Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Potensi Investasi Rp 2.000 Triliun ke Indonesia Melayang, Karena Banyaknya Regulasi

Achmad Fauzi

Kamis, 03 Juli 2025 | 13:47 WIB
Potensi Investasi Rp 2.000 Triliun ke Indonesia Melayang, Karena Banyaknya Regulasi
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu.[Tangkapan Layar Youtube Kementerian Investasi dan Hiliriasi - BKPM].

Suara.com - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menyebut, Indonesia bisa meraih Rp 2.000 triliun investasi pada tahun 2024. Namun, hal itu sirna karena banyaknya regulasi yang memperumit investasi.

Dia menjelaskan, panjangnya birokrasi perizinan membuat investasi itu tidak terealisasi.

"itu angka unrealisasi investasi itu, sekitar Rp 1.500-an triliun, mungkin tembus ke angka Rp 2.000 triliun," ujar Todotua dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang dilihat di Youtube Kementerian Investasi dan Hilirisasi - BKPM, Kamis (3/7/2025).

Menurut dia, permasalah yang kerap timbul dari proses perizinan misalnya, regulasi yang tumpang tindih antar kementerian, hingga keadaan yang tidak kondusif.

Ilustrasi investasi (Pexels.com/our-team)
Ilustrasi investasi (Pexels.com/our-team)

"Persoalan-persoalan seperti kayak begini. Perizinannya, iklim investasinya yang tidak kondusif, berbagai macam kebijakan tumpang tindih dan lain-lain," sambung dia.

Akan tetapi, Todotua mengungkapkan pemerintah tetap bisa mengoleksi investasi sebesar Rp 1.700 triliun di tahun 2024. Raihan ini justru sedikit di atas target yang sebesar Rp 1.650 triliiun.

Dengan banyaknya kerumitan regulasi itu, membuat Kementerian Investadi dan Hilirisasi menderegulasi aturan-aturan tentang investasi. Seperti, regulasi soal perizinan langsung untuk investasi kawasan industri, kawasan perdagangan bebas, hingga kawasan ekonomi khusus (KEK).

Dalam deregulasi itu, Todotua bilang, investor akan tetap bisa mendapatkan izin sementara, sembari melengkapi syarat-syarat investasi yang ada.

"Karena bagi para pelaku investasi ini, ini biasanya cycle bisnisnya yang dia mau investasi ini sudah berubah, izinnya baru keluar. Kalau perizinan itu baru bisa dia laksanakan, dia jalankan 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun setelah di-apply, nah ini persoalan," lanjutnya.

baca juga

Selain itu, Todotua memastikan, investor akan dapat izin berinvesrasi di wilayah khusus, jika memang telah siap dalam hal modal yang akan disetor.

"Karena kalau udah orang berinvestasi Pak, enggak akan mungkin lari juga. Tapi jangan juga kita suruh tunggu mereka sampai izinnya semua selesai, baru dia bisa melakukan investasinya," imbuh dia.

Realisasi Investasi 2024

Pemerintah mencatatkan capaian gemilang dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2024. Total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 1.714,2 triliun, tumbuh 20,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan jauh melampaui dua target utama, yaitu target Rencana Strategis (Renstra) sebesar Rp 1.239,3 triliun, dan target Presiden sebesar Rp 1.650 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan pencapaian tersebut merupakan bukti nyata dari daya tarik Indonesia di mata investor global, baik asing maupun domestik.

"Realisasi investasi ini jauh di atas target renstra dan target presiden. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia yang terus membaik," ujar Rosan.

Secara rinci, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sebesar Rp 900,2 triliun, tumbuh 21 persen (yoy). Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 814 triliun, naik 20,6 persen (yoy).

Tak hanya dari sisi nilai, investasi tahun 2024 juga mencatat capaian signifikan dalam penyerapan tenaga kerja, yakni 2.456.130 orang, atau meningkat 34,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kita bandingkan dari 2020 ini kenaikannya lebih dari 100 persen, dari 1,156 juta menjadi 2,456 juta," tambah Rosan.

Pemerintah mencatat sebaran investasi sepanjang tahun 2024 menunjukkan pergeseran signifikan ke luar Pulau Jawa. Dari total realisasi investasi sebesar Rp 1.714,2 triliun, sebanyak Rp 895,4 triliun atau 52,2 persen diserap oleh wilayah di luar Jawa, sementara Pulau Jawa menyumbang Rp 818,8 triliun atau 47,8 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampoerna Rogoh Rp5 Triliun Lebih Jadikan RI Pusat Produk Bebas Asap

Sampoerna Rogoh Rp5 Triliun Lebih Jadikan RI Pusat Produk Bebas Asap

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 08:17 WIB

PBB Rilis Daftar Perusahaan yang Terlibat Genosida Israel, Ada yang Buka Cabang di RI

PBB Rilis Daftar Perusahaan yang Terlibat Genosida Israel, Ada yang Buka Cabang di RI

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 16:51 WIB

Danantara Suka Perusahaan Rugi?

Danantara Suka Perusahaan Rugi?

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:23 WIB

Terkini

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia

Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah

Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint

Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint

Surakarta | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027

Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:00 WIB

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

Kaltim | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:46 WIB

×