Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Hilirisasi di Indonesia Timur: Peran Strategis dan Tantangan Keberlanjutan Industri Nikel

M Nurhadi

Selasa, 02 September 2025 | 19:21 WIB
Hilirisasi di Indonesia Timur: Peran Strategis dan Tantangan Keberlanjutan Industri Nikel
Harita Nickel secara sukarela mengajukan diri untuk menjalani proses audit oleh lembaga audit independen IRMA.

Namun, kini nikel kadar rendah menjadi produk strategis yang menarik di pasar global, membuat Indonesia Timur, khususnya Pulau Obi, diperhitungkan dalam peta rantai pasok baterai dunia.

Tidak hanya High Pressure Acid Leaching (HPAL), Harita Nickel juga menggunakan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) sebagai metode utama pengolahan nikel.

RKEF adalah metode yang sering dipakai untuk mengolah bijih nikel berkadar tinggi (bijih nikel saprolit).

Cara kerjanya, memanfaatkan panas tinggi untuk mengubah bijih nikel menjadi feronikel, yang kemudian digunakan dalam pembuatan baja tahan karat (stainless steel).

Sebagai informasi, saat ini, Harita Nickel memiliki 12 jalur produksi RKEF dengan kapasitas mencapai 120.000 ton nikel per tahun.

Paradoks Pertumbuhan: Kuantitas vs Kualitas Kesejahteraan

Di balik kisah sukses pertumbuhan ekonomi, muncul tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, menyoroti sebuah paradoks penting.

“Kita sudah menguasai secara kuantitas proses produksi nikel secara global. Tapi saat ini bukan lagi bicara kuantitas, melainkan bagaimana menciptakan value,” ujar Meidy dalam sebuah forum di Jakarta, beberapa saat lalu.

baca juga

Menurut Meidy, nilai tambah tidak boleh hanya berhenti pada peningkatan pendapatan negara, tetapi harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.

Ia menyayangkan, meski Produk Domestik Bruto (PDB) di daerah penghasil nikel meningkat, daya beli masyarakat justru terkadang mengalami penurunan.

“Ini yang menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat harus ikut naik kelas, bukan hanya sektor industrinya saja,” tambahnya.

Menjawab tantangan ini, APNI kini tengah fokus menyelaraskan standar keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang relevan dengan kondisi lokal namun tetap diakui pasar global.

“Kita sudah mengkombinasi antara standar internasional seperti IRMA, Nickel Institute, dan RMI dengan regulasi Indonesia. Ini bukan hal mudah, terutama karena tantangan budaya dan tenaga kerja,” jelas Meidy.

Terkait IRMA, ia bahkan sempat menyinggung standar ini tidak main-main. "17 tahun IRMA berdiri, baru berapa perusahaan yang bisa masuk. Dan itu belum certified, masih audit," ujar Meidy.

Sebagai contoh, IRMA menetapkan setidaknya 400 daftar aspek ESG yang harus dipenuhi perusahaan agar memenuhi kriteria.
Ditambah, dua standar global yang semakin mendapatkan sorotan adalah Inisiatif Jaminan Pertambangan Bertanggung Jawab (IRMA) dan Inisiatif Mineral Bertanggung Jawab (RMI).

Meskipun sama-sama bertujuan mendorong keberlanjutan dan etika dalam rantai pasok mineral, keduanya memiliki fokus dan pendekatan yang berbeda.

IRMA (Initiative for Responsible Mining Assurance) adalah sebuah skema sertifikasi yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan independen kepada para pembeli mineral, investor, dan masyarakat umum bahwa sebuah operasi pertambangan telah memenuhi standar ketat dalam hal lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Audit IRMA mencakup 22 aspek kinerja yang luas, mulai dari pengelolaan air dan limbah, hak asasi manusia, hingga keterlibatan masyarakat adat.

Prosesnya melibatkan audit pihak ketiga yang ketat, dengan hasil yang dipublikasikan secara transparan, memungkinkan setiap pihak untuk melihat skor dan status kepatuhan suatu perusahaan. IRMA lebih berfokus pada audit di tingkat tambang itu sendiri.

Sedangkan Responsible Minerals Initiative (RMI), khususnya melalui program Responsible Minerals Assurance Process (RMAP), berfokus pada jaminan integritas rantai pasok. RMI RMAP dirancang untuk membantu perusahaan menghindari mineral dari sumber yang berisiko tinggi atau dari zona konflik.

Alih-alih menilai kinerja keseluruhan tambang seperti IRMA, RMI RMAP lebih fokus pada audit di tingkat peleburan atau pemurnian mineral.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mineral yang digunakan, seperti nikel, timah, atau kobalt, tidak berasal dari sumber yang mendanai konflik atau melanggar hak asasi manusia. Proses audit RMAP juga dilakukan oleh pihak ketiga dan menuntut transparansi dalam pelacakan asal-usul mineral.

Mengadopsi standar-standar ketat seperti IRMA dan RMI bukan hanya menunjukkan kepatuhan, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam reputasi dan keberlanjutan bisnis.

Saat ini, hanya dua perusahaan pertambangan di Indonesia yang diketahui sedang menjalani proses sertifikasi IRMA, menunjukkan komitmen mereka untuk memenuhi tuntutan pasar global. Salah satunya adalah Harita Nickel, yang kini berada di Fase 2 dari proses sertifikasi IRMA. Fase ini melibatkan evaluasi yang lebih mendalam terhadap praktik-praktik operasional perusahaan.

Sementara itu, Vale, yang juga beroperasi di Indonesia, juga sudah memulai prosesnya di Fase 1. Fase awal ini biasanya mencakup evaluasi mandiri dan persiapan untuk audit yang lebih intensif.

Langkah yang diambil oleh Harita Nickel dan Vale ini bukan hanya menjadi preseden bagi industri pertambangan di Indonesia, tetapi juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan nasional mampu bersaing dan memenuhi standar etika serta keberlanjutan yang paling ketat di dunia.

Upaya ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan industri pertambangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Di tengah berbagai tantangan lingkungan ini, Harita Nickel terus bertransformasi dengan berbagai inovasi dan berupaya menerapkan praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.

Salah satu komitmen utamanya adalah dalam pengelolaan sisa hasil pengolahan (waste management). Dibandingkan menggunakan metode pembuangan ke laut dalam (DSTP) yang kontroversial, perusahaan berkomitmen pada lingkungan dan menjadi salah satu yang pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Dry Stack Tailing Facility.

Metode ini mengolah sisa hasil pengolahan menjadi padatan kering yang lebih stabil dan disimpan di fasilitas penampungan khusus yang aman.

Di sisi sosial, program pemberdayaan masyarakat (CSR) difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi lokal di sekitar Pulau Obi.

Ribuan tenaga kerja lokal telah terserap, menciptakan efek ganda bagi perekonomian desa-desa di sekitarnya. Upaya rehabilitasi lahan pasca-tambang juga terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk meminimalkan jejak ekologis.

Tantangan lain datang dari pasar global. Ketua Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah, mengakui bahwa industri saat ini sedang menghadapi tekanan harga akibat kelebihan pasokan global. Sejak 2020, harga nikel di London Metal Exchange (LME) telah anjlok hingga 46%.

“Untuk proyek besar, margin masih memungkinkan meski tidak setinggi sebelumnya. Namun, beberapa proyek, terutama perusahaan kecil, mulai menghadapi margin negatif,” jelas Arif saat berlangsungnya International Battery Summit (IBS) 2025, Selasa (5/8/2025).

Meski begitu, ia optimis nikel tetap menjadi bahan baku unggulan untuk baterai karena keunggulan kinerjanya.

Menurutnya, dukungan kebijakan pemerintah yang tepat, seperti penyesuaian harga listrik dan insentif fiskal, akan sangat menentukan keberlanjutan hilirisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Gaet Perusahaan China Garap Proyek Smelter Nikel Milik INCO Senilai Rp23 Triliun

Danantara Gaet Perusahaan China Garap Proyek Smelter Nikel Milik INCO Senilai Rp23 Triliun

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:09 WIB

GNI Tanam Modal untuk Tingkatkan Kualitas SDM Lokal

GNI Tanam Modal untuk Tingkatkan Kualitas SDM Lokal

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:10 WIB

Soal Baterai Berbasis Nikel, Gaikindo: Kalau Tidak Ekonomis, Siapa Mau Investasi?

Soal Baterai Berbasis Nikel, Gaikindo: Kalau Tidak Ekonomis, Siapa Mau Investasi?

Otomotif | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 20:29 WIB

ESDM Sebut Ada Perusahaan Rusia Kepincut Investasi di Sektor Minerba

ESDM Sebut Ada Perusahaan Rusia Kepincut Investasi di Sektor Minerba

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 08:56 WIB

Kuota Impor Habis di Akhir Tahun, Produsen Mobil Listrik China Harus Bangun Pabrik di Indonesia

Kuota Impor Habis di Akhir Tahun, Produsen Mobil Listrik China Harus Bangun Pabrik di Indonesia

Otomotif | Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:40 WIB

Benarkah Hilirisasi Solusi Ekonomi? Pakar Ungkap Tantangan dan Risikonya

Benarkah Hilirisasi Solusi Ekonomi? Pakar Ungkap Tantangan dan Risikonya

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:12 WIB

Terkini

Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang

Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:31 WIB

Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting

Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:17 WIB

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

×