Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Proyek Fiktif Hantam PTPP, KPK 'Obok-obok' Divisi EPC

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 07 Agustus 2025 | 14:04 WIB
Proyek Fiktif Hantam PTPP, KPK 'Obok-obok' Divisi EPC
Sebuah dugaan kasus proyek fiktif yang melibatkan sejumlah karyawan di lingkungan Divisi Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kini memasuki babak baru.

Suara.com - Sebuah dugaan kasus proyek fiktif yang melibatkan sejumlah karyawan di lingkungan Divisi Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kini memasuki babak baru. Kasus ini telah menarik perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan PTPP pun akhirnya buka suara menanggapi isu yang beredar.

Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/8/2025), Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan oleh KPK telah berlangsung sejak Desember 2024. Meskipun begitu, ia enggan menjelaskan lebih rinci latar belakang dugaan kasus proyek fiktif tersebut.

Agus Purbianto menegaskan bahwa PTPP akan sepenuhnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Perusahaan akan bersikap kooperatif dan mengikuti setiap tahapan yang dilakukan oleh penyidik KPK.

"Sampai dengan saat ini, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik sehingga Perseroan akan mengikuti dan menghormati proses hukum yang ada dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan," ujar Agus.

Hingga saat ini, PTPP belum menerima informasi tentang putusan hukum yang bersifat tetap atas perkara yang dimaksud. Hal ini menunjukkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan yang mendalam.

Di tengah pusaran kasus ini, PTPP berusaha memberikan jaminan kepada para pemangku kepentingan, termasuk investor, bahwa operasional perusahaan tidak terganggu. Agus Purbianto menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tidak berdampak secara material terhadap kelangsungan operasional maupun aktivitas bisnis PTPP.

"Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha secara normal dan profesional, sesuai komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Seluruh proyek, layanan, dan fungsi bisnis berjalan sebagaimana mestinya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspresi Nadiem Makarim Saat Ditanya Siap Jadi Tersangka, Diam Seribu Bahasa di Depan KPK

Ekspresi Nadiem Makarim Saat Ditanya Siap Jadi Tersangka, Diam Seribu Bahasa di Depan KPK

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 13:56 WIB

Kena OTT KPK, Intip Harta dan Sepak Terjang Bupati Kolaka Timur Abdul Azis

Kena OTT KPK, Intip Harta dan Sepak Terjang Bupati Kolaka Timur Abdul Azis

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 13:50 WIB

Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Kena OTT KPK, Pensiunan Polisi dari Nasdem

Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Kena OTT KPK, Pensiunan Polisi dari Nasdem

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 13:38 WIB

Terkini

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB