Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Rupiah Melemah ke Rp16.426 per Dolar AS, BI Janji Terus Jaga Stabilitas

Erick Tanjung, Rina Anggraeni

Selasa, 02 September 2025 | 13:53 WIB
Rupiah Melemah ke Rp16.426 per Dolar AS, BI Janji Terus Jaga Stabilitas
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/7/2025). [Suara.com/Novian]

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan. Hari ini, mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp16.426.

Merespons kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah demi menjaga perekonomian nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pihaknya akan terus berupaya mendorong penguatan rupiah.

"Kami terus berjuang dan alhamdulillah stabilitas nilai tukar rupiah, moneter, dan pasar keuangan kami terus tetap jaga," kata Perry saat rapat kerja dengan DPD RI secara virtual, Selasa (2/9/2025).

Perry menjelaskan, rupiah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS di masa lalu, kala itu dipicu oleh dampak tarif era Presiden Trump. Setelah sempat menguat, kini rupiah kembali tertekan di posisi Rp16.400-an per dolar AS yang disebutnya karena tekanan kondisi politik di Indonesia.

BI menargetkan rupiah dapat kembali ke level Rp16.300 per dolar AS, bahkan lebih kuat lagi.

"Rupiah yang kemarin pagi pernah mencapai Rp16.560, alhamdulillah hari ini kami bisa stabilkan ke Rp16.400. Kami akan berusaha untuk lebih rendah lagi kembali ke Rp16.300 dan lebih kuat lagi," ungkap Perry.

Dalam menjaga stabilitas rupiah, Perry menambahkan bahwa BI terus berkoordinasi erat dengan pemerintah, termasuk dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kami berkoordinasi dengan Bu Menteri Keuangan, OJK, LPS, kita pastikan stabilitas sistem keuangan terjaga," tegasnya.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah terkoreksi 28,5 poin atau 0,17 persen ke Rp16.447 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS naik tipis 0,05 persen ke level 97,82.

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya, di mana yen Jepang tertekan paling dalam sebesar 0,33 persen. Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,16 persen membuat investor beralih ke aset aman sambil menanti data ketenagakerjaan AS, yang diperkirakan hanya mencetak 75.000 lapangan kerja baru pada bulan Agustus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia 2029? Ini Strategi Bank Indonesia

Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia 2029? Ini Strategi Bank Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 12:25 WIB

Neraca Perdagangan Surplus: Apakah Ini Pertanda Baik untuk Rupiah? Ini Analisis dari Bank Indonesia

Neraca Perdagangan Surplus: Apakah Ini Pertanda Baik untuk Rupiah? Ini Analisis dari Bank Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 10:12 WIB

Rupiah Dibuka Perkasa, BI Terus Beri Obat Kuat Biar Stabil

Rupiah Dibuka Perkasa, BI Terus Beri Obat Kuat Biar Stabil

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 11:16 WIB

Terkini

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:36 WIB

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:31 WIB

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:49 WIB

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:43 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:35 WIB

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:08 WIB

Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah

Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:06 WIB