang bagus, yang dibuat, yang dilakukan oleh BUMN, Pak Dirut bilang bahwa dengan ini nanti kita lakukan net income-nya positif. Jadi jelasnya bahwa penambahan Equity adalah dalam langkah melakukan perbaikan daripada BUMN-BUMN yang ada," beber Dony.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan Danantara ke depan tidak akan terbatas hanya pada Garuda Indonesia. Sejumlah BUMN lain yang memiliki rencana bisnis kuat dan prospek kinerja menjanjikan juga bisa mendapatkan tambahan ekuitas dari Danantara.

Selain tambahan modal dan restrukturisasi, Dony juga menekankan bahwa Danantara akan menjalankan strategi korporasi lainnya seperti merger dan akuisisi sebagai bagian dari strategi pengelolaan BUMN secara keseluruhan.

"Jadi jangan bingung lagi bahwa itu memang bagian daripada peran Danantara di aset management. Ya bagaimana bentuk pengelolaan itu di antaranya menambah ekuiti, melakukan restrukturisasi, kemudian meningkatkan kinerja. Itu memang peran daripada Danantara di aset management, namanya juga pengelolaan," imbuh dia.

Sokong Dana ke Garuda Indonesia

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mendapat dana segar dari Danantara sebesar Rp 6,65 triliun atau setara USD 405 juta. Dana segar diberikan Danantara bersifat shareholder loan.

Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (Maintenance, Repair, Overhoul) armada.

Jajaran Direksi Garuda Indonesia bersama Pengurus BPI Danantara/(Suara.com/Achmad Fauzi).
Jajaran Direksi Garuda Indonesia bersama Pengurus BPI Danantara/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, mengatakan dana segar ini akan dipergunakan perseroan untuk transformasi maskapai.

"Dukungan Danantara akan memperkuat kapabilitas operasional dan optimalisasi bisnis, untuk mengokohkan Garuda sebagai maskapai kelas dunia. Kesuksesan transformasi ini bukan semata soal dana, namun juga komitmen menyeluruh dalam penataan ulang strategi bisnis dan operasional," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Dukungan ini diharapkan dapat menjaga kelangsungan operasional dan kualitas layanan Garuda Indonesia dan Citilink, sekaligus menjadi fondasi bagi transformasi jangka panjang. Termasuk di dalamnya integrasi teknologi untuk mendorong efisiensi dan produktivitas operasional.

Tahap awal kolaborasi akan difokuskan pada peningkatan kesiapan operasional armada Garuda Indonesia Group, baik Garuda Indonesia sebagai maskapai full service carrier (FSC) maupun Citilink sebagai low cost carrier (LCC). Tahap berikutnya akan diarahkan pada optimalisasi kinerja operasional dan keuangan guna mewujudkan transformasi bisnis yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Garuda Indonesia Janji 2026 Perusahaan Bisa Untung

Bos Garuda Indonesia Janji 2026 Perusahaan Bisa Untung

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 08:48 WIB

Pesawat Putar Balik, Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan ke Doha

Pesawat Putar Balik, Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan ke Doha

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 17:58 WIB

Akhirnya Garuda Indonesia Dapat Dana Segar Rp 6,6 Triliun dari Danantara, Buat Apa?

Akhirnya Garuda Indonesia Dapat Dana Segar Rp 6,6 Triliun dari Danantara, Buat Apa?

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 17:03 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB