Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan 2050, 10 Miliar Penduduk Dunia Bakal Kerepotan!

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 Juli 2025 | 19:07 WIB
Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan 2050, 10 Miliar Penduduk Dunia Bakal Kerepotan!
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2050, dunia akan menghadapi realitas mengerikan dimana kebutuhan pangan akan meningkat. Foto-Fadil Suara.com

Suara.com - Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2050, dunia akan menghadapi realitas mengerikan dimana kebutuhan pangan melonjak 50%, populasi bumi mencapai 10 miliar jiwa, sementara kebutuhan air tawar akan meningkat 30%. Semua ini terjadi di tengah ancaman krisis air yang semakin nyata.

Dalam acara Kagama Leaders Forum di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (17/7/2025) sore, Retno Marsudi menyoroti keterkaitan erat antara ketahanan pangan dan ketersediaan air. “72% air, khususnya fresh water di dunia digunakan untuk sektor pertanian,” ungkap Retno.

Sebagai gambaran, Retno menyebutkan bahwa 1 kilogram beras memerlukan 2.500 liter air dalam setahun, sementara untuk 1 kilogram jagung diperlukan 900 liter air. "Dengan kata lain, diperlukan air yang sangat banyak untuk memproduksi pangan. Nah, pada saat kita tahu bahwa ketergantungan pangan terhadap air begitu besar, pertanyaannya adalah bagaimana kondisi air dunia saat ini?" tanya Retno, menggaungkan urgensi masalah.

Retno Marsudi tak menampik bahwa dunia kini tengah menghadapi krisis air serius dengan tiga tantangan utama: banjir, kekeringan, dan isu geopolitik. Angka-angka yang dipaparkannya sangat mengkhawatirkan.

Saat ini, satu dari empat orang di dunia menghadapi kekeringan atau kekurangan air. Dan proyeksi ke depan jauh lebih suram: pada tahun 2050 nanti, para ahli memperkirakan kekeringan akan berdampak terhadap 3 dari 4 penduduk dunia. "It's a lot," tegas Retno, menggambarkan skala masalah yang masif.

"Dan di tahun 2050 juga, penduduk dunia diperkirakan akan menjadi 10 miliar, kebutuhan pangan akan meningkat 50%, dan kebutuhan fresh water akan meningkat 30%. Dan climate change memperburuk semua tantangan yang dihadapi oleh air saat ini," tambah Retno, menegaskan bahwa perubahan iklim adalah akselerator krisis ini.

Salah satu masalah krusial adalah minimnya pendanaan untuk infrastruktur air. Berdasarkan data Bank Dunia, anggaran pemerintah untuk mendanai infrastruktur air hanya 1,2% dari total belanja publik. Dari sumber pendanaan yang ada, 90% masih berasal dari dana pemerintah, sementara partisipasi swasta baru mencapai 2%. Ini menunjukkan tantangan besar dari segi pendanaan.

Retno pun mendorong agar pemerintah mempercepat transformasi sistem agrifood, sehingga menjadi lebih efisien, inklusif, resilient, dan berkelanjutan. Upaya ini harus diarahkan untuk menghasilkan produksi pertanian yang lebih tinggi dengan menggunakan air yang lebih sedikit.

"Karena tadi, 72% fresh water dunia terserap untuk agriculture. Artinya kita harus menerapkan integrated water resources management approaches dan juga solusi inovatif lainnya. Maka water responsive approach memang mau tidak mau harus diletakkan at the heart of agrifood system," terang Retno.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesumbar Mentan Amran: RI Tak Perlu Impor Pangan 1 Abad!

Sesumbar Mentan Amran: RI Tak Perlu Impor Pangan 1 Abad!

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:04 WIB

Ekonom Sebut Tarif Trump 19 Persen Justru Ancam Swasembada Pangan Prabowo

Ekonom Sebut Tarif Trump 19 Persen Justru Ancam Swasembada Pangan Prabowo

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 15:35 WIB

Bos Bapanas Persilahkan Perusahaan Adu Uji Lab Beras Oplosan

Bos Bapanas Persilahkan Perusahaan Adu Uji Lab Beras Oplosan

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 08:28 WIB

Terkini

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

×