Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Biaya Logistik RI Masih Mahal, Boroknya Mau Diobati

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 02 Juli 2025 | 15:20 WIB
Biaya Logistik RI Masih Mahal, Boroknya Mau Diobati
Biaya logistik yang masih mencekik perekonomian Indonesia menjadi sorotan utama pemerintah. (Foto: Fadil-Suara.com)

Suara.com - Biaya logistik yang masih mencekik perekonomian Indonesia menjadi sorotan utama pemerintah. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen untuk menurunkan biaya logistik nasional dari 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 8 persen pada tahun 2030. 

Target ambisius ini memajukan jadwal yang sebelumnya diproyeksikan pada 2045, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi "borok" logistik Indonesia yang selama ini menghambat daya saing.

Airlangga menyoroti bahwa banyak negara di Asia Tenggara telah berhasil mencapai biaya logistik dalam satu digit. "Berbagai negara lain di ASEAN itu hampir seluruhnya single digit. Jadi kita masih ada nilai yang harus kita turunkan," ujar Airlangga dalam konferensi pers peluncuran ALFI CONVEX 2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Pemerintah tengah mempersiapkan serangkaian langkah strategis untuk mempercepat penurunan ini. Airlangga berharap pada November mendatang, rencana komprehensif, termasuk deregulasi sektor logistik, sudah dapat dipersiapkan. Langkah ini diharapkan mampu membawa biaya logistik Indonesia menyentuh angka satu digit yang lebih kompetitif.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, mengungkapkan salah satu ganjalan utama dalam menekan biaya logistik adalah tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa pengurusan transportasi atau freight forwarding. Menurut Akbar, praktik pengenaan PPN ini tidak lazim ditemukan di negara lain.

"Pajak freight cost ini juga membebani karena praktik-praktik di luar negeri ini tidak ditemukan. PPN untuk freight," terang Akbar.

Dampak dari PPN freight forwarding ini sangat signifikan. Akbar menjelaskan bahwa pajak ini mengurangi kompetensi dan daya saing ekspor serta produk Indonesia. Pengusaha logistik di Indonesia kesulitan untuk membebankan biaya freight forwarding ini kepada pembeli dari luar negeri karena mayoritas negara mitra dagang tidak memiliki pajak serupa.

"Kita nggak bisa charge ke buyer karena di luar negeri tidak eksis itu. Tidak ada pengenaan-pengenaan pajak karena rata-rata di luar negeri itu mendorong ekspornya," tegas Akbar.

Dengan demikian, upaya pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional hingga satu digit pada 2030 akan sangat bergantung pada efektivitas deregulasi yang direncanakan, serta kemampuan untuk meninjau kembali kebijakan pajak yang dianggap membebani sektor logistik dan mengurangi daya saing ekspor Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PMI Manufaktur RI Anjlok, Menko Airlangga: Industriawan Lagi Pesimistis!

PMI Manufaktur RI Anjlok, Menko Airlangga: Industriawan Lagi Pesimistis!

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:26 WIB

Menko Airlangga Soroti Peringkat Logistik RI di Tingkat Global: Cuma Menengah!

Menko Airlangga Soroti Peringkat Logistik RI di Tingkat Global: Cuma Menengah!

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:04 WIB

Usai Peringkat Daya Saing RI Anjlok, Pemerintah Lakukan Deregulasi Kebijakan di Sektor Perdagangan

Usai Peringkat Daya Saing RI Anjlok, Pemerintah Lakukan Deregulasi Kebijakan di Sektor Perdagangan

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 18:45 WIB

Terkini

Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas

Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:26 WIB

Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:15 WIB

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:14 WIB

Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia

Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:45 WIB

Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali

Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:32 WIB

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:28 WIB

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!

Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:58 WIB

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:33 WIB